Unas Raih Bintang Empat Peringkat Perguruan Tinggi Dunia. Rabu 23 Jun 2021 06:19 WIB

Sebagai PTS kedua tertua di Indonesia, Unas mendapatkan penilaian poin 588.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Selamat Ginting/Wartawan Senior Republika

Kualitas perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri, umumnya dapat dikenali dari capaiannya menurut berbagai lembaga penilaian mutu perguruan tinggi. Penilaian itu dapat dijadikan acuan bagi para lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Salah satu lembaga penilaian mutu perguruan tinggi dunia, di antaranya Quacquarelli Symonds (QS) Stars University Ratings atau QS Stars. Lembaga internasional terkemuka yang berpusat di London, Inggris ini menilai mutu perguruan tinggi di dunia. Audit QS Stars berlangsung sejak 2010 dan kini telah mencakup 275 perguruan tinggi di 45 negara di dunia.

Universitas Nasional (Unas) menorehkan prestasi internasional berdasarkan hasil final audit QS Stars. Mendapatkan bintang empat untuk keseluruhan dari masing-masing kategori yang dinilai. QS Stars melakukan audit setiap tiga tahun sekali, dengan penilaian atas sejumlah kategori.

Penilaian yang diambil berdasarkan sistem evaluasi rating terkait inovasi, keterbukaan, dan layanan pendidikan. Meliputi penelitian, pengajaran, kebermanfaatan terhadap masyarakat sekitar (community service), dan juga dukungan sumber daya.

Rektor Unas Dr El Amry Bermawi Putera, MA, berharap rating skala internasional dari QS Star dapat memotivasi sivitas akademika untuk meneguhkan Unas menuju internasionalisasi. Terutama dalam mewujudkan strategi visi misi yang beriorientasi akreditasi internasional dan pengakuan secara global.

“Unas sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) tertua di Jakarta, jangan hanya berkompetisi di tingkat nasional saja, tetapi juga harus mampu menjadi perguruan tinggi tingkat dunia dalam menghadapi era globalisasi,” ujar El Amry di Jakarta, Selasa (22/6).

Tri Dharma Perguruan Tinggi
Di dalam penilaiannya, Unas yang didirikan tahun 1949, berhasil meraih bintang lima yang mencakup kategori teachingonline learning, and inclusiveness (pengajaran, pembelajaran dalam jaringan, dan inklusivitas). Bintang empat diraih untuk kategori employability and academic development (kemampuan kerja dan pengembangan akademik).

Sementara pada kategori internationalization, social responsibility, and program strength (internasionalisasi, tanggung jawab sosial dan kekuatan program) yang diraih Program Studi Manajemen, memperoleh bintang tiga. Sehingga secara keseluruhan, Unas sebagai PTS kedua tertua di Indonesia mendapatkan penilaian bintang empat dengan poin 588.

Ketua Tim QS Stars Unas, Dr Erna Ermawati Chotim, M.Si menjelaskan, dari kategori tersebut Unas memperoleh nilai unggul dalam bidang pengajaran, kuliah dalam jaringan dan inklusivitas dalam memberikan bantuan ke berbagai pihak. Namun, terdapat pula beberapa catatan yang harus ditingkatkan ke depannya oleh Unas yang memiliki kampus di Pejaten dan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Di samping beberapa keunggulan tersebut, Unas juga akan terus berupaya meningkatkan kategori lainnya, seperti program internasional dan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tambah Erna, selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unas.

Dunia Kerja
Menurut Erna, rating internasional ini menjadi hal yang penting, karena dapat menjadikan acuan bagi Unas untuk terus meningkatkan kualitas dengan proses pendidikan bertaraf internasional. Dengan harapan, seluruh sivitas akademika bisa memperoleh manfaat yang lebih luas lagi.

“Dengan memperoleh rating internasional maka setiap lulusan Unas dapat diakui dan berstandar internasional. Sekaligus menjadi kebanggaan bukan hanya bagi institusi, tetapi juga para mahasiswa Unas. Prestasi itu akan mempermudah mereka dalam melangkah ke dunia kerja,” ujarnya.

Erna juga menuturkan, pencapaian ini tidak terlepas dari keterlibatan semua unsur, baikdari level pimpinan, seperti rektor, wakil rektor, dekan, direktur, kepala program studi, badan, biro, dosen, serta seluruh civitas akademika Unas yang turut berpartisipasi dan mendukung keberhasilan ini.

Enam tahun lalu, Unas yang berada di bawah Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) meraih bintang dua dari QS Star. Tahunini mengalami peningkatan besar bagi Unas. Prestasi ini bagian dari upaya mengoptimalkan kualitas berdasarkan skala internasional.

Pemeringkatan QS Star dilakukan dengan evaluasi berbagai indikator kinerja di beberapa kategori. Pemeringkatan dilakukan untuk memungkinkan institusi mampu mengetahui kekuatan mereka.

Dengan QS Stars, institusi diberikan peringkat bintang antara 0 dan 5+ secara keseluruhan. Serta peringkat bintang antara 0 dan 5 di berbagai kategorinya. Hasil dari pemeringkatan ini berlaku selama tiga tahun.

13 Indikator
Erna mengungkapkan, seluruhny aada 13 indikator yang disediakan QS stars. Untuk beberapa indikator perguruan tinggi dapat memilih sesuai dengan kekuatan internal yang dimiliki.Dari 13 indikator, Unas mengambil dan memenuhi delapan metodologi yang ditetapkan, yaitu:

(1) Teaching (pengajaran), mendapatkan 105 poin dari 150 poin yang ditetapkan. Unas memperoleh bintang lima. (2) Employability (kemampuan kerja), mendapatkan poin 97 dari 150. Unas memperoleh bintang empat. (3) Internationalization (inernasionalisasi), mendapatkan 60 dari 150. Unas memperoleh bintang tiga.

(4) Academic dev (pengembangan akademik), mendapatkan 92 dari 150. Una smemperoleh bintang empat. (5) Online learning (pembelajaran dalam jaringan), 83 dari 100. Unas memperoleh bintang lima. (6) Program strength (kekuatan program), 86 dari 200. Unas meraih bintang tiga.

(7) Social responsibility (tanggung jawab sosial), mendapatkan 21 dari 50. Unas memperoleh bintang tiga. (8) Inclusiveness (inklusifitas), mendapatkan 44 dari poin 50. Unas memperoleh bintang lima. Jadi secara rata-rata dari delapan metodologi yang dipilih, Unas mendapatkan poin 588 dari 1.000 poin yang ditentukan.

Sehingga Unas mendapatkan bintang empat. Audit QS Stars ini dimulai 18 Agustus 2020 hingga1 Maret 2021. Hasil yang diperoleh berlaku 1 Maret 2021 hingga 1 Maret 2024.

  • QSTAR UNAS1
  • QSTAR UNAS2