Official Website

SPS UNAS

Potopolio Program Doktor Ilmu Politik

LAPORAN EVALUASI DIRI

SEKOLAH PASCASARJANA  UNIVERSITAS NASIONAL

 JAKARTA 

2019

Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS  NASIONAL
Alamat : Jalan Sawo Manila, Pasar Minggu,

Jakarta 12520

No. Telepon : (021) 7806700 (Hunting) Ext. 34
No. Faksimili : (021) 7802718 – 7802719
Homepage dan E-Mail : http://www.unas.ac.id dan info@unas.ac.id
Unit Pengelola Program Studi : Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional
Nama Program Studi : Program Studi Doktor Ilmu Politik
Alamat : Jalan Harsono RM No. 1, Ragunan,

Jakarta 12550

No. Telepon : (021) 7824277
No. Faksimili :  (021) 7802718 – 7802719
Homepage dan e-mail :  http://www.unas.ac.id daninfo@unas.ac.id
Nomor SK Pendirian PT : 548/S/1949
Tanggal SK Pendirian PT :  22 Desember 1949
Pejabat yang Menerbitkan SK :  Menteri Pendidikan Pengajaran dan

Kebudayaan RI

Nomor SK PembukaanPS : SK YMIK No. 70 Tahun 2009
Tanggal SK Pendirian PS : 1 September 2009
Pejabat yang Menerbitkan SK :  Ketua YMIK,Dr. H. Ramlan Siregar, M.Si
Peringkat terbaru Akreditasi PS : Terakreditasi B (321)
Nomer SK BAN-PT : 449/SK/BAN-PT/Akred/D/XI/2014
Tahun pertama kali

menerima mahasiswa

: TA. 2012/2013

Daftar Program Studi di Unit PengelolaProgram Studi (UPPS):

No. Jenis Program Nama Program Studi  

Akreditasi Program Studi

 

Jumlah mahasiswa saat TS

4)

Status/ Peringkat No. dan Tgl. SK Tgl.

Kadaluarsa

1 2 3 4 5 6 7
1 Doktor Ilmu Politik B 449/SK/BAN-PT/Akred/D/XI/2014 15 November 2019 66
2 Magister Ilmu Politik A 1485/SK/BAN-PT/Akred/M/V/2019 14 Mei 2024 242
3 Magister Ilmu Administrasi A 2210/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2017 4 Juli 2022 241
4 Magister Manajemen B 1749/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2016 26 Agustus 2021 331
5 Magister Hukum B 3334/SK/BAN-PT/Akred/M/XII/2016 27 Desember 2021 256
6 Magister Biologi B 449/SK/BAN-PT/Akred/M/III/2019 19 Maret 2024 49
Jumlah 1.185

*TS  = 2018/2019

IDENTITAS TIM PENYUSUN

LAPORAN EVALUASI DIRI

 

Nama :  Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA

NID :  010082006

Jabatan :  Koordintor Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan :

Nama :  Drs. Firdaus Syam, MA., Ph.D

NIDN :  0318106101

Jabatan :  Ketua Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan :

Nama :  Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si

NIDN :  0326105801

Jabatan :  Sekretaris

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Prof. Dr. Lijan P. Sinambela, M.Pd

NIDN :  00050015901

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. M. Alfan Alfian M., M.Si

NIDN :  0315027303

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. Rusman Ghazali, M.Si

NIDN :  0316106902

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. Rumainur, SH., MH

NIDN :  1011056801

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. I Made Adnyana, SE., MM

NIDN :  0320065601

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. Suharyono, M.Si

NIDN :  0026115601

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. Robi Nurhadi, M.Si

NID :  0320065601

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

Nama :  Dr. Nurhasanah Haspiani, M.Si

NIDN :  0303076301

Jabatan :  Anggota Tim

Tanggal Pengisian :  3 – 6 – 2018

Tanda Tangan : :

 

 

KATA PENGANTAR

Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional telah berdiri sejak tahun 2009berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 70 Tahun 2009 tentang Pendirian Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.  Sebagai Direktur Sekolah Pasacasrjana pertama Dr. Mohammad Noer, MA  menjabat sejak tahun 2011-2014. Pada saat ini selaku Direktur Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA sejak tahun 2014 – 2018 berdasarkan SK Rektor No. 79 Tahun 2014, berlanjut Tahun 2018.Sesuai SK Rektor No. 63 Tahun 2019 sebagai Wakil Direktur adalah Drs. Firdaus Syam, MA., PhD berdasarkan SK Rektor No. 138 Tahun 2015.

Sekolah Pascasarjana memiliki program studi yang terdiri dari Program Magister Ilmu Politik, Program Magister Ilmu Administrasi, Program Magister Hukum, Program Magister Manajemen, Program Magister Biologi, dan Program Doktor Ilmu Politik.Program Magister Ilmu Politik, selaku Ketua Prodi Dr. M. Alfan Alfian M., M.Si berdasarkan SK Rektor No. 119 tahun 2015 Sekretaris Prodi Dr. Asran Jalal, M.Si berdasarkan SK Rektor No. 161 Tahun 2014.  Program Magister Ilmu Politik didirikan tahun1984,sebagai Ketua Prodi adalah Prof Dr. Deliar Noer.  Memperoleh pengakuan resmi melalui SK Dirjen Dikti No. 190/DIKTI/Kep/1999 tentang Pembentukan Program Magister Ilmu Politik UNAS pada tahun 2007 melalui SK Ditjen Dikti No. 3035/D/T/2007 Tentang Perpanjangan Ijin Operasional Penyelenggaraan.Tahun 2008 memperoleh akreditasi B berdasarkan SK BAN PT No. 002/BAN-PT/Ak-VI/S2/V/2008. Pada tahun 2013, dengan akreditasi A nilai 368 berdasarkan  SK BAN PT No. 248/BAN-PT/Ak-XI/M/XII/2013.

Program Magister Adminsitrasi Publik berdiri berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Nomor : 32 Tahun 2008 tanggal 10 januari 2008.  Ketuanya Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Siberdasarkan SK Rektor No. 121 Tahun 2009.Saat ini di pimpin oleh Dr. Rusman Ghazali, M.Si berdasarkan SK Rektor No. 206 Tahun 2016 dan Dr. Zulmashyur, M.Si sebagai Sekretaris Prodi sesuai SK Rektor No. 209 Tahun 2016.Program Magister Hukum berdiri berdasarkan SK Rektor No. 1589/D/T/K-III/2010 Tahun 2010, Ketua Prodi Dr. Rumainur, SH., MH berdasarkan SK Rektor No. 159 Tahun 2017 dan selaku  Sekretaris Prodi Dr. Djangkung Sudjarwadi, SH., MH sesuai SK Rektor No. 160 Tahun 2017.

Program Magister Manajemen berdiri berdasarkan SK Rektor No. 4108/D/T/K-III/2009 Tahun 2009, menjabat Ketua Prodi Dr. I Made Adnyana, SE., MM berdasarkanSK Rektor No. 10 Tahun 2013 Jo. SK Rektor No. 190 Tahun 2010 dan  Dr. Andini Nurwulandari, SE., MM, sebagai Sekretaris Program Studi berdasarkan SK Rektor No. 128 Tahun 2013 sampai dengan sekarang.Program Magister Biologi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor : 122/KPT/I/2015 tanggal 24 November 2015, menjabat sebagai Ketua Program Studi  Dr. Tatang Mitra Setia, M.Siberdasarkan SK Rektor No. 253 Tahun 2015.

Adapun Program Doktor Ilmu Politik, di Pimpin oleh Dr. TB. Massa Djafar sebagai Koordinator Program Doktor berdasarkan SK Rektor No. 118 Tahun 2015.

Laporan Evaluasi Diri (LED) Sekolah Pascasarjana dalam penyusunannya dilaksanakan se-objektif, dengan melakukan penilaian serta dirumuskan mengacu pada Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Jakarta Tahun 2019. Penyelesaian Laporan Evaluasi Diri dengan pembentukan Tim LED berdasarkan SK Rektor No. 133 Tahun 2019.  Implementasi penyusunan personalia Tim LED melibatkan seluruh komponen di lingkungan Universitas Nasional terdiri dari: Penanggung jawab, Pengarah, Koordinator Tim, Ketua, Sekretaris, Anggota, dan Tim Teknis, baik dari kalangan dosen maupun serta tenaga kependidikan. Proses pengumpulan data sudah dilakukan sesuai tahun semester tercantum di dalam Laporan Evaluasi Diri (LED).

Harapan kami tentunya, LaporanEvaluasi Diri (LED) ini dapat menjadi pelajaran dan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dan menjadi titik tolak (dasar pijakan) untuk menentukan langkah dan keputusan strategis di masa yang akan datang serta memantapkan peran Sekolah Pascasarjana terhadap peningkatan kualitas serta keberlanjutannya.

Jakarta, Agustus 2018

Direktur

Prof.Dr. Maswadi Rauf, MA

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Evaluasi Diri (LED) Sekolah Pascasarjana penyusunannya dilaksanakan secaraobjektif dan mengacu pada Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi BAN PTJakarta Tahun 2019.Pelaksanaannya berbasis kepada sejumlah peraturan, dan  ditetapkan berdasarkan SK Rektor Universitas NasionalNo. 133 Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019dalam rangka Re-Akreditasi Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Sekolah Pascasarjana (Sekolah Pascasarjana) Universitas Nasional didirikan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Nasional No. 70 Tahun  2009 tentang Pendirian Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Adapun prinsip dasarnya yakni: Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik; Universalitas dan objektifitas   ilmu pengetahuan dalam   mencapai kenyataan dan kebenaran; kebebasanakademikyangdilaksanakandenganhikmah dan bertanggungjawab; Keberadaban, kemanfaatan, kebahagiaan, kemanusiaan, dan   kesejahteraan; pendidikan pascasarjana yang unggul dalam bidang tertentu (Ilmu politik dan Biologi Konservasi dan Lingkungan Hidup). Untuk ProgramDoktor Ilmu Politik, merupakan satu-satunya program perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta; Melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas; Mengedepankan karakter dan integritas; Efisiensi dalam pengelolaan; Berwawasan kebangsaan dan kemajuan global; Berjejaring secara nasional dan internasional guna menambah wawasan ilmu pengetahuan global didukung pembelajaran selain on-site juga berbasis cyber; dan konsistensi  pencapaian  serta  peningkatan  standar  perguruan  tinggi  bermutu nasional.

Kondisi eksternal pada lingkungan makro baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional adalah hadirnya sejumlah isu penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berimplikasi kepada tantangan serta konsekuensi terhadap lingkungan makro yang mencakup aspek politik, ekonomi, kebijakan, sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah lingkungan hidup dan sumberdaya alam. Pada saat ini tantangan yang dihadapi telah dibukanya program studi pada perguruan tinggi lain dibidang ilmu politik dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (think of internet), adanya tantangan secara lebih kompetitif dalam kualitas sumber daya manusia.  Tentu ini menjadi pesiang.

Dalam konteks kondisi eksternal pada lingkungan mikro, sebagai universitas unggulan, UNAS mencirikan bahwa lulusan UNAS memiliki tanggungjawab untuk ikut memecahkan berbagai persoalan dihadapi bangsa Indonesia, dengan kemampuan daya saing yang tinggi, mampu bekerjasama pada tingkat manapun dengan keunggulan yang dimiliki.Pengembangan keunggulan di bidangTri Dharma Perguruan Tinggi, berbasis nilai-nilai akademik akan memberi warna pada kiprah pengembangan UNAS masa kini dan dimasa depan di tengah kehidupan  global. Adapun tantangannya berkaitan dengan sosialisasi dan publikasi yang perlu pengembangan jaringan yang lebih luas.

Sekolah Pascasarjana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Universitas Nasional berupaya dapat memetakan posisinya dalam menentukan arah pengembangannya pada masa kini dan masa datang, khususnya dalam pengembangan program-program studi di lingkungan Sekolah Pascasarjana sebagai Unit Pengembangan Program Studi secara terintegrasi melalui strategi pengembangan sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan Universitas Nasional (2005-2030).

Sekolah pascasarjana Universitas Nasional dikelola deng mengintegrasikan kajian politik dan administrasi publik, manajemen, hukum dan lingkungan hidup yang dicerminkan dalam pelaksanaan oleh 6 (enam)program studi yang ada.

Pelaksanaan program secara efisien dan mandiri yang memanfaatkan jejaring nasional maupun internasional untuk bekerjasama dalam meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan produk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang unggul sesuai Renstra dan Renop baik ditingkat Universitas maupun ditingkat Sekolah Pascasarjana. Terkait penelitian, semua terintegrasi dengan fokus unggulan dan roadmap yang telah ditetapkan di Universitas Nasional.

Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang berdiri sejak tahun 2009,merupakan bagian dari Universitas Nasional,pada saat ini memiliki program studi  terdiri dari:  Program Magister Ilmu Politik, Program Magister Ilmu Administrasi, Program Magister Hukum, Program Magister Manajemen, Program Magister Biologi, dan Program Doktor Ilmu Politik.

Sekolah Pascasarjana Universitas Nasioanl mempunyai Visi: Menjadi Sekolah Pascasarjana yang unggul dalam pengelolaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan di Indonesia dengan reputasi internasional  pada tahun 2022.

Visi di atas akan dicapai dengan menetapkan misi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional  berupa mengembangkan sumberdaya manusia secara dinamis dan progresif melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selaras dengan pengembangan program studi dengan cara : a) Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Sekolah Pascasarjana bertaraf nasional yang dapat bersaing di tataran global; b) Menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan lulusan Sekolah Pascasarjana yang unggul sesuai bidangnya, mampu menjawab serta menguasai perkembangan terkini baik yang bersifat aplikatif maupun teoritik dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dengan memiliki daya saing yang unggul di pasar tenaga kerja global; c) Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat di Sekolah Pasacasrjana yang memberi konstribusi kepada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang bermanfaat dan bersaing di kancah nasional dan internasional; d) Menyelenggarakan tata kelola organisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang terintegrasi, transparan, adil, bertanggung jawab dan kredibel mengacu kepada kebijakan pendidikan nasional; e) Membangun jejaring nasional dan internasional untuk memperluas dan memperdalam kerjasama dalam pengembangan ilmu pengetahuan,  teknologi dan kebudayaan yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Struktur Organisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional bersifat sederhana dan fleksibel, sehingga dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan tanpa kehilangan koordinasi. Penempatan staf pada setiap unit struktur berdasarkan kapasitas dan kapabilitasnya yang dilaksanakan secara transparanSecara umumOrganisasi Sekolah Pascasarjana terdiri atas:Senat Sekolah Pascasarjana;Pimpinan Sekolah Pascasarjana: Direktur dan Wakil Direktur;Pimpinan pelaksana  akademik: Ketua-ketua dan Sekretaris-Sekretaris Program Studi;Unsur pelaksana teknis: Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Perpustakaan, kelompok dosen;Unsur penunjang: Unit Penjaminan Mutu (UPM) Sekolah Pascasarjana;Unsur pelaksana administrasi.

Jumlah mahasiswa Sekolah Pascasarjana hingga saat ini TS (2018/2019) berjumlah 1200 orang, jika dibandingkan dengan TS-5 (2012/2013) berjumlah 299 orang terjadi kenaikan sangat signifikan. Beberapa prestasi dapat dicapai oleh mahasiswa dalam bentuk : a. beasiswa mahasiswa berprestasi, b. Mendapatkan sertifikat Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dari Universitas.  Mahasiswa yang memiliki prestasi monumental di lingkungan  Sekolah Pascasarjana antara lain : mendapatkan penghargaan kader lingkungan hidup tingkat di DKI Jakarta pada tahun 2017.  Selain itu kinerja para lulusan dari program studi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional khususnya Program Doktor Ilmu Politik untuk penekanan yang lebih spesifik adalah mengkaitkan Ilmu Politik dengan bidang kerja masing-masing lulusan.

Dosen Tetap di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional ada sejumlah 52 orang dengan jabatan fungsional antara lain:, Guru Besar = 16 orang, Lektor Kepala= 21 orang, Lektor=5 orang, Asisten Ahli 5 orang, dan yang belum memiliki jabatan akademik sebanyak 7 orang. Dosen diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktur setelah mendapatkan pertimbangan dari Ketua Program Studi. Tugas pokok dosen adalah melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Setiap dosen berkewajiban melaksanakan kegiatan perkuliahan secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap dosen tetap berkewajiban melaksanakan beban tugas minimal 12 (dua belas) sks dan maksimal 36 (tiga puluh enam) sks setiap minggu. Setiap dosen tidak tetap melaksanakan beban tugas maksimal 12 (dua belas) sks setiap minggu. Setiap dosen tetap berkewajiban melakukan kegiatan penelitian minimal 1 (satu) penelitian setiap semester;

Dosen tetap berkewajiban mempublikasikan hasil penelitiannya minimal 1 (satu) publikasi setiap tahun. Dosen berhak memperoleh gaji, honorarium, dan insentif sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan universitas

Beberapa Dosen di lingkungan Sekolah pascasarjana Universitas Nasional memiliki penghargaan nasional antara lain :Mendapatkan penghargaan Kemenristek DIKTI sebagai peneliti terbaik mitra kerja peneliti asing tahun 2018;Mendapatkan penghargaan Wisesa Utama sebagai Penatar Bela Negara Tingkat Nasional tahun 2019 dari Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas);  Mendapatkan penghargaan Dosen Terbaik ke III tingkat Kopertis Wilayah III Tahun 2017.  Ditingkat internasional; Mendapat penghargaan masuk dalam nominasi Peneliti Indonesia Terbaik; dan Sebagai Editor International Journal of Islamic Thought (Universiti Kebangsaan Malaysia).

Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional memiliki sarana dan prasarana yang terdapat di dalam Gedung Menara 1 Universitas Nasional Jl. RM Harsono No. 1 Ragunan Jakarta Selatan. Manajemen keuangan di Universitas Nasional bersifat sentral dan Sekolah Pascasarjana dapat mengajukan segala kebutuhan operasional dan kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi ke pada Universitas. Pengajuan anggaran oleh Sekolah Pascasarjana sesuai dengan usulan dan kebutuhan dari setiap prodi yang dikelola.

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu sesuai dengan kebijakan, organisasi, instrumen yang dikembangkan di tingkat perguruan tinggi, serta monitoring dan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjutnya. Di Tingkat Universitas telah ditetapkan berdasarkan : SK Rektor No. 33 Tahun 2008 tentang Pendirian Badan Penjamian Mutu Universitas Nasional; SK Rektor No. 255 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan Universitas Nasional.

Dengan adanya Badan Penjaminan Mutu (BPM) di tingkat Universitas dan Unit Penjaminan Mutu (UPM) ditingkat Fakultas atau Sekolah Pascasarjana, maka deskripsi tugas dan tanggung jawab seluruh kegiatannya dapat dijelaskan dengan siklus PPEPP yang dilakukan oleh UPPS atas penyelenggaraaan program studi, termasuk pengakuan mutu dari lembaga audit eksternal, lembaga akreditasi, dan lembaga sertifikasi.

Sistem tata kelola Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional dilandasi oleh prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance), yaitu:Kredibel, Transparan, Akuntabel, Bertanggungjawab, dan Adil. Sistem tata kelolaSekolah Pascasarjana Universitas Nasional tercermin dalam struktur organisasi dan mekanisme kerja di Sekolah Pascasarjana sebagai bagian dari yang tak terpisahkan dari Universitas Nasional. Struktur organisasi dan mekanisme tertian dalam SK Direktur Sekolah PascasarjanaNomor 01 Tahun 2010 tentang Sistem Tata Pamong Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Mengacu pada Visi dan Misi Universitas Nasional yang menekankan pada kontribusi sebagai agen perubahan yang dinamis bagi kemajuan bangsa, maka untuk itu Capaian Pembelajaran yang menjadi ciri khas, adalah lulusan yang  memiliki Karakter dan Integritas. Selanjutnya, Karakter dan Integritas tersebut menjadi menjadi acuan dalam merancang Capaian Pembelajaran. Adapun rumusan Capaian Pembelajaran Wajib Universitas Nasional yang dapat membentuk lulusan memiliki karakter dan integritas adalah sebagai berikut: Berkarakter dan menjunjung tinggi integritas moral; Profesional berbasis keilmuan prodi; Memiliki kemampuan manajerial ; Memiliki kemampuan bahasa internasional (Inggris); Memiliki interpersonal skill; Memiliki kemampuan mengembangkan karir profesional; Memiliki kemampuan kewirausahaan; Memiliki kemampuan untuk menerapkan prinsip anti korupsi dan tidak menyalahgunakan narkoba dalam peningkatan karir professional;Memiliki kemampuan untuk menjaga, melestarikan dan memanfaatkan SDA dan lingkungan; dan Memiliki kemampuan untuk mengembangkan bidang peminatan bakat olahraga dan seni bagi mahasiswa yang memiliki talenta atau human interest.

Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional senantiasa berkomitmen untuk melakukan pelayanan terhadap kemahasiswaan sebaik-baiknya selaras dengan prosedur dan ketentuan yang ada di lingkungan Universitas Nasional yang dikembangkan dengan merujuk pada perundang-undangan dan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam kerangka ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional berorientasi pada upaya perekrutan mahasiswa baru yang dilakukan secara terbuka (transparan), dengan tahapan-tahapan yang dilakukan secara tersistem, dengan tujuan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang siap untuk melaksanakan proses pendidikan yang dijalankandengan mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi.

Selanjutnya, Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional juga terus berkomitmen dan konsisten dalam melakukan upaya-upaya menjaga dan meningkatkan mutu layanan kemahasiswaan, melalui proses pendidikan yang dijalankan secara profesional dengan tetap memperhatikan hak-hak dan kewajiban mahasiswa dan dosen. Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional senantiasa melakukan upaya agar mahasiswa nyaman dan mampu berkonsentrasi secara optimal dalam proses pendidikan yang dilakukan di lingkungan Universitas Nasional.

Dosen merupakan salah satu komponen essensial dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Peran, tugas, dan tanggung jawab dosen sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kualitas sumber daya manusia yang dimaksud adalah meliputi kualitas keimanan/takwa, akhlak mulia, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur dan beradab.

Untuk menjalanklan fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis itu, tentu diperlukan sosok dosen yang kompeten dan profesionaldalam melaksanakan tugasnya sebagaimana diamanatkan  UU RI Nomor  14 Tahun 2005 tentang Gurui dan Dosen. Bahwa dosen dinyatakan sebagai pendidikprofesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Universitas Nasional, yang pada tingkat Sekolah Pascasarjana diimplementasikan melalui kolaborasi para pihak terkait yang secara teknis dikordinasikan olen Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Mengingat pentingnya kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, maka manajemen pelaksanaan penelitian dilakukan secara terintegrasi bersama lembaga penelitian pada tingkat Universitas yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Universitas Nasional.

Demikianlah ringkasan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang penyusunannya melalui deskripsi yang dilakukan oleh Tim penyusun Laporan Evaluasi Diri (LED) guna keperluan Akreditasi Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana serta Program Magister yang berada di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

 

DAFTAR ISI

Hal
IDENTITAS PENGUSUL ii
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI iv
KATA PENGANTAR vi
RINGKASAN EKSEKUTIF 1
DAFTAR ISI 6
 
BAB I. PENDAHULUAN 7
  A. DASAR PENYUSUNAN 7
  B. TIM PENYUSUN DAN TANGGUNGJAWABNYA 7
  C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN EVALUASI DIRI 10
 
BAB II. LAPORAN EVALUASI DIRI 12
  A. KONDISI EKSTERNAL 12
  B. PROFIL UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI 18
  C. KRITERIA 24
    C.1. VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI 24
    C.2. TATA PAMONG, TATA KELOLA, DAN KERJASAMA 32
    C.3. MAHASISWA 64
    C.4. SUMBER DAYA MANUSIA 71
    C.5. KEUANGAN, SARANA DAN PRASARANA 83
    C.6. PENDIDIKAN 91
    C.7. PENELITIAN 102
    C.8. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 107
    C.9. LUARAN DAN CAPAIAN TRIDHARMA 112
  D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI DAN PROGRAM STUDI 127
         D.1. ANALISIS CAPAIAN KINERJA 127
         D.2.ANALISIS SWOT ATAU ANALISIS LAIN YANG RELEVAN 132
         D.3. STRATEGI PENGEMBANGAN 138
         D.4. PROGRAM KEBERLANJUTAN 140
 
BAB III. PENUTUP 141

 

 

BAB I. PENDAHULUAN

A. DASAR PENYUSUNAN

Untuk bekerjanya TimLaporan Evaluasi Diri (LED) secara benar  dengan berbasis kepada sejumlah peraturan yang berlaku, maka perlu kami sampaikan apa yang menjadi dasar dibentuknya Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) Unit Pengelola Pascasarjana di Lingkungan Universitas Nasional.

Dapat dijelaskan bahwa  TimLaporan Evaluasi Diri (LED) dibentuk dan bekerja dengan berdasarkan kepada : a) Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; b) Permenristek DIKTI No. 32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi; c) PermeriPermenristekdikti No. 44 Tahun 2015, SN-Dikti yang iubah dengan PermenristekdiktiNo. 50 Tahun 2018; d) Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016, Akreditasi Prodi & PT; e) Permenristekdikti No. 61 Tahun 2016, PD-Dikti; f) Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016, SPM-Dikti; g) Permenristekdikti no. 51 Tahun 2018, Pendirian Perubahan Pembubaran PTN dan PTS; h) Permenristekdikti No. 15 Tahun2018,Organisasi dan Tatakerja LLDikti; i) Per-BAN-PT No. 2 Tahun 2017 Tentang Sistem Akerditasi Nasional Dikti; j) Per-BAN-PT No. 59 Tahun 2018 Tentang Buku Panduan Laporan Evaluasi Diri yangditerbitkan BAN-PT; k) Per-BAN-PT No. 2 Tahun 2017, Si stem Akreditasi Nasional Dikti; l) Keputusan Rektor Universitas Nasional No. 117 Tahun 2014 mengenai Tata tertib Kehidupan Kampus Bagi Dosen dan Karyawan Universitas Nasional; m) Keputusan Rektor Universitas Nasional No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional; n) SK Rektor Universitas Nasional No. 133 Tahun 2019 tentang Tim Penyusun laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Re-Akreditasi Program Studi S-3 IlmuPolitik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional; f) Hasil keputusan Rapat Pimpinan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional pada  tanggal12 bulan Juli tahun 2019 mengenai perlunya dibentuk Tim Laporan Evaluasi Diri(LED) dan TimLaporan Kinerja Program Sudi (LKPS); g) Surat Direktur Sekolah Pascasarjana No. 041/D/Sekolah Pascasarjana/VII/2019 tanggal 16 Juli 2019 perihal Usulan Penerbitan SK Rektor tentang Tim Penyusun LED dan LKPS Re-Akreditasi S-3 Ilmu Politik kepada Rektor Universitas Nasional.

B. TIM PENYUSUN DAN TANGGUNG JAWABNYA

Mengenai personal Tim laporan Evaluasi Diri (LED), berdasarkan SK Rektor Universitas NasionalNo. 133 Tahun 2019 tanggal 29 Juli 2019 telah ditetapkan  komposisi personalia TimLaporan Evaluasi Diri (LED) dalam rangka Re-Akreditasi Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional seperti yang dapat dilihat dibawah ini:

Koordinator Tim : Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA

Ketua Tim LED : Drs. Firdaus Syam, MA, PhD

Sekretaris Tim LED : Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si

Anggota : Prof. Dr. Lijan P. Sinambela, M.Pd

: Dr. M. Alfan Alfian M., M.Si ,

: Dr. Rusman Ghazali, M.Si

: Dr. Rumainur, SH., MH

: Dr. I Made Adnyana, SE., MM

: Dr. Robi Nurhadi, M.Si

Dr. Nurhasanah H., M.Si

Tim Teknis : Bambang Susilo, SE., MM

: H. Nur Ali, SPd

: Feri Susanto, A.Md

Dari komposisi personalia tersebut di atas dijabarkan uraian tugas dan tanggungjawabnya yang dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 1.  Komposisi Personalia dan Tugas

KRITERIA PIC
KATA PENGANTAR Drs. Firdaus Syam, MA., PhD;

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si;

RINGKASAN EKSEKUTIF
BAB 1 : PENDAHULUAN
BAB 2. LAPORAN EVALUASI DIRI
A. KONDISI EKSTERNAL Drs. Firdaus Dyam, MA., PhD;

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si

B. PROFIL UNIT PENGELOLA
KRITERIA
C1. VISI, MISI, TUJUAN  DAN STRATEGI Drs. Firdaus Syam,MA., PhD;

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si;

C2. TATA  PAMONG, TATA KELOLA, DAN KERJASAMA Dr. Rusman Ghazali, M.Si
C3. MAHASISWA Dr. M. Alfan Alfian M., M.Si ,
C4. SUMBER DAYA MANUSIA Dr. I Made Adnyana, SE., MM
C5. KEUANGAN, SARANA DAN PRASARANA Dr. Suharyono, M.Si dan TIM
C6. PENDIDIKAN Dr. Rumainur, SH., MH;
C7. PENELITIAN Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si;

Dr. Robi Nurhadi, M.Si,

Dr. Nurhasanah, M.Si

C8. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si;

Dr. Robi Nurhadi, M.Si;

Dr. Nurhasanah, M.Si

C9. LUARAN DAN CAPAIAN TRIDHARMA Prof. Dr. L.P. Sinambela, MPd;

Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si

D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI DAN PROGRAM STUDI Prof. Dr. L.P. Sinambela, MPd;

Dr. AF. Sigit Rochadi, M.Si

BAB 3 : PENUTUP Drs. Firdaus Syam, MA., PhD;

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si

LAMPIRAN TIM TEKNIS

Koodinator : Bambang Susilo, SE., MM

Anggota      : H. Nur Ali, SPd

: Feri Susanto, AMd

Uraian tugas dan tanggung jawab anggota tim penyusun Laporan Evaluasi Diri Sekolah Pascasarjana dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Koordinator Tim : a)Merumuskan dan mengusulkan pembentukan Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS dilingkungan Sekolah Pascasarjana  kepada Rektor Universitas; b) Bertanggung jawab terhadap berjalannya penyelenggaraan, peran, tugas, serta fungsi, Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana  dalam pelaksanaantugasnya; c) Merumuskan, membahas, dan menetapkan secara bersama mengenai mekanisme kerja TimLED UPPS .Memberi arahan, masukan, pendampingan serta pengambilan keputusan terhadapberbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim LED; d) Memimpin rapat koordinasi baik secara internal (Tim LED dan Tim LKPS) maupun secara eksternal.

Ketua Tim:a)Membantu Koordinator TIM dalam merumuskan dan mengusulkan pembentukan Tim LaporanEvaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana  kepada Rektor Universitas; b) Membantu Koordinator TIM  terhadap berjalannya penyelenggaraan peran, tugas, serta fungsi,Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana  dalam pelaksanaantugasnya; c) Membantu Koordinator TIM  dalam merumuskan, membahas, dan menetapkan secara bersama mengenai mekanisme kerja Tim LED UPPS; d) Membantu penanggung jawab  dalam memberi arahan, masukan, pendampingan sertapengambilan keputusan terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim LED; e) Membantu penanggung jawab  dalam rapat koordinasi baik secara internal (Tim LED dan Tim LKPS) maupun secara eksternal; f) Mengorganisir Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) meliputi perencanaan, perumusan, danpenyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana; g) Bersama sekretaris merumuskan:  a. kata pengantar b. Ringkasan eksekutif c.  Bab1 Pendahuluan (dasar penyusunan, tim penyusun dan tanggungjawabnya, mekanisme kerjapenyusunan evaluasi diri); h) Bersama sekretaris merumuskan Bab 3 (Penutup) beserta lampirannya.

Sekretaris Tim:a)Membantu Ketua Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) dalam merumuskan dan mengusulkanpembentukan Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah PascasarjanaKepada Rektor Universitas; b) Membantu Ketua Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) dalam menyiapkan berbagai langkah kegiatan,  baik secara  administratif maupun secar teknis penyelenggaraan peran, tugas, sertafungsi dari Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana  dalam pelaksanaan tugasnya; c) Membantu Ketua Tim Laporan Evaluasi Diri (LED)  dalam merumuskan dan membahas, secara bersama mengenai mekanisme kerja Tim LED UPPS; d) Membantu Ketua dan penanggung jawab Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) terhadap persiapanteknis dan administratif pada rapat koordinasi baik secara internal (Tim LED dan Tim LKPS)maupun secara eksternal; e) Membantu Ketua Tim Mengorganisir Tim Laporan Evaluasi Diri (LED) meliputi perencanaan, perumusan, dan penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) UPPS di lingkungan Sekolah Pascasarjana; f) Melakukan koordinasi teknis dan administratif dengan anggota Tim Teknis dan Pihak Terkait lainnya; g) Membantu Ketua Tim dalam menyusun Ringkasan Eksekutif Laporan Evaluasi Diri (LED) Bersama Ketua merumuskan :  1. kata pengantar 2. Ringkasan eksekutif 3.  bab 1 pendahuluan(dasar penyusunan, tim penyusun dan tanggungjawabnya, mekanisme kerja penyusunanevaluasi diri); h) Bersama Ketua merumuskan Bab 3 ( Penutup) beserta lampirannya.

Adapun uraian tugas dari masing-masing Anggota Tim Evaluasi Diri(LED) dilakukan tugas yang telah ditentukan dalam komposisi personalia di atas.Tim teknis Laporan Evaluasi Diri (LED) sesuai dengan tugasnya menjalankan tugas sebagai berikut : a) Selaku Koordinator teknis terhadap anggota Tim Teknis Laporan Evaluasi Diri (LED) dalam melaksanakan perencanaan, perumusan, dan penyusunan Yang meliputi pengumpulan data,verifikasi data, dan kompilasi data Laporan Evaluasi Diri (LED); b) Selaku koordinator teknis dalam membantu Sekretaris dan Anggota Tim LED terhadappenyiapan kelengkapan dan pelaksanaan administrasi; c) Membantu Penanggung Jawab dalam melakukan upload Laporan ke dalam aplikasi SAPTO(BAN PT); d) Mempersiapkan pelaksanaan teknis penyelenggaraan Visitasi Re Akreditasi; e) Menyiapkan data dan menyusun Bab 2 bagian B tentang : profil unit program studi, bab 2 bagian c tentang kriteria yang meliputi bagian C1 sampai dengan C8.

Proses penyusunan Laporan Evaluasi Diri juga melibatkan pihak eksternal diantaranya adalah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN), lembaga pengguna alumni seperti : DPR-RI, Kementerian Dalam Negeri, Dewan Ketahanan Nasional.

C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN LED

Mekanisme penyusunan Laporan Evaluasi Diri Sekolah Pascasarjana disusun dengan mekanisme penyusunan sebagai berikut :

  1. Pengumpulan Data dan Informasi : tahap ini dimulai dengan rapat yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana dengan melibatkan seluruh pprogram studi dan unit kerja yang ada di Sekolah Pascasarjana.
  2. Verifikasi dan Validasi data : tahap ini adalah mengumpulkan seluruh data untuk di verifikasi dan di validasi sesuai dengan fakta penyelenggaraan akademik di lingkungan Sekolah Pascasarjana.
  3. Pengecekan Konsistensi Data : dalam tahap ini memastikan akurasi data antara Badan Pengelola Sistem Informasi data universitas, Badan Penjaminan Mutu dengan data yang dimiliki Sekolah Pascasarjana.
  4. Analisis Data : Tahap ini adalah menganalisa antara data dengan ketercapaian antara visi, misi, strategi dan indikator yang ditetepkan oleh Sekolah Pascasarjana.
  5. Identifikasi Akar Masalah : Tahap ini mengukur ketercapaian target Sekolah Pascasarjana dengan ketercapaian untuk mengetahui masalah yang dihadapi Sekolah dalam mencapai visi, misi, tujuan,dan sasaran.
  6. Penerapan Strategi Pengembangan : Berdasarkan lima tahap di atas, pada tahap ini merumuskan strategi baru untuk mengoptimalkan pencapaian kinerja Sekolah Pascasarjana.

Dalam melakukan tahapan-tahapan kerja di atas, Tim Laporan Evaluasi Diri membuat jadwal kerja seperti tabel di bawah ini :

Tabel 2.  Agenda Penyusunan

NO KETERANGAN JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER
1. Rapat Pimpinan Sekolah Pascasarjana dengan Koordinator Program Doktor Ilmu Politik: Persiapan dan Koordinasi Re Akreditasi
2. Rapat Pimpinan Sekolah Pascasarjana : Penetapan Tim LED dan LKPS dan pembagian kerja
3. Mengusulkan SK Rektor tentang Tim Penyusun LED dan LKPS Re-Akreditasi Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS
4. Pengajuan Anggaran Penyusunan LED dan LKPS  Re-Akreditasi Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS
5. Pengumpulan data LED dan LKPS  Re-Akreditasi Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS
6. Rapat Koordinasi Tim Penyusun LED dan LKPS  Re-Akreditasi Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS 8
7. Rapat Koordinasi Tim Penyusun LED  Re-Akreditasi Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS 14
8. Rapat Evaluasi  Tim LED

(Tgl. 21 Ags 2019 Tim LED menyerahkan hasil masukan )

30
9. Revisi Penyusunan LED dan LKPS  Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS
10. Rapat Evaluasi   dan  Sosialisasi  Draft LED dan LKPS  Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS 6
11. Revisi  Draft LED dan LKPS  Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS
12 Rapat Tim Teknis   25
13 Finalisasi LED dan LKPS  Program S-3 Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana UNAS dengan Pimpinan UNAS 30
14. Submit Sapto  

 

BAB II.LAPORAN EVALUASI DIRI

A. KONDISI EKSTERNAL

Sekolah PascasarjaUniversitas Nasional keberadaannya yang senantiasa selalu mengabdikan diri pada masyarakat berdasarkan pada Surat Keputusan Rektor Universitas Nasional No. 70 Tahun  2009 tentang Pendirian Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Hak hidup tersebut hanya akan kekal dan membawa hasil yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, jika Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional selalu berpijak pada nilai-nilai agama dan budaya Indonesia yang intisarinya tercermin dalam Pancasila.

Jika Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional bersatu dasar dan bertunggal corak budaya dengan masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya, maka Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional akan hidup berdampingan dengan institusi lain, dalam kesetaraan dan perdamaian berdasarkan atas nilai-nilai luhur Pancasila yang tercermin dalam kebudayaan bangsa Indonesia seluruhnya.

Prinsip Dasar: a)Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik.; b)Universalitas dan objektifitas   ilmu pengetahuan mencapai kenyataan dan kebenaran;c).Kebebasanakademikdilaksanakandenganhikmah danbertanggungjawab;Keberadaban, kemanfaatan, kebahagiaan, kemanusiaan, dan   kesejahteraan; d) Pendidikan pascasarjana yang unggul.dalam bidang tertentu (ilmu-ilmu politik dan Biologi Konservasi dan Lingkungan Hidup). Khusus untuk S3 Ilmu Politik, merupakan satu-satunya program Doktor dari perguruan tinggi yang ada di Jakarta;e) Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas; f) Desentralisasi administrasi mendukung sentralisasi akademik Universitas Nasional: g) Mengedepankan karakter dan integritas; h) Efisiensi dalam pengelolaan; i) Berwawasan kebangsaan dan kemajuan global;j) Berjejaring secara nasional dan internasional guna menambah wawasan ilmu pengetahuan global yang didukung oleh pembelajaran selain on-site juga berbasis Cyber; k) Konsistensi  pencapaian  dan  peningkatan  standar  perguruan  tinggi  bermutu nasional.

Kondisi eksternal pada lingkungan makro baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional hadirnya sejumlah isu penting dalam bidang ilmu IPTEKberimplikasi kepada tantangan serta konsekuensi terhadap UPPS dan PS yangmencakup aspek politik, ekonomi, kebijakkan, dan  sosial budaya yang kesemuanya perlu menjadi pertimbangan untuk perbaikan dan pengembangan kurikulum berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakat.

Pada aspek politik, perkembangan demokrasi dan sistem politik bernegara yang sangat dinamis memerlukan perhatian serius dari perguruan tinggi.  Dalam konteks ini, Sekolah Pascasarjana mengembangkan pendidikan yang memberikan penguatan untuk kapasitas dalam pemahaman politik yang mampu melakukan inovasi dalam memperbaiki sistem melalui pengembangan SDM, kebijakan, sarana dan prasarana.  Aspek ekonomi, Indonesia saat ini membutuhkan perhatian besar dalam konteks pengembangan ekonomi terutama kemandirian, dalam konteks ini Sekolah Pascasarjana dituntut untuk mampu memberikan kontribusi pemikiran  melalui sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan negara dan masyarakat.

Pada aspek sosial budaya, Indonesia yang begitu luas dan besar sebagai suatu negara memiliki potensi sosial budaya yang demikian besar untuk mempengaruhi pembangunan negara.  Dalam konteks ini,  Sekolah Pascasarjana dituntut untuk berperan serta untuk memanfaatkan potensi tersebut melalui sistem pengajaran akademik yang strategis.  Kesemua aspek yang telah dijelaskan tersebut secara langsung relevan mempengaruhi keberadaan UPPS dan PS dalam menyelenggarakan pendidikan akademik sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan tuntutan peran serta ditingkat internasional.

Dunia pendidikan dituntut untuk melakukan perubahan, inovasi, kreativitas, pada satu satu sisi telah menciptakan daya saing dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi dengan melakukan transformasi ilmu dan teknologi serta manajemen yang semakin profesional, pemanfaatan TIK, peningkatan  kualitas sumber daya manusia berbasis pada keahlian (Skill).Kemudian  perguruan tinggi juga dituntut untuk menciptakan kemandirian, ber-orientasi pada perubahan (changes), maju (modern) dengan manajemen sesuai dengan standar yang mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat pengguna.

Dalam konteks kondisi eksternal pada lingkungan mikro, sebagai universitas unggulan, UNAS mencirikan bahwa lulusan UNAS memiliki tanggungjawab untuk ikut memecahkan berbagai persoalan bangsa Indonesia, dengan kemampuan daya saing yang tinggi, mampu bekerjasama pada tingkat manapun dengan keunggulan yang dimiliki.

UNAS sebagai salah satu perguruan swasta tertua di Indonesia sejak tahun 2017 memperoleh akreditasi A dari BAN PT, ini merupakan prestasi sekaligus modal akademik yang harus dipertahankan. Sebagai universitas yang berpegang pada nilai-nilai universal, maka strategi penyelenggaraan pendidikan ber-orientasi kepada pengembangan ilmu dan teknologi yang berintegritas. Unas juga diberikan penghargaan oleh LLPDIKTI Wilayah III sebagai 100 Perguruan Tinggi Non Vokasi Terbaik berdasarkan penelitian Kemenristekdikti tahun 2019 (No. B/305/I.3/KL.02.02/2019), dan tahun 2019 mendapatkan penghargaan 15 universitas terbaik di lingkungan LLPDIKTI Wilayah III DKI tahun 2019. Tahun 2018, UNAS dan salah satu Dosen Prodi Magister Biologi telah mendapatkan penghargaan dari Kemenristekdikti sebagai Universitas swasta dan Peneliti terbaik dalam bermitra kerja dengan penelitian asing. UNAS juga menempati urutan 98  dalam daya saing menurut Kemenristekdikti tahun 2019.

Sekolah Pascasarjana bagian yang tidak terpisahkan dari Universitas Nasional berupaya dapat memetakan posisi dalam menentukan arah pengembanganpada masa kini dan masa datang berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Universitas Nasional (2005-2030) dan Renstra Pasca.Pemetaan posisi secara mikro dimaksudkan untuk mengambil langkah dengan mempertimbangkan potensi, kendala, peluang serta ancaman.

Untuk mewujudkan kondisi di atas, implementasinya diselenggarakan dalam lingkup Tridharma yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakan melalui berbagai kerjasama, baik nasional maupun internasional, yang kegiatan memiliki keterkaitan dengan program studi yang adadi lingkungan UPPS. Berbagai kegiatan yang dimaksud yakni; Pertama: menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional di bidangnya. Kedua, mengembangkan dan menyebarluaskan  ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kesejateraan masyarakat, kemandirian, serta daya saing baik pada tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Kondisi eksternal mikro, tingkat lokal dan nasional bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi di tanah air.Berdasarkan data yang kami dapat, jumlah peminat yang mendaftar ke perguruan tinggi tahun 2019 adalah 714.652 peminat (youthmanual.com). Jumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia sebanyak 372 PTN, dan 3.940 perguruan tinggi swasta (kelembagaan.ristekdikti.go.id). Animo masyarakat yang melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang Pasca Sarjana tahun 2010 berjumlah 20.000 orang (edukasi.kompas.com), tentu animo ini diperkirakan semakin meningkat jumlahnya mengikuti jenjang pendidikan tinggi. Hal ini dapat dianalisis: pertama, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendapatkan pendidikan yang baik dan setinggi mungkin semakin meningkat serta menjadi bagian dari kebutuhan dasar peningkatan pengetahuan serta status sosial (social status); kedua,adanya korelasi kebutuhan dan tuntutan perlunya peningkatan jenjang pendidikan tinggi, khususnya program Pasca Sarjana dengan karir dan promosi jabatan ditempat kerjanya; ketiga, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, baik ditingkat global, nasional, maupun lokal dalam beberapa tahun terakhir perkembangan semakin maju, dan sejahtera. Perkembangan infromasi dan teknologi demikian maju dan cepat, memberikan kemudahan serta merubah cara pandang (mind set) masyarakat, bahwa perlunya mendapatkan akses pendidikan yang cukup.

Sekolah Pasca Sarjana selain meningkatkan sarana dan prasarana, sumberdaya manusia, tata pamong, pengembangan kurikulum pendidikan, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membangun jejaring dengan berbagai mitra, juga mengembangkan jumlah program studi baik pada jenjang magister maupun Doktor secara bertahap dan terencana. Pengelola  memiliki tugas sebagai representasi program studi dalam hubungan dengan pihak eksternal. Selain itu pengelola juga mewakili kepentingan program studi ketika berhubungan dengan unit kerja lainnya. Dalam melakukan aktivitas kepemimpinan publik, ketua program studi selalu menjalin hubungan dan kerjasama dengan berbagai institusi untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai hasil kerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi  merupakan hasil dari aktivitas kepemimpinan publik yang telah diwujudkan dalam bentuk kerjasama dengan pemerintah dan perguruan tinggi.

Kondisi internal Sekolah pascasarjana Universitas Nasional dikelola dengan mengintegrasikan kajian politik dan administrasi publik, manajemen, hukum dan lingkungan hidup yang dicerminkan dalam pelaksanaan oleh 6 program studi. Pelaksanaan program diselenggarakan secara efisien dan mandiri yang memanfaatkan jejaring nasional maupun internasional untuk bekerjasama dalam meningkatkan ilmu pengetahuan sesuai Renstra dan Renop. Pimpinan dan dosen Sekolah Pascasarjana telah mewujudkan partisipasi dan perannya dalam masyarakat luas antara lain  dijelaskan sebagai berikut:

  1. Dr. Maswadi Rauf, MA, sebagai assesor BAN-PT: Narasumber di berbagai Ruang Publik, antara lain: Media Cetak, Media Elektronik dan di berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi;
  2. Firdaus Syam, MA., PhD, sebagai: assesor BAN-PT; Penghargaan Wesesa Utama selaku Penatar Tingkat Nasional Bela Negara dari Dewan Pertahanan Nasional (WANTANAS) tahun 2019; Narasumber di berbagai Ruang Publik, antara lain: Media Elektronik (antara lain Trans TV, CNN, TVRI, TV One, Radio Elshinta, Radio Dakta) Media Cetak; selaku pakar di Kementrian Dalam Negeri, Pemda DKI terkait,diberi kepercayaan sebagai Anggota Pakar Majelis KAHMI Nasional, Anggota Pakar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) Dewan Pimpinan Pusat;  Ketua Majelis Siasah (Majelis Politik) Pimpinan Pusat Serikat Islam. Dewan Pembina Yayasan Nurul Jihad; Dewan Pembina SILAT BEKSI, DKI; Sebagai Narasumber di Megawati Institut, dan Akbar Tanjung Institut (ATI);
  3. TB. MassaDjafar, M.Si: Pengurus Asosiasi Ilmu Politik (AIPI) DKI Jakarta; Anggota Tim Pengkajian Isu-isu Aktual di Wilayah Propinsi DKI Jakarta; Sebagai Narasumber/Pakar kajian-kajian politik di lingkungan instansi Pemda DKI Jakarta dan di berbagai perguruan tinggi;
  4. M. Alfan Alfian M., M.Si: sebagai Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Nasional KAHMI; Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah; Anggota Dewan Siyasah Dewan Pengurus Pusat Syarikat Islam, Koordinator Alumni Universitas Muhammadiyah Malang di Jakarta, Anggota Lembaga Pengkajian MPR-RI; Kepala Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa Akbar Tanjung Institute (ATI); Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI; Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial; Ketua Pelaksana Harian Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS); Pengurus Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta. Narasumber kajian politik di instansi pemerintah, media dan publik. Menulis ulasanpolitik di media massa (Kompas, Republika, Koran Sindo, dan sebagainya). Narasumberdi stasiun televisiMetro TV, TV One, dan Kompas TV);
  5. I Made Adnyana, SE., MMsebagai Ketua Program Studi Manajemen (Magister Manajemen /MM), sebagai bandahara Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI), anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Ketua Rukun Tetangga 007 Rukun Warga 017 Kelurahan Duren Sawit Jakarta Timur, sebagai Wakil DKM Masjid Al-Hikmah Duren Sawit Jakarta Timur, narasumber dibidang keuangan Badan Hukum Yayasan seluruh Indonesia, Manajer SDM PT. Agro Mandiri sekaligus sebagai pemegang saham;
  6. Rusman Ghazali, M.Si:Ketua Persatuan Sarjana Administrasi Negara DKI Jakarta (Persadi), Ketua KONI Bidang Kesejahteraan, Ketua Koperasi Mina Rizki Abadi, Asisten Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Staf Ahli Badan Legislasi DPR RI, Aktif menulis artikel dalam Harian Kompas, Republika, Media Indonesia, Koran Sindo, Harian Jakarta, Majalah Gatra. Narasumber Pembangunan di Media Elektronik TVRI dan Kompas TV;
  7. Rumainur, SH, MH; Tenaga Ahli Komisi VI DPR RI, Anggota Majelis Pengawas Notaris Daerah Jakarta  Selatan, Saksi Ahli bidang Ketenagakerjaan pada Pengadilan Hubungan Industrial, Ketua Umum Persatuan Perantau Tujuh Lurah Koto Rantang Sepakat,Pengabdian Kepada Masyarakat di daerah seperti di Riau, Sumatera Barat dan Banten.  Publikasi Artikel Ilmiah beberapa Jurnal baik Luar Negeri maupun dalam Negeri yaitu di Malaysia dan Thailand, Sebagai Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) di Malaysia dan Thailand serta Nasional;
  8. Tatang Mitra Setia, M.Si; sebagai Vice Chaiman Indonesia Comittee for Nagao Scholarship; Pengurus Perhimpunan Biologi Indonesia. Ketua Bidang Keanekaragaman Hayati;Reviewer Proposal Hibah Kemenristekdikti; Reviewer Proposal Hibah Kemenristekdikti bersertifikasi SNI ISO/IEC 17024:2012; Reviewer Jurnal Hayati; Kompetensi Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan;
  9. Robi Nurhadi, M.Si; Sekretaris MUI Provinsi DKI Jakarta, Direktur Madani Institute, Narasumber di berbagai Media Cetak dan Elektronik (al. Radio Elshinta);
  10. Dr. Kausar AS, M.Si; sebagai: Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue otonomi daerah di berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi;
  11. Dr. Djoharmansyah Djohan, MA, sebagai: Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue otonomi daerah dan ilmu pemerintahan di berbagai instansi pemerintah dan perguruan tinggi, Pejabat Gubernur Riau;
  12. Dr. Lijan Poltak Sinambela, M.Si, sebagai: assesor BAN-PT; sebagai RektorUniversitas Satya Negara Indonesia, Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue masalah sosial dan administrasi publik  di instansi pemerintah, Reviewer Beban Kinerja Dosen; Reviewer Berbagai Jurnal PTS;
  13. Sigit Rohadi, M.Si, sebagai assesor BAN-PT; Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue masalah sosial dan administrasi publik  di berbagai instansi pemerintah, media elektronik dan perguruan tinggi;
  14. Erna Ernawati Chotim, M.Si: sebagai Konsultan/Narasumber terkait masalah sosial, pemberdayaan perempuan dan masyarakat di berbagai instansi, media cetak maupun elektronik;
  15. Dr. Askin, SH, MH, sebagai: Hakim MK; Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue masalah hukum  di berbagai instansi pemerintah, swasta dan perguruan tinggi;
  16. Ir Retno Widowati, M.Si; sebagai Asesor BAN PT, Wakil Ketua Yayasan Damar yang bergerak di bidang pendidikan dan social, Reviewer Beban Kinerja Dosen, Reviewer Proposal Hibah Kemenristekdikti, Reviewer Jurnal Prolife, Anggota Tim Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Sains dan Matematika, Pengurus Perhimpunan Biologi Indonesia. Ketua Bidang Hubungan Kerjasama;
  17. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si; sebagai Ketua Pusat Pengkajian Islam Universitas Nasional, International Religion and Conservation, sebagai Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue lingkungan dan religi di berbagai lembaga pemerintah, lembaga internasional, lembaga keagamaan, narasumber  media cetak dan media elektronik antara lain Metro TV dan media cetak Harian Kompas.  Sebagai Visiting Lecturer Univiersity Kebangsaan Malaysia (UKM) terkait Conservation dan religion;
  18. Sri Suci Utami Atmoko, sebagai Konsultan/pakar/narasumber yang terkait issue konservasi dan keanekaragaman hayati dan Primata di berbagai lembaga pemerintah, lembaga internasional, dan perguruan tinggi, media elektronik Metro TV, Daai TV, dan media cetak harian Kompas dan Media Indonesia. Pengurus Forum Orang Utan Indonesia (Forina),  Pengurus Perhimpunan Pemerhati, Peneliti, dan Ahli Perimata Indonesia (Perhapi),   Tenaga Ahli Dirjen KSDAI KLHK Kemeterian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Konsultan Ilmiah Orang Utan BBC TV dan National Geoghrapic TV;
  19. Dedy Darnaedi; sebagai Anggota Panel, Member of Expert Panel-Interdisciplinary Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (MEP-IPBES), 2013-2014, Board Member on Man and The Biosphere Reserve, MAB-UNESCO, 2006-2009, Chairman of Flora Malesiana (Flora South East Asia) Foundation, 2002-2013, National Focal Point, Global Taxonomy Initiative (GTI/CBD), 2000-2008, Plant Science Committee, SSC-IUCN, Pendiri Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), bersama mantan wakil Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri th 2000), Pendiri Yayasan Bina Sain Hayati Indonesia (YABSHI) th 1990;
  20. Prof Dr. Endang Sukara; sebagai Chair of the Jurie for UNESCO – L’Oreal Fellowship Women, Member of Expert Selection Committee COSMOS PRIZE Japan, Member of Selection Committee Track Tenure Recruitment Program Hiroshima University Japan, , Member Of the Bureau of the Intergovernmental Bioethic Comission UNESCO, External reviewer Global Center of Excellent under the auspice of Japan Society for the Promotion, Advisory Committee Member for the development of strategic research collaboration program between Indonesia (LIPI/FORDA/ITB) and US (University of California Davis/UC Berkeley/UC San Francisco) on Biodiversity Survey for Health and Energy Solution funded by NIH, External Reviewer to the Research Institute of Sustainable Humanosphere Kyoto University – Japan, Member to the International Coordinating Council MAB UNESCO.  Terkait penelitian semua terintegrasi dengan fokusdan roadmap yang telah ditetapkan di Universitas Nasional (Gambar 1).

Gambar1.  Diagram Lingkaran Arus Perubahan dan KemampuanSekolah Pascasarjana

Agenda penelitian Universitas Nasional untuk tahun 2016-2020 akan difokuskan pada tujuh7 (tujuh) bidang unggulan penelitian, yaitu: 1).Kajian Wilayah Perbatasan dan Pulau Pulau Terpencil;2)Kajian Kelautan dan Wilayah Pesisir;3)Kajian Masalah Perkotaan; 4)Kajian Konservasi dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Indonesia; 5)Kajian Ramah Lingkungan berbasis religi dan kearifan loka; 6)lKajian Politik Lokal; 7)Ketahanan Nasional. Ketujuh bidang unggulan tersebut diimplementasikan dalam beberapa fokus penelitian berupa topik unggulan (Tabel 3).

Tabel 3. Bidang Unggulan Penelitian

  Bidang Unggulan Fokus Penelitian/Topik Unggulan
1 Kajian Wilayah Perbatasan dan Pulau Pulau Terpencil 1.1. Kebijakan pembangunan wilayah perbatasan dan pulau pulau terpencil
1.2. Konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di wilayah perbatasan dan pulau pulau terpencil
2 Kajian Kelautan dan Wilayah Pesisir 2.1. Kebijakan pembangunan maritim
2.2. Pengembangan potensi biota laut untuk meningkatkan perekonomian indonesia secara berkelanjutan (makroalga, lamun, teripang, gastropoda)
3 Kajian Masalah Perkotaan 3.1. Biodiversity Crisis in Urban Environment
3.2. Ruang Terbuka Hijau perkotaan berbasis buah lokal
3.3. Konservasi keanekaragaman hayati burung di perkotaan
4 Kajian Konservasi dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Indonesia 4.1. Konservasi primata Indonesia
4.2. Konservasi dan pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia
4.3. Konservasi dan pemanfaatan jamur makro Indonesia
4.4. Konservasi keanekaragaman kupu-kupu
5 Kajian ramah lingkungan berbasis religi dan kearifan lokal 5.1. Haji Ramah Lingkungan
5.2. Ekopesantren
6 Kajian Politik Lokal 6.1.Pemerintahan Daerah
6.2. Demokrasi lokal
 6.3. Kepemimpinan lokal
7 Kajian Ketahanan Nasional 7.1. Ketahanan pangan
7.2. Ketahanan energi
7.3. Ketahanan sosial budaya
  1. PROFIL UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI
  2. Sejarah Unit Pengelola Program Studi

Keberadaan Sekolah Pascasarjana berawal dari berdirinya Program Pascasarjana Ilmu Politik tahun 1999, dengan ijin penyelenggaraan No.190/DIKTI/KEP/1999.  Kemudian atas dasar SK Rektor Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendirian Sekolah Pascasarjana, disebutkan bahwa semua  program  pascasarjana, baik Program Magister maupun Program Doktor, berada di bawah satu atap yaitu Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

  1. Organisasi dan Tata Kerja

Struktur Organisasi Sekolah Pascasarjana bersifat sederhana dan fleksibel, dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan tanpa kehilangan koordinasi. Penempatan staf pada setiap unit struktur berdasarkan kapasitas dan kapabilitasnya dilaksanakan secara transparan. Direktur  dalam menjalankan tugas dibantu oleh seorang Wakil Direktur. Terdapat Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur.  P3M mewadahi kegiatan penelitian, pemberdayaan masyarakat serta pengabdian kepada masyarakat.  Hubungan Direktur dengan Wakil Direktur dan unit-unit yang lain serta pelayanan administrasi kepada mahasiswa dilayani oleh Tenaga Kependidikan bagian Tata Usaha. Tata Usaha dipimpin oleh Kepala dibantu oleh Staf.Terdapat Unit Penjaminan Mutu (UPM) di tingkat Sekolah Pascasarjana.

Struktur Organisasi Sekolah Pascasarjanamenempatkan staf pada setiap unit struktur berdasarkan kapasitas dan kapabilitasnya dilaksanakan secara transparan.Organisasi Sekolah Pascasarjana terdiri atas: a) Senat Sekolah Pascasarjana; b) Pimpinan Sekolah Pascasarjana: Direktur dan Wakil Direktur; c) Pimpinan pelaksana  akademik: Ketua-ketua dan Sekretaris-Sekretaris Program Studi; d) Unsur pelaksana teknis: Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Perpustakaan/Ruang Baca, kelompok dosen; e) Unsurpenunjang: Unit Penjaminan Mutu (UPM) Sekolah Pascasarjana; f) Unsur pelaksana administrasi: Kepala Tata Usaha.  Terkait dengan struktur organisasi Sekolah Pascasarjana dapat dilihat dalam bagan organisasi dibawah ini :

Gambar 2. Struktur Organisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional

  1. Mahasiswa dan Lulusan

Jumlah mahasiswa Sekolah Pascasarjana hingga saat TS(2018/2019) berdasarkan aplikasi academic online system Universitas Nasional berjumlah 1.185 orang, jika dibandingkan dengan TS-4 (2014/2015) berjumlah 678 orang,terjadi kenaikan sangat signifikan dengan kisaran 174,7 % (lihat gambar 3). Beberapa prestasi dapat dicapai oleh mahasiswa dalam bentuk : a. beasiswa mahasiswa berprestasi, b. Mendapatkan sertifikat Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dari Universitas.  Mahasiswa yang memiliki prestasi monumental dki lingkungan  Sekolah Pascasarjana antara lain : mendapatkan penghargaan kader lingkungan hidup tingkat di DKI Jakarta pada tahun 2017.  Selain itu kinerja para lulusan dari program studi khususnya Program Doktor Ilmu Politik untuk penekanan yang lebih spesifik adalah mengkaitkan Ilmu Politik dengan bidang kerja masing-masing lulusan.

Gambar 3.  Grafik Perkembangan Jumlah Mahasiswa (dlm 5 tahun terakhir)

Kelulusan mahasiswa Sekolah Pascasarjana mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari TS-4 (2014/2015) sebanyak 123 orang lulusan dan pada TS (2018/2019) sebanyak 830, kenaikan mencapai 674 % (lihat gambar 4).

Gambar 4. Grafik Perkembangan Jumlah Kelulusan (dlm 5 tahun terakhir)

  1. Dosen dan Tenaga Kependidikan

Dosen Tetap di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional ada sejumlah 51 orang dengan jabatan fungsional antara lain:, Guru Besar = 15 orang, Lektor Kepala= 22 orang,  Lektor= 5, Asisten Ahli = 2 orang, dan dosen tanpa jabatan akademik  = 7 orang. Dosen diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktur setelah mendapatkan pertimbangan dari Ketua Program Studi. Tugas pokok dosen adalah melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Setiap dosen berkewajiban melaksanakan kegiatan perkuliahan secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap dosen tetap berkewajiban melaksanakan beban tugas minimal 12 (dua belas) sks dan maksimal 36 (tiga puluh enam)  sks setiap minggu. Setiap dosen tidak tetap melaksanakan beban tugas maksimal 12 (dua belas) sks setiap minggu. Setiap dosen tetap berkewajiban melakukan kegiatan penelitian minimal 1 (satu) penelitian setiap semester;

Dosen tetap berkewajiban mempublikasikan hasil penelitiannya minimal 1 (satu) publikasi setiap tahun. Dosen berhak memperoleh gaji, honorarium, dan insentif sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan universitas

Beberapa Dosen di lingkungan Sekolah pascasarjana Universitas Nasional memiliki penghargaan nasional antara lain : a. mendapatkan penghargaan Kemenristek DIKTI sebagai peneliti terbaik mitra kerja peneliti asing tahun 2018 atas nama Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si; b. Mendapatkan penghargaan Wisesa Utama sebagai Penatar Bela Negara Tingkat Nasional tahun 2019 dari Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas) atas nama Drs. Firdaus Syam, MA., PhD; c) Mendapatkan penghargaan Dosen Terbaik ke III tingkat Kopertis Wilayah III Tahun 2017 atas nama Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si.Ditingkat internasional : a. Mendapat penghargaan masuk dalam nominasi Peneliti Indonesia Terbaik atas nama Dr. Sri Suci Utami, M.Si; b. Sebagai Editor International Journal of Islamic Thought (Universiti Kebangsaan Malaysia) atas nama Dr. Robi Nurhadi, M.Si; c) Sebagai  reviewer Journal Sociology and Social Policy Terindeks Scopus Q.3 atas nama Dr. AF. Sigit Rochadi, M,Si; d) Sebagai reviewer Journal  Religion and Spirituality in Society Q.2 atas nama Dr. Aris Munandar, M.Si.

  1. Keuangan, Sarana, dan Prasarana

Manajemen keuangan di Universitas Nasional bersifat sentral dan Sekolah Pascasarjana dapat mengajukan segala kebutuhan operasional dan kegiatan Tri dharma Perguruan Tinggi ke pada Universitas. Pengajuan anggaran oleh Sekolah Pascasarjana sesuai dengan usulan dan kebutuhan dari setiap progi yang dikelola.Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional memiliki sarana dan prasarana yang terdapat di dalam Gedung Menara 1 Universitas Nasional Jl. RM Harsono No. 1 Ragunan Jakarta Selatan dengan fasilitas antara lain : a). Ruang Akademik  yang meliputi ; Ruang Perkuliahan, Ruang seminar, Ruang Sidang, Ruang Perpustakaan, Labroatorium Cyber*, Ruang Sentral Pelayanan Akademik b). Ruang Perkantoran meliputi ; Ruang Yayasan, Ruang Pimpinan Sekolah Pascaasarjana dan Program Studi, Ruang Sekretariat (tata usaha), , Ruang Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Ruang Unit Penjamian Mutu (UPM). c). Sarana Pendukung.

Berikut ini secara rinci mengenai jumlah sarana yang tersedia sebanyak : 48 ruang yang terdiri dari Ruang Yayasan, Ruang Unit Penjamian Mutu (UPM), Ruang Sidang, Ruang Server, Ruang Sentral Pelayanan Akademik (SPA), Ruang Seminar, Ruang Sekretariat (Tata Usaha), Ruang Rapat, Ruang Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Ruang Pos Penjaga Keamanan, Ruang Pimpinan Sekolah Pascasarjana 2, Ruang Pimpinan Program Studi 6, Ruang Perpustakaan, Ruang Pendaftaran, Ruang Pantry/OB 2, Ruang Mekanik, Ruang Kelas Perkuliahan 19, Ruang Ibadah (Musholla), Ruang Guru Besar 2, Ruang Gudang Arsip, Ruang Dosen, Ruang Laboratorium Cyber*, Lobby; kemudian dilengkapi dengan  Sarana pendukung antara lain Café, Kantin, lift, tangga darurat, hydrant, toilet, Parkir, Taman, wifi, komputer dan infocus.

  1. Sistem Penjaminan Mutu

Implementasi Sistem Penjaminan Mutu sesuai dengan kebijakan, organisasi, instrumen yang dikembangkan di tingkat perguruan tinggi, serta monitoring dan evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjutnya. Di Tingkat Universitas telah ditetapkan berdasarkan : 1) SK Rektor No. 33 Tahun 2008 tentang Pendirian Badan Penjamian Mutu Universitas Nasional;2) SK Rektor No. 215 tahun 2016 tentang Pemberlakuakn Revisi Dokumen Sistem Penjaminan Mutu internal di lingkungan Universitas Nasional; 3) SK Rektor No. 255 Tahun 2015 tentang Pemberlakuan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan Universitas Nasional. 4) SK Rektor No. 171 Tahun 2018 Pengangkatan Ketua Unit Penjaminan Mutu di Lingkungan Universitas Nasional. 5) SK Rektor No. 64 tahun 2019 tentang Pergantian Ketua Unit Penjamian Mutu di Lingkungan Universitas Nasional.

Adanya Badan Penjaminan Mutu (BPM) di tingkat Universitas dan Unit Penjaminan Mutu (UPM) ditingkat Fakultas atau Sekolah Pascasarjana, maka deskripsi tugas dan tanggung jawab seluruh kegiatannya dapat dijelaskan dengan siklus PPEPP yang dilakukan oleh UPPS atas penyelenggaraaan program studi, termasuk pengakuan mutu dari lembaga audit eksternal, lembaga akreditasi, dan lembaga sertifikasi.

  1. Kinerja Unit Pengelola Program Studi dan Program Studi

Sistem tata kelola Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional dilandasi oleh prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance), yaitu: a) Kredibel, kebijakan akademik diselenggarakan dengan senantiasa mengedepankan kualitas input, proses dan output, khususnya untuk mencapai sasaran mutu Sekolah Pascasarjana. b) Transparan, kebijakan akademik diselenggarakan secara terbuka, didasarkan pada tatanan dan aturan yang jelas, yang senantiasa berorientasi pada rasa saling percaya untuk terselenggaranya suasana akademik yang kondusif dan menjamin terwujudnya sinergi. c) Akuntabel, penyelenggaraan akademik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan secara ilmiah, terbuka, dan senantiasa mengacu pada perkembangan keilmuan yang mutakhir dan dinamis. d) Bertanggungjawab, yaitu bahwa semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan kebijakan dan kehidupan akademik taat hukum yang berlaku yang penegakannya dijamin oleh negara. e) Adil, yaitu bahwa kebijakan akademik diselenggarakan atas dasar persamaan hak untuk menjamin terciptanya lingkungan akademik yang egaliter.              

Sistem tata kelola, tercermin dalam struktur organisasi dan mekanisme kerja yang tak terpisahkan dari Universitas Nasional. Struktur organisasi dan mekanisme berdasarkan peraturan yang dibuat melalui Rapat Senat dan Rapat Pimpinan dalam lingkup Sekolah Pascasarjana bersama Universitastertuang dalam SK Direktur Sekolah PascasarjanaNomor 01 Tahun 2010 tentang Sistem Tata Pamong Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Tabel 5. Capaian dan Luaran yang Paling Diunggulkan dari UPPSdan Program Studi.

 

No. Capaian Pengelola Program Studi: Spesifik Dimensi Capaian Program Umum
1 Mampu mengidentifikasi, menganalisis, kritis dan tanggap dan mendapatkan solusi terhadap permasalahan politik, administrasi publik, hukum, manajemen, dan lingkungan, serta mampu dalam pengembangan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Penguasaan bidang keilmuan
2 Mampu Menghasilkan produk penelitian berkualitas. Berpikir kritis dan taat kaidah ilmiah
3 Mampu mengakses informasi dan berkomunikasi secara internasional sebagai upaya memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia dalam koridor pengembangan karir professional Kecakapan menggunakan teknik dan perangkat komputasi serta kemampuan berjejaring
4 Menunjukkan komitmen terhadap etika, moral dan perilaku professional di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari. Berkepribadian sikap, moral dan berintegritas
5 Mampu mengidentifikasi dan  merancang  serta berkomunikasi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) Komunikasi yang efektif
6 Mampu bersikap sebagai cendekiawan dengan senantiasa menegakkan kode etik ilmiah dalam kegiatan diseminasi dan publikasi. Kaidah keilmuan
7 Mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif melalui penelitian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang keahliannya, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajian berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis atau bentuk lain yang setara, dan diunggah dalam laman perguruan tinggi, serta makalah yang telah diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi atau diterima di jurnal internasional Kepemimpinan dan kolaborasikerja lintas disiplin
8 Mampu menerapkan keterampilan kewirausahaan sesuai bidang ilmu dalm kegiatan wirausaha untuk meningkatkan pendapatan Cakap berwirausaha dan kecendikiawanan
Mengacu pada Visi dan Misi Universitas Nasional Capaian Pembelajaran yang menjadi ciri khas, lulusan  memiliki Karakter dan Integritas sebagai acuandalam merancang Capaian Pembelajaran. Rumusan Capaian Pembelajaran adalahWajib  memiliki : 1). Berkarakter dan menjunjung tinggi integritas moral; 2) Profesional berbasis keilmuan prodi; 3) Memiliki kemampuan manajerial; 4) Memiliki kemampuan bahasa internasional (Inggris); 5) Memiliki interpersonal skill; 6) Memiliki kemampuan mengembangkan karir profesional; 7) Memiliki kemampuan kewirausahaan; 8) Memiliki kemampuan untuk menerapkan prinsip anti korupsi dan tidak menyalahgunakan narkoba dalam peningkatan karir professional; 9) Memiliki kemampuan untuk menjaga, melestarikan dan memanfaatkan SDA dan lingkungan; 10) Memiliki kemampuan untuk mengembangkan bidang peminatan bakat olahraga dan seni bagi mahasiswa yang memiliki talenta atau human interest.

C. KRITERIA

C.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi

1. Latar Belakang

Sekolah Pascasarjana memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam pengembangan dunia akademik guna mencapai kemampuan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang mumpuni dan penuh tanggung jawab.  Dalam merumuskan visi, misi, dan startegi pencapaian membangun sarjana yang berkarakter, integritas moral yang tinggi, profesional sesuai dengan program studi yang dikembangkan.  Lulusannya memiliki skill manajerial, bahasa, kemampuan mengembangkan karir,  memiliki jiwa kewirausahaan , kejujuran serta kemampuan menjaga kelestarian lingkungan dan kemanfaatan SDA dan SDM.Dalam proses pembinaan untuk memayungi kegiatan program studi di lingkungannnya secara berkelanjutan (sustain)  membina dan mendorong peningkatan akreditasi kepada tingkat  tertinggi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas para civitas akademik serta sarana pendukungnya.

2. Kebijakan

Dokumen formal kebijakan mencakup mengenai penetapan Visi, Misi, Tujuan, dan SasaranSekolah Pascasarjana berdasarkan : a) SK Rektor Universitas Nasional No. 119 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) Universitas Nasional Tahun 2005-2030;b) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan Statuta Universitas Nasional  (Pasal 7,Pasal 8, dan Pasal 9);c) Renstra Universitas Nasional tahun 2015-2020; d) SK Rektor No. 17 Tahun 2017 perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana; e) Penetapan Renstra Sekolah Pascasarjana Tahun 2018-2022 melalui SK Direktur No. 14 B Tahun 2017.

Visi,Misi, Tujuan dan Sasaran  Universitas Nasional adalah:

Visi

Menjadi universitas unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masuk 10 (sepuluh) besar Universitas swasta terbaik di Indonesia dalam tata kelola pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah pada tahun 2020.

Misi

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan bertaraf nasional yang dapat bersaing di tataran global;b) Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidangnya dan menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja sevara nasionaldan internasional, c) Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkontribusi kepada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kancah nasional dan internasional; d) Menyelenggarakan tata kelola organisasi universitas secara transparan, adil, bertanggungjawab, dan kredibel yang mengacu kepada kebijakan pendidikan nasional; e) Membangun jejaring nasional dan internasional untuk memperluas dan memperdalam kerjasama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Tujuan

a)Terselenggaranya penddikan bertaraf  nasional yang dapat bersaing di tataran global; b) Dihasilkannya lulusan yang memiliki integritas, kompetensi, serta daya saing nasional dan internasional; c) Dihasilkannya karya penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik di tingkat nasional maupun internasional; d) Terselenggaranya tata kelola organisasi universitas secara transparan, adil, bertanggungjawab dan kridibel yang mengacu kepada kebijakan pendidikan nasional; e) Terbangunnya jejaring nasional dan internasional untuk memperluas dan memperdalam kerjasama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Sasaran

a)Keterpaduan dalam penyelenggaraan programan; b) Keterpaduan penyelenggaraan administrasi; c) Optimalisasi pemanfaatan sumber daya; d) Partisipasi masyarakat dalam pembiayaan; d) Pengelolaan berbasis kinerja untuk penjaminan mutu pelayanan, dan ; f) Pengembangan penelitian unggulan dan pemanfaatan terpadu dari sumberdaya universitas.

 

Visi dan Misi  Sekolah Pascasarjana :

Visi

Menjadi Sekolah Pascasarjana yang unggul dalam pengelolaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan di Indonesia dengan reputasi internasional  pada tahun 2022.

Misi

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Sekolah Pascasarjana bertaraf nasional yang dapat bersaing di tataran global; b) Menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan lulusan Sekolah Pascasarjana yang unggul sesuai bidangnya, mampu menjawab serta menguasai perkembangan terkini baik yang bersifat aplikatif maupun teoritik dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dengan memiliki daya saing yang unggul di pasar tenaga kerja global; c) Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian masyarakat di Sekolah Pasacasrjana yang memberi konstribusi kepada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang bermanfaat dan bersaing di kancah nasional dan internasional; d) Menyelenggarakan tata kelola organisasi Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang terintegrasi, transparan, adil, bertanggung jawab dan kredibel mengacu kepada kebijakan pendidikan nasional; e) Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Sekolah Pascasarjana bertaraf nasional yang dapat bersaing di tataran global.

3. Strategi Pencapaian Visi, Misi, dan Tujuan

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah pascasarjana dilaksanakan secara partispatif dengan melibatkan semua pihak seperti pimpinan universitas, sekolah pascasarjana, program studi pascasarjana, alumni, pengguna alumni, kemudian dari para ahli, pakar serta stakeholders yang kompeten dan relevan dengan sekolah pascasarjana. Alur mekanisme pelaksanaannya diatur melalui SK Direktur No. 11Tahun 2015yang dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut :

Gambar 5. Mekanisme Penyusunan Visi dan Misi

  1. Tahap pelacakan alumni (tracer study)

Tahap ini telah diatur dalam SK Rektor No. 12 Tahun 2015 tentang mekanisme pelaksanaan tracer study yang mengatur mengenai pengumpulan informasi dilakukan melalui media diskusi, pertemuan dan penelusuran. Tindakan pengumpulan informasi diselenggarakan dengan tujuan untuk menghimpun segala masukan, ide, harapan, persepsi dan pandangan tentang sekolah pascasarjana dari para stakeholder  (diantaranya: mahasiswa, alumni, dunia kerja, dosen dan tenaga penunjang).

Untuk pihak dosen, pengumpulan informasi dilakukan pada forum Rapat. Rapat ini dirancang secara khusus agar mampu mewadahi diskusi aktif dari setiap dosen dalam membahas rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran. Hasil diskusi dalam rapat tersebut kemudian dirumuskan menjadi kesepakatan bersama tentang masukan dan sumbang pemikiran dari para dosen.

Selanjutnya, untuk menangkap harapan atau ide, terkait dengan program pengembangan  Sekolah Pascasarjana  yang diinginkan oleh para alumni dan dunia kerja, maka dilakukan penelusuran (tracer study) secara berkala. Secara umum, tracer study mengungkapkan kebutuhan yang diharapkan oleh para alumni dan mitra kerja di dalam pasar kerja.

  1. Tahap Penyesuaian  Rumusan  Diskusi/Penelusuran dengan Dokumen Pengembangan Universitas dan Pembentukan Sekolah Pascasarjana

Tahap ini berbentuk kegiatan diskusi lanjutan dan dilakukan oleh para key persons yang mewakili kepentingan dari keseluruhan stakeholders. Diskusi ini diselenggarakan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh key persons sebagai peserta diskusi dan sekaligus mengikutsertakan perwakilan Universitas di dalamnya. Perwakilan Universitas pada diskusi tersebut diposisikan sebagai pihak yang berkompeten untuk memastikan bahwa tidak akan ada poin rumusan umum yang diperoleh dari tahap sebelumnya yang bertentangan dengan dokumen-dokumen pengembangan tingkat Universitas, dimana Sekolah Pascasarjana terdapat di dalamnya.

  1. Tahap Diskusi Pendalaman oleh Komite Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah Pascasarjana

Rumusan-rumusan yang telah diperoleh sebelumnya dari tahap kedua, kemudian dibahas secara mendalam pada diskusi pendalaman oleh Komite Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah Pascasarjana. Melalui wahana diskusi tersebut, segala penyesuaian keinginan dari para praktisi/profesional (dunia kerja) dan dunia akademis dipertemukan. Seluruh rumusan umum yang menggambarkan keinginan para stakeholder dan telah dikaji secara seksama agar sejalan dan tidak bertentangan dengan dokumen-dokumen pengembangan Universitas, akan diarahkan dan disimpulkan menjadi rumusan yang lebih ringkas dan spesifik. Dalam tahap inilah, visi, misi, tujuan dan sasaran Sekolah Pascasarjana dibentuk dan disepakati.

4. Indikator Kinerja Utama

Berdasarkan Renstra Tahun 2018-2022 disahkanoleh Direktur selaku ketua Senat Sekolah Pascasarjana tanggal 25 Oktober 2017 melalui Rapat Senat maka Indikator Kinerja Utama ditetapkan sebagai berikut : a) Mahasiswa program magister (S2)yang lulus dalam 4 semester dan mahasiswa program doktor (S3) yang lulus dalam 8 semester, mencapai 50% dari setiap angkatan; b) Pencapaian IP (Indeks Prestasi) kumulatif 3,50 mencapai 80% dari total lulusan programmagister (S2) dan program doktor (S3); c) Dosen Tetap harus melakukan publikasi ilmiah minimal 1 (satu)  dalam satu tahun akademik; d) Dosen Tetap harus dapat melaksanakan dan menyelesaikan minimal 1 (satu) penelitian tidak terpublikasi dalam satu semester; e) Dosen Tetap harus dapat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat minimal 1 (satu) kegiatan pengabdian masyarakat dalam satu tahun akademik; f) Indeks Kinerja Dosen yang diperoleh dari evaluasi mahasiswa minimum memperoleh angka indeks 3,0 (dalam skala ukur 5).

Upaya agar tujuan dan sasaran yang telah dicanangkan dapat tercapai, Sekolah Pascasarjana melakukan upaya, antara lain:  a) Strategi pembelajaran melalui metode pengajaran berbasis tatap muka dan blended learning berbasis teknologi informasi(cyber) dalam proses belajar mengajar;  b) Pengembangan program pendukung melalui pelatihan dan studi banding pada bidang-bidang khusus yang relevan; c) Pengembangan dan penajaman kompetisi kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Tujuan dan sasaran dalam jangka panjang akan dicapai melalui dua pentahapan jangka pendek (2015-2019 dan 2018-2022). Dengan dua pentahapan  tersebut, diharapkan pada tahun 2022  menjadi Sekolah Pascasarjana swasta unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan di Indonesia dengan reputasi internasional seperti disebutkan dalam Rencana Strategis tahap 2015-2019, dilakukan antara lain penuntasan penerapan tata pamong dan tata kelola yang baik dan diterapkannya informasi sistem manajemen yang lebih tepadu pada semua fungsi manajemen sebagai bagian dari proses integrasi dengan Universitas Nasional, melalui Unit Penjaminan Mutu.

Pada tahapan kedua (2018-2022) dilakukan, antara lain, ditetapkannya kurikulum yang sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan pasar kerja, terwujudnya pengajaran berbasis riset, terlaksananya dan meningkatnya kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan soft skills, dan terlaksananya audit akademik secara berlanjut terhadap mutu pengajaran dan pendidikan.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Upaya penyebaran/sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekolah Pascasarjana dilakukan melalui: a) Dicantumkan dalam Booklet Sekolah Pascasarjana dan Universitas Nasional yang diterbitkan setiap tahun dan diberikan kepada mahasiswa, dosen serta tenaga kependidikan; b) Dimuat dalam website resmi Sekolah Pascasarjana; c) Dipasang pada papan pengumuman, spanduk, poster dan banner yang ditempatkan pada tempat-tempat strategis, agar dapat dibaca oleh mahasiswa, dosen, dan  tenaga pendidikan; d) Leaflet yang disebarkan terutama kepada stakeholders, misalnya pada kegiatan sosialisasi, pameran, seminar, Open House dan lain sebagainya; e) Profil Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional terutama dalam menjalin kerjasama dengan pihak luar; f) Membangun jejaring sosial dalam rangka kerjasama dan sosialisasi visi dan misi Sekolah Pascasarjana.

6. Evaluasi Capaian VMTS

Dalam penjelasan tersebut di atas, kami telah menyelenggarakan survei  yang dilakukan setiap akhir semester sejak diterbitkannya SK Penetapan visi, misi, dan tujuan Sekolah Pascasarjana dan Prodi-Prodi pada tahun 2015.  Evaluasi capaian VMTS dapat dijelaskan bahwa apa yang dirancang di dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terdiri dari 6 (enam) Indikator Kinerja Utama, sebanyak 3 (tiga) indikator telah tercapai. MengenaiIndikator Kinerja Tambahan (IKT) dari 6 (enam) Indikator Kinerja Tambahan seluruhnya telah dicapai.

Berikut adalah hasil survey pemahaman visi, misi, dan tujuan pada bulan Juni – Agustus 2018 terhadap 130 responden yang merepresentasikan unsur dosen, tenaga kependidikan,  mahasiswa, alumni, dan pengguna alumni, dengan profil sebaran berikut ini:

Gambar 6. Profil Responden Sosialisasi Visi dan Misi

 

(Sumber : Diolah dari kuesioner yang diedarkan)

Dari diagram di atas terihat bahwa dari 130 sampel (responden) yang diberikan kuesioner terdapat 6 kuesioner atau 5% dosen. Selanjutnya, tenaga kependidikan 4 orang (3%); mahasiswa 100 orang (77%); alumni dan pengguna masing-masing 10 orang (8%). Penetapan sampel ditentukan secara acak selama kurun waktu 3 (tiga) bulan: Juni, Juli dan Agustus 2018. Kuesioner yang diberikan kepada para responden berisi pertanyaan-pertanyaan yang dimintakan jawabannya. Sebelum kuesioner disebarkan, terlebih dahulu dilakukan uji coba kesioner untuk melihat validitas dan reliabilitas.  Validitas kuesioner menggunakan analisis Korelasi Product Moment, sedangkan analisis Relaibilitas menggunakan Teknik Belah Dua, hasil analisis menunjukkan semua pertanyaan valid dan reliabel.  Adapun pertanyaan dan pilihan jawaban yang telah disediakan untuk dipilih adalah sebagaimana tertera di Tabel di bawah.

Tabel 7. Lembar Kuesioner/Angket Pertanyaan

Sosialisasi Visi dan Misi

PERTANYAAN PILIHAN JAWABAN
Apakah pernah membaca visi misi Sekolah Pascasarjana dan Prodi di lingkungan  UNAS a. Pernah

b. Tidak Pernah

Media apa yang menjadi sumber a. Rapat/ pertemuan

b. Buku Pedoman

c. Laman/Website

d. Banner

e. Leaflet

f. Brosur

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekolah Pascasarjana dan Prodi di lingkungan  UNAS sudah tercermin dalam aspek a. Kurikulum

b. Proses pembelajaran

c. Penelitian dosen dan PkM

d. Kompetensi dosen

e. Pelayanan akademik

f. Cara berpikir dan sikap mahasiswa

Apakah Anda memahami Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Sekolah Pascasarjana dan Prodi di lingkungan UNAS a. Kurang Paham

b. Cukup Paham

c. Paham

d. Sangat Paham

Setelah kuesioner dikumpulkan dan dianalisis, hasilnya dapat dilihat dari diagram berikut:

Gambar 7. Tingkat Pengenalan Visi dan Misi

Dari diagram di atas terlihat bahwa seluruh responden yang ada merasa mengenal atau pernah membaca Visi dan Misi Sekolah Pascasarjana dan Prodi di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Hasil survei tersebut memberikan indikasi bahwa program sosialisasi visi, misi, dan tujuan yang dilakukan oleh Sekolah Pascasarjana dan Prodi dengan menggunakan berbagai macam media dan metode telah telah berhasil, sehingga seluruh responden dapat mengenali visi, misi, dan tujuannya.

7. Simpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian VMTS dan Tindak Lanjut

Melalui upaya-upaya tersebut, semua mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, serta stakeholder lainnya dapat memahami visi, misi dan tujuan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Pemahaman sivitas akademika (dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan) tentang visi, misi dan tujuan Sekolah Pascasarjana tergambar dalam diagram sebagi berikut :

Gambar 8. Pemahaman Visi dan Misi

Dari diagram di atas tampak bahwa sebanyak 77% responden menyatakan sangat paham tentang Visi dan Misi Sekolah Pascasarjana dan Prodi di lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, dan di sisi lain tidak ada yang menyatakan kurang paham.

Pemahaman dosen dan tenaga kependidikan terhadap visi, misi dan tujuan Sekolah Pascasarjana sangat baik. Silabus dan proses belajar mengajar yang dibebankan kepada dosen selalu mengacu kepada visi dan misi dan tujuan Sekolah Pascasarjana. Hal ini dapat dilihat dari substansi perkuliahan yang menggunakan pendekatan micro-teaching dan evidence-based learning, dimana pendekatan pengajaran menggunakan studi kasus, sehingga riset merupakan komponen yang tidak terpisahkan dalam materi perkuliahan. Begitu pula halnya pemahaman tenaga kependidikan yang juga sangat baik, mereka memahaminya terutama melalui fungsi dukungan staf dalam bentuk operasionalisasi manajemen organisasi sehari-hari untuk mencapai kinerja Sekolah Pascasarjana secara keseluruhan.

Pemahaman mahasiswa juga sangat baik karena sejak awal memilih program studi ini mereka sudah mengetahui dan memahami visi, misi dan tujuan dari sekolah pascasarjana sebagai representasi dari perkembangan keilmuan dan penerapannya di masyarakat. Pemahaman mahasiswa umumnya semakin bertambah ketika mereka menjalani proses perkuliahan dan pembimbingan tesis.

Tingkat pemahaman tentang visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah pascasarjana oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan adalah sebagai berikut :

Tingkat Pemahaman Dosen:

Proses sosialisasi yang baik dan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh dosen telah memberikan dampak terhadap tingginya pemahaman dosen terhadap visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. Hal itu dapat terlihat dari tingginya kinerja proses pembelajaran, tingginya perolehan dana kompetitif untuk kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Tingginya tingkat pemahaman tersebut ditandai dengan: a) Banyaknya kegiatan yang menjadi media sosialiasi; b) Tingginya keterlibatan dosen dalam berbagai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi ; c) Tingginya keterlibatan dosen dalam menyusun dan mengevaluasi visi, misi, tujuan, dan sasaran Sekolah Pascasarjana.

Tingkat Pemahaman tenaga kependidikan:

Pekerjaan sehari-hari yang dilakukan tenaga kependidikan memberikan peluang yang tinggi terhadap pemahaman visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah pascasarjana secara maksimal. Pemahaman yang baik tersebut dapat dilihat dengan meningkatnya kinerja tenaga kependidikan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kondisi ini dapat dilihat dari: a) Kedisiplinan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas; b) Setiap pelaksanaan tugas selalu berorientasi kepada upaya mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah pascasarjana; c) Tersedianya pedoman kerja dan uraian pekerjaan yang jelas bagi setiap tenaga kependidikan; d)  Hasil pemantauan dan evaluasi kinerja tenaga kependidikan yang dilakukan secara berkala selalu meningkat.

Tingkat Pemahaman Mahasiswa:

Upaya sosialiasi dan mengingatkan kembali mengenai visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah pascasarjana kepada mahasiswa dilakukan pada saat orientasi studi mahasiswa baru (OSMB), proses perkuliahan, dan penyusunan tugas akhir (tesis).  Melalui mekanisme ini, tingkat pemahaman mahasiswa terhadap visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah pascasarjana sangat baik. Indikator dari semua itu adalah: a) Tingginya rata-rata IPK lulusan (> 3,50); b) Masa studi mahasiswa Program Magister rata-rata 2,12tahun; c) Rata-rata pengguna alumni menyatakan sangat puas terhadap kinerja alumni.

Melihat berbagai aktivitas sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang mampu bekerja dan menunjukkan kinerja sesuai visi dan misi, maka dapat dikatakan visi dan misi telah dipahami dengan sangat baik oleh seluruh sivitas akademika  dan tenaga kependidikan.

Dapat disimpulkan evaluasi capaian VMTS dapat dijelaskan bahwa apa yang dirancang di dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terdiri dari 6 (enam) Indikator Kinerja Utama, sebanyak 3 (tiga) indikator telah tercapai. Mengenai Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dari 6 (enam) Indikator Kinerja Tambahan seluruhnya telah dicapai dengan presentasi sebesar 70 % lebih.

Mengenai belum tercapainya 3 indikator yang berkaitan dengan ; 1) masa kelulusan Program Doktor tidak mencapai 50 % dari setiap angkatannya masalahnya adalah adanya hambatan untuk membangun komunikasi secara intens dengan promotor dikarenakan keterbatasan waktu akibat keterikatan dengan jam kerja.  Kemudian dari segi institusi belum terbangunnya model komunikasi yang terkoordinasi secara berkala, teratur, dan terorganisasi.  Untuk dimasa yang akan datang diperlukan mekanisme, aturan, atau kode etik kemampuan monitoring proses penyelesaian studi untuk bisa mencapai presentase rata-rata 50 % lulusan setiap angkatan.  2) Mengenai publikasi ilmiah dosen yang ditergetkan 1 publikasi per tahun akademik.  Masalah yang dihadapi secara institusi yaitu belum memiliki jurnal terakreditasi nasional maupun internasional, walaupun sudah ada insentif bagi dosen yang mempublikasikan artikelnya.  Untuk kedepan diupayakan dapat direalisasikan e-journal dan jurnal.  3) Dosen tetap belum dapat menyelesaikan minimal 1 penelitian tidak terpublikasi dalam satu semester karena masih rendahnya motivasi dosen untuk melaksanakan penelitian, hal tersebut terkait masih terbatasnya penghargaan dari institusi.  Solusinya adalah perlu adanya peningkatan penghargan dalam bentuk stimulus maupun hibah dana penelitian dosen.

Untuk Indikator Kinerja Tambahan, meskipun 6 indikator sudah dilakukan akan tetapi harus diakui perlu peningkatan secara siginifikan agar bisa menapai hasil yang maksimal.  Langkah yang harus dilakukan adalah melakukan koordinasi secara lebih intens serta lebih fokus dengan membangun kemitraan secara lebih luas dengan para pemangku kepentingan.

C.2 Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

  1.   Latar Belakang

Tata pamong, tata kelola, dan kerjasama adalah instrumen manajemen yang dapat memastikan penyelenggaraan pendidikan yang efisisen dan efektif, karena itulahSekolah Pascasarjana sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS) menempatkannya sebagai aspek yang harus terus dibenahi seiring dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di level Pascasarjana.Semua pekerjaan didistribusikan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Demikiian pula halnya dengan praktik penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Pascasarjana sebagai UPPS. Pembentukan unit kerja didasarkan pada pertimbangan untuk memastikan pencapaian kinerja yang tinggi.

Tata pamong dicerminkan dari pengaturan struktur organisasi beserta segala instrumennya melalui tata kelola yang produktif. Pengembangan akan hal tersebut oleh Sekolah Pascasarjana sebagai UPPS juga didorong bersama dengan pengembangan kerjasama dengan berbagai lembaga lembaga lain, baik dalam maupun luar negeri. Semua dimaksudkan untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Pascasarjana sebagai UPPS mampu menciptakan atmosfer pendidikan yang kondusif bertumpuh pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Terkait dengan tata pamong, tata kelola, dan kerjasama, berikut akan dijelaskan dengan sistemik.

  1. Kebijakan

Tata pamong, tata kelola, dan kerjasama dilaksanakan secara konsisten sesuai prinsip tata pamong. Sistem tata pamong tersebut dalam bentuk peraturan dan pedoman, sebagai berikut: a) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan Statuta Universitas Nasional tentang ketetapan dan aturan untuk lebih menjamin kelancaran penyelenggaraan Universitas Nasional khususnya terkait dengan penyelenggaraan tata pamong, tata kelola dan kerjasama di lingkungan Sekolah Pascasarjana dalam Bab XII Pasal 38 dan Pasal 39 perihal Pimpinan di Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Pimpinan di lingkungan Program Studi dan Pasal 54 perihal pengembangan hubungan kerjasama; b) SK Rektor No. 259 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Laksana Universitas Nasional (ORTALA) yang mengatur  dan menetapkan tentang organisasi dan tata laksana yang disesuaikan dengan kemajuan dunia pendidikan dalampeningkatan pelayanan penyelenggaraan pendidikan, penelitian , pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama; c) SK YMIK No. 5 tahun 2013 tentang Pengangakatan Rektor Universitas Nasional, Rektor sebagai Pimpinan tingkat Universitas yang mengesahkan melalui Surat Keputusan terkait seluruh penyelenggaraan tata pamong, tata kelola, dan kerjasama di lingkungan Sekolah Pascasarjana; d) SK Rektor Nomor. 257 tahun 2015, tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasionaldalam rangka penataan sistem kepegawaian untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Universitas Nasional terkait aturan-aturan dalam tata pamong, tata kelola, dan kerjasama di lingkungan Sekolah Pascasarjana; e) SK Rektor No. 117 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Bagi  Dosen dan Karyawan dalam rangka pemantapan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas dan Akademi-Akademi Nasional dan untuk mewujudkan atmosfir akademik yang kondusif; f) SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana pada Bab IV perihal tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; g) SK Rektor No. 79 Tahun 2014 tentang Pengangkatan Saudara Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya bertanggung jawab kepada Rektor Universitas Nasional; e) SK Direktur No. 01 Tahun 2010 tentang Tata Pamong Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang mengatur tentang penataan organisasi secara baik untuk menjamin terselenggaranya upaya-upaya dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi dalam lingkup Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

  1. Strategi Pencapaian

Rencana Strategi (Renstra)sebagai rencana peningkatan dan pengembangan untuk 5 tahun kedepan dengan mengamati serta mengikuti berbagai potensi, kendala, tantangan serta kondisi lingkungan  nasional dan global.  Renana strategis merumuskan sasaran atau target-target 5 tahun kedepan dari tahun 2018-2022 sebagai capaian sasaran yang direnanakan baik dibidang pendidikan (pengajaran), bidang penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Berkaitan dengan kemampuan dan kinerja kelembagaan yang akan dicapai sebagai berikut : a) Reputasi sekolah pascasarjana dikenal ditingkat nasional maupun internasional; b) kemampuan kelembagaan unit pelayanan akademik, keuangan, perpustakaan, informasi, sarana dan prasarana harus memenuhi standar internasional; c) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam semua aspek penyelenggaraan pelayanan akademik.

  1. Indikator Kinerja Utama

a). Sistem Tata Pamong

Tata pamong (governance) merupakan sistem untuk memelihara efektivitas peran para stakeholders dalam pengembangan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pengelolaan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam penyelenggaraanprogram studi. Tata pamong yang baik jelas terlihat dari lima kriteria yaitu kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan adil.Kesemua itu telah dipraktikkan oleh UPPS dan di setiap program studi.

Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu berjalan secara efektif di dalam UPPS yang mengelola program studi.

b).Kepemimpinan

Kepemimpinan Unit Pengelola Program Studi harus secara efektif memberi arah, motivasi dan inspirasi untuk mewujudkan visi, melaksanakan misi, mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang dikembangkan.Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat. Untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif Sekolah Pascasarjana sebagai UPPS berdasar padaSK Rektor 17 Tahun 2017 tentang Peraturan akademik di lingkungan universitas dan akademi-akademi nasional.Pendekatan model kepemimpinan yang diterapkan adalah sebagai berikut : 1) Planning (Perencanaan),Pimpinan Sekolah Pascasarjana melaksanakan kegiatan perencanaan, meliputi ; a) bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat; b) pembinaan dosen dan tenaga administratif; c) Merancang kriteria dan penetapan calon mahasiswa.Perencanaan ini tertuang dalam Renstra dan Renop 2) Organizing (Pengorganisasian)Pimpinan Sekolah Pascasarjana dalam melakukan aktivitasnya didasarkan peran dan fungsi berdasarkan struktur organisasi.; 3) Staffing. Untuk mengisi jabatan struktural yang ada di lingkup Sekolah Pascasarjana, mengacu pada aturan yang berlaku di Sekolah Pasasarjana Universitas Nasional, berdasarkan SK Rektor No. 257 tahun 2015, tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional dan SK Rektor 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik Universitas dan Akademi-Akademi Nasional.4) Controlling (Pengawasan), Pimpinan Sekolah Pascasarjana mengontrol kegiatan akademik di semua Prodi untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana akademik.  Selanjutnya Pimpinan SPs mengevaluasi pelaksanaan program kerja Prodi di setiap akhir semester untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi. 5) Leading (Pengarahan), Pimpinan

Sekolah Pascasarjana mengarahkan, memberikan motivasi, dan aktif melakukan komunikasi kepada seluruh tenaga akademik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan program kerja untuk mencapai visi, misi, sasaran, dan tujuan Sekolah Pascasarjana. 6) Budgeting (Penganggaran), Sistem penganggaran di Universitas Nasional menggunakan sistem semi-sentralisasi, yaitu untuk bidang administrasi, keuangan dan sumberdaya manusia. Meskipun demikian, pengusulan dan pengelolaan anggaran dapat dilakukan oleh masing-masing unit kerja, termasuk Sekolah Pascasarjana dan Prodi. 7) Representasi, PimpinanSekolah Pascasarjana kebijakannya merujuk kepada representasi sivitas akademika yang diwkili oleh institusi senat .  Karena itu semua program kerja dan produk kebijakan yang dihasilkan oleh pimpinan Sekolah Pascasarjana merujuk pada rekomendasi senat untuk semua aspek penyelenggaraan pendidikan yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Untuk mewujudkan semua aspek diatas, dicerminkan oleh struktur organisasi yang dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 9. Struktur Organisasi Sekolah Pascasarjana

 

  • Direktur

Direktur adalah pimpinan tertinggi di Sekolah Pascasarjana dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, membina tenaga dosen, tenaga administratif, dan mahasiswa. Direktur diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat usul dari Senat Sekolah. Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA adalahDirektur Sekolah Pascasarjana Periode 2014-2018.Direktur dalam melaksanakan fungsinya berdasarkan RENOP dan RENSTRA.

  • Wakil Direktur

Wakil adalah unsur pimpinan Sekolah berfungsi membantu Direktur dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya; Wakil diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktur. Wakil dalam melaksanakan fungsinya mempunyai tugas pokok membantu Direktur berdasarkan RENOP dan RENSTRA. Wakil Direktur bertanggung jawab kepada Direktur.

  • Program Studi

Program Studi  dipimpin oleh seorang Ketua dan dibantu oleh seorang Sekretaris; Ketua dan Sekretaris Program Studi diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul  Direktur, Ketua Program Studi bertanggung jawab atas keberhasilan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, Sekretaris Program Studi membantu Ketua dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya dalam penyelenggaraan akademik di prodi.  Ketua dan Sekretaris Prodi bertanggung jawab kepada Direktur.

  • Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

1) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) dibentuk melalui SK Rektor No. 100 Tahun 2012 dipimpin seorang Ketua dibantu seorang Sekretaris atas usul Direktur;2) Ketua dan Sekretaris diangkat dan diberhentikan oleh Direktur;3) Masa jabatan Ketua dan Sekretaris adalah 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Universitas;4) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) berfungsi merencanakan dan melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mempublikasikan hasil-hasil penelitian;5) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) dalam melaksanakan fungsinya dapat membentuk divisi bila diperlukan. Ketua melaksanakan tugas sebagai berikut: 1) membangun jejaring untuk mendapat kegiatan penelitian; 2) melakukan koordinasi untuk menyusun rencana penelitian sesuai yang ditetapkan oleh institusi sebagai mitra; 3) mendorong dan membina dosen-dosen sebagai tenaga peneliti,4) Ketua dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya bertanggung jawab kepada Direktur.

  • Unit PenjaminanMutu

Unit Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana unsur pelaksana sistem manajemen mutu di tingkat Sekolah; 2) Unit Penjaminan Mutu dipimpin oleh seorang Ketua yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktur; 3) Ketua Unit Penjaminan Mutu memiliki fungsi membangun (reengineering), memelihara, dan mengembangkan manajemen mutu Sekolah; 4) Ketua Unit Penjaminan Mutu dalam menjalankan fungsinya mempunyai tugas pokok sebagai berikut: a) Merumuskan dan menetapkan standardisasi sistem manajemen mutu kegiatan akademik dan non akademik; b) Membangun aplikasi sistem manajemen mutu sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan; c) Memasukkan (entry) data diperlukan dan relevan dengan sistem manajemen mutu; d) Membina, mengawasi, dan mengarahkan pelaksanaan sistem penjaminan mutu;  e) Melakukan monitoring, evaluasi, analisis,serta rekomendasi secara berkala kepada pimpinan Sekolah; f) Melakukan koordinasi dengan Badan Penjaminan Mutu di tingkat universitas; g) Ketua Unit Penjaminan Mutu bertanggungjawab kepada Kepala Badan Penjaminan Mutu.

  • Dosen

Dosen diangkat dan diberhentikan oleh Rektor atas usul Direktur setelah mendapatkan pertimbangan dari Ketua Program Studi; 2) Tugas pokok dosen adalah melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; 3) Setiap dosen berkewajiban melaksanakan kegiatan perkuliahan secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku; 4) Setiap dosen tetap berkewajiban melaksanakan beban tugas minimal 12 (dua belas) sks dan maksimal 36 (tiga puluh enam) sks setiap minggu; 5) Setiap dosen tidak tetap melaksanakan beban tugas maksimal 12 (dua belas) sks setiap minggu; 6) Setiap dosen tetap berkewajiban melakukan kegiatan penelitian minimal 1 (satu) penelitian setiap semester; 7) Setiap dosen tetap berkewajiban mempublikasikan hasil penelitiannya minimal 1 (satu) publikasi setiap tahun ; 8) Dosen berhak memperoleh gaji, honorarium, dan insentif sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan universitas.

  • Kepala Tata Usaha :

1)Tata usaha (TU) dipimpin seorang Kepala berfungsi melaksanakan kegiatan administratif; 2) Kepala  mempunyai tugas pokok:a) Membuat surat yang diminta pimpinan;b) Mengirimkan surat sesuai perintah pimpinan;c) Menyimpan, memelihara surat dan dokumen;d) Mengorganisasikan dan mengarahkan SDM Tata Usaha secara efisien dan efektif;e) Membina dan mengembangkan SDM Tata Usaha sesuai kebutuhan; f) Kepala TU berkewajiban dan bertanggungjawab atas kerahasiaan surat-menyurat dan dokumen-dokumen; g) Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya Kepala TU bertanggungjawab kepada pimpinan;

  1. c) Pola kepemimpinan yang dilaksanakan berdasarkan struktur organisasi :

1) Kepemimpinan Operasional:Pola Kepemimpinan Operasional didasarkan kepada prinsip kepemimpinan mengacu nilai kejujuran, kepercayaan, visioner, terbuka serta prinsip kepemimpinan profesional. Realisasi prinsip tersebut ditetapkan prosedur sebagai berikut : a) Rapat Senat Sekolah Pascasarjana yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam setahun, membahas perencanaan strategis program dan evaluasi program; b) Raker (Rapat Kerja) dilaksanakan dengan melibatkan semua unsur terkait; c) Rapat Pimpinan (Rapim) yang dilaksanakan secara berkala dan insidental untuk mengambil keputusan penting; d) Rapat Pimpinan dan Staf, dilaksanakan sesuai kebutuhan; e) Rapat Pimpinan dan para Dosen dilaksanakan setiap awal semester.

2) Kepemimpinan Organisasi :Kepemimpinan organisasi terselenggara sesuai dengan struktur organisasi Sekolah Pascasarjana dan dilaksanakan secara kolektif dengan keputusan akhir berada di tangan Direktur Sekolah Pascasarjana setelah mempertimbangkan masukan.Sekolah Pascasarjana lebih menekankan pada fungsi-fungsi koordinatif, integratif dan komunikatif dengan Prodi maupun Universitas.

3)     Kepemimpinan Publik ; Kepemimpinan Publik dilaksanakan setiap unsur pimpinan yang memiliki akses terhadap lembaga atau institusi lain, baik di tingkat nasional maupun internasional. Direktur dan Wakil Direktur aktif terlibat di ruang publik yang berkaitan dengan pengembangan disiplin ilmu.  Selain itu unsur pimpinan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi. Dalam melakukan kerjasama dengan lembaga di luar Universitas dilakukan koordinasi dengan pimpinan universitas.Pimpinan Sekolah Pascasarjanaberperan sebagai representasi dalam membangun hubungan dengan pihak eksternal.

  1. Indikator Kinerja Tambahan

Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh UPPS dalam menjamin dan meningkatkan mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kerjasama dengan lembaga di dalam dan di luar negeri antara lain dengan ;Ikatan Advokat Indonesia, Ikatan Notaris Indonesia, Direktorat Perlindungan HAM, Kemenkumham  RI.  Dalam bidang penelitian juga dilakukan kerjasama dengan instansi lain. Kerjasama internasional Sekolah Pascasarjana dengan sejumlah universitas terkemuka seperti ; Universitas Hagoromo Jepang, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaysia Sabah, Hankuk University, Ghoangzou University, dan lainnya.

Berbagai kerjasama dan kemitraan telah dijalin oleh Sekolah Pascasarjana dengan  lembaga profesi, lembaga pendidikan, baiknegeri maupun swasta. Dilakukan juga pengembangan pendidikan bagi mahasiswa melakukanpertukaran mahasiswa dan berbagai informasi. Mengenai penugasan dosen tetap maupun tidak tetap dalam pengaturan beban tugas dosen telah diatur dalam SK Rektor Nomor  17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional. Demikian pula mengenai membangun kemitraan dengan institusi di luar universitas, pengaturannya telah diatur dalam SK Rektor No. 225 tahun 2013 tentang Panduan kerjasama di lingkungan Universitas Nasional dan SK Rektor No. 059 Tahun 2015 tentang kerjasama riset program akademik internasional.

Tabel 8. Kerjasama

Tabel 8. Bagian-1 Kerjasama Pendidikan            
No. Lembaga Mitra Tingkat *)     Judul Kegiatan Kerjasama Manfaat bagi PS yang Diakreditasi Waktu dan Durasi Bukti Kerjasama Tahun Berakhirnya Kerjasama (YYYY)
    Interna-sional Nasional Wilayah/ Lokal          
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 University Deli Studi di Napoli ‘ L’Orientale’ (Italia) V Students Exchange Programme, Faculty Exchange Programme Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia baik dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 8 Agustus 2012 – 8 Agustus 2017 Pelaksanaan  Workshop Peningkatan Sumber Daya Manusia Pertukaran 1 orang mahasiswa 2017
2 Duksung Women’s University (South Korea) V Exchange of information and materials, Exchange of students, faculties, staff Peningkatan Kapasitas Sumber daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2013 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan FGD, Pertukaran 1 orang mahasiswa 2018
3 Far East University (South Korea) V Academic Staff Exchange Student Program, Cultural Exchange Indonesia Peningkatan Kapasitas Sumber daya Manusia dalam bidang Pendidikan 2013 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan fgd 2018
4 Minnan Normal University (Republic of China) V • Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2020
5 Kyeong Puk V • Student exchange Programme
• Staff exchang Programme
• Joint research program
• Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan 2015 – 2020 Studieong Puk Banding Ke Ky 2020
6 Badan Standardisasi Nasional V Kerjasama Pembinaan dan Pengembangan, Standardisasi di Provinsi DKI Jakarta Meningkatnya pengetahuan dan sandar kualitas lulusan Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional 2009 – 2015 Workshop Peningkatan Standar Lulusan Program Doktor Ilmu Politik 2015
7 Sekretariat Jenderal MPR V Perjanjian Sekjen MPR dengan Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional Bertambahnya pengetahuan Kajian tentang Metode Pemasyarakatan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 2013 – 2016 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2016
8 Lembaga Pengkajian MPR V Kerjasama dalam kajian konstitusi (UUD NRI Tahun 1945) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika gagasan konstitusi 2015 – 2019 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2019
9 Fraksi Partai Golkar MPR-RI V • Kerjasama dalam pengkajian Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Model GBHN
• Kerjasama Dalam Penyelenggaraan FGD dengan tema Sistem Pemerintahan Indonesia menurut UUD NKRI 1945 oleh Lembaga Pengkajian MPR
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap sistem perencanaan pembangunan nasional, Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang konsekuensi pilihan sistem pemerintahan menurut konstitusi 2017 – 2019 Pelaksanaan Kegiatan FGD dengan Tema Tinjauan Urgensi GBHN 2019
10 LIPI V Kerjasama dalam Penyelenggaraan FGD dengan Tema Upaya Pencegahan Korupsi Melalui Pembenahan Sistem Pilkada di Indonesia Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap model pemberantasan korupsi di Indonesia dalam pilkada 2018 Pelaksanaan Kegiatan FGD 2018
Tabel 8. Bagian-2 Kerjasama Penelitian          
No. Lembaga Mitra Tingkat *) Judul Kegiatan Kerjasama Manfaat bagi PS yang Diakreditasi Waktu dan Durasi Bukti Kerjasama Tahun Berakhirnya Kerjasama (YYYY)
Interna-sional Nasional Wilayah/ Lokal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Robert Gordon University (United Kingdom) V Collaborative Research, Academic Staff Program, Student Program Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia baik dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 4 Oktober 2012  –  4 Oktober 2017 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian di bidang Energy Terbarukan berkerjasama dengan Kantor Kerjasama Internasional Universitas Nasional 2017
2 University of Kent (United Kingdom) V Joint Research and Academic Agreement, collaborative activities to strengthening education in conservation Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2014 – 2019 Pelaksanaan Kegiatan Workshop Konservasi Energi 2019
3 Universiti of Sultan Zainal V • Joint Research Programme
• Special project on Tourism sociology
• Soft skill Workshop
• Exchange students and faculty members
Peningkatan Kapasitas Sumber daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Bersama 2020
4 Catholic University of Daegu (South Korea) V • Joint Research Programme
• Special project on Tourism sociology
• Soft skill Workshop
• Exchange students and faculty members
Peningkatan Kapasitas Sumber daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Workshop Soft skill
5 Universiti Sabah Malaysia V • Student exchange Programme
• Staff exchang Programme
• Joint research program
• Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Pertukaran Mahasiswa 1 orang 2020
6 Univertas Kabangsaan Malaysia V • Student exchange Programme
• Staff exchang Programme
• Joint research program
• Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Pertukaran Mahasiswa 1 orang 2020
7 Jawaharlal Nehru University (India) V • Research exchanges between Universitas Nasional (UNAS) and Jawaharlal Nehru University (JNU) in social and political sciences, political economy, and culture.
• Faculty exchange between UNAS – JNU (after the signing of Memorandum of Understanding, approximately in academic year 2017/2018
• Joint publication (journals and books) between UNAS – JNU, e.g In International Journal Diaspora JNU.
• Joint thesis and dissertation supervision between UNAS – JNU
• Short term supervision between 6 months – 1 year in UNAS and JNU for research scholars and faculty member.
• Joint international conference between UNAS –JNU 2017/2018 academic year.
• Short visit UNAS faculties and students to JNU in 1st term
Peningkatan kegiatan seminar  internasional 2017 – 2025 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2025
8 Universitas Padjajaran V • Kerjasama saling menunjang dalam kajian dan implementasi pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia
• Perjanjian Pembinaan atau Mitra untuk Penelitian: Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ikut serta dalam penelitian dan pembimbingan serta pembinaan di Jatinagor dan beberapa tempat lain di Jawa Barat
katnya pengetahuan dan pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia di lingkungan Program Doktor Ilmu Politik Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional dan Meningkatnya kapasitas dalam meningkatkan kemampuan penelitian di kalangan mahasiswa 2015 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2018
9 Madani Institute V • Kerjasama Penelitian: Kebijakan Desentralisasi di Indonesia Studi Dinamika Politik dalam Perumusan Undang-Undang No. 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (2018),
• Kerjasama Penelitian: Penanganan Permasalahan Produksi Kain Tradisional Sebagai Pemenuhan Terhadap Salah Satu Hak Sipil dan Politik Perempuan Adat di Indonesia (2017)
• Kerjasama Penelitian tentang Kebijakan Luar Negeri Australia Terhadap Indonesia Pasca Kemerdekaan Timor Leste (2015)
• Kerjasama Penelitian : Makna Penting Tol Laut bagi Pembangunan Nasional pada Masa Pemerintahan Jokowi-JK (2014-2016)
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika politik lokal di Aceh,

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap pemberdayaan masyarakat adat.

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan dinamika hubungan Australia-Indonesia mutakhir

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan pembangunan tol laut dan makna strategisnya bagi kepentingan nasional

2015 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian 2018
10 HIPIIS V • Kerjasama Penelitian: Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia (2018)
• Kerjasama Penelitian tentang Mediasi Indonesia dalam Konflik Laut China Selatan melalui Geostrategi Natuna (2015)
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap masalah-masalah perbatasan Indonesia-Malaysia

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika konflik Laut China Selatan dan dampaknya bagi Indonesia

2015-2018 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2018
11 AIPI V • Kerjasama Penelitian: Konstruksi Model Optima Desentralisasi Fiskal Berbasis Kualitas Pemerintahan Dalam Rangka Penyelesaian Routine Conflict dan Horizontal inequality (2018)
• Kerjasama Penelitian: Negara dan Kemiskinan di Indonesia (Telaah Kebijakan dan Program kemiskinan di Indonesia Pasca Reformasi) (2017)
• Kerjasama Penelitian: Netralitas KPU Provinsi DKI Jakarta pada Penyelenggaraan Pemilu (2016)
• Kerjasama Penelitian: Distribusi Model Kekuasaan Masyarakat Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Adat Melalui Pendekatan Politik Ekologi (2015)
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang dinamika desentralisasi dan otonomi daerah dari perspektif politik fiscal,

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap posisi dan kinerja KPU dalam pemilu daerah

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan kebijakan dan kondisi kemiskinan di Indonesia, Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang

2015 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian, Workshop tema Otonomi Daerah, Pelaksaanaan Kegiatan Seminar Internasional “Democracy and Development”,
Sosialisasi Pemilu 2019
2018

 

 

 

Tabel 8. Bagian-3 Kerjasama Pengabdian kepada Masyarakat          
No. Lembaga Mitra Tingkat *) Judul Kegiatan Kerjasama Manfaat bagi PS yang Diakreditasi Waktu dan Durasi Bukti Kerjasama Tahun Berakhirnya Kerjasama (YYYY)
Interna-sional Nasional Wilayah/ Lokal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Cyber-Hankuk University of Foreign Studies (South Korea) V Educational Cooperation and Agreement onlin
• Student exchange
• Staff exchang
• Exchange of published academic material and information
• short term academic program
Peningkatan Kapasitas Sumber daya Manusia dalam bidang Pendidikan and education training on LMS 2015 – 2020 Studio LMS, Workshop Studio Cyber
2 Universiti Sabah Malaysia V • Student exchange Programme
• Staff exchang Programme
• Joint research program
• Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Pertukaran Mahasiswa 1 orang 2020
3 Univertas Kabangsaan Malaysia V • Student exchange Programme
• Staff exchang Programme
• Joint research program
• Exchange of published academic
• Short term academic program including cultural and language studies
Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia dalam bidang Pendidikan dan Penelitian 2015 – 2020 Pelaksanaan Kegiatan Seminar, Pertukaran Mahasiswa 1 orang 2020
4 Jawaharlal Nehru University (India) V • Research exchanges between Universitas Nasional (UNAS) and Jawaharlal Nehru University (JNU) in social and political sciences, political economy, and culture.
• Faculty exchange between UNAS – JNU (after the signing of Memorandum of Understanding, approximately in academic year 2017/2018
• Joint publication (journals and books) between UNAS – JNU, e.g In International Journal Diaspora JNU.
• Joint thesis and dissertation supervision between UNAS – JNU
• Short term supervision between 6 months – 1 year in UNAS and JNU for research scholars and faculty member.
• Joint international conference between UNAS –JNU 2017/2018 academic year.
• Short visit UNAS faculties and students to JNU in 1st term
Peningkatan kegiatana seminar  internasional 2017 – 2025 Pelaksanaan Kegiatan Seminar 2025
5 Akbar Tandjung Institute V • Kerjasama dalam penyelenggaraan Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa
• Kerjasama Penelitian: Peran Generasi Muda Partai Golkar dalam Konflik Internal Partai Golkar [2014-2016] (2018)
• Kerjasama Penelitian : Dinamika Pilkada DKI 2017 dan Politik Indetitas (2018)
• Kerjasama dalam Penyelenggaraan penelitian Strategi Indonesia dalam menghadapi Konflik Laut Cina Selatan (2017)
Meningkatnya pengetahuan dan perkaderan kepemimpinan politik,
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika internal partai politik,
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika politik pilkada.
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap dinamika konflik Laut China Selatan dan dampaknya
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan geostrategis Laut China Selatan dan kepentingan Indonesia
2016 – 2020 Workshop Kepemimpinan 2020
6 AIPI V • Kerjasama Penelitian: Konstruksi Model Optima Desentralisasi Fiskal Berbasis Kualitas Pemerintahan Dalam Rangka Penyelesaian Routine Conflict dan Horizontal inequality (2018)
• Kerjasama Penelitian: Negara dan Kemiskinan di Indonesia (Telaah Kebijakan dan Program kemiskinan di Indonesia Pasca Reformasi) (2017)
• Kerjasama Penelitian: Netralitas KPU Provinsi DKI Jakarta pada Penyelenggaraan Pemilu (2016)
• Kerjasama Penelitian: Distribusi Model Kekuasaan Masyarakat Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Adat Melalui Pendekatan Politik Ekologi (2015)
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang dinamika desentralisasi dan otonomi daerah dari perspektif politik fiscal,

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap posisi dan kinerja KPU dalam pemilu daerah

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan kebijakan dan kondisi kemiskinan di Indonesia, Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang

2015 – 2018 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian, Workshop tema Otonomi Daerah, Pelaksaanaan Kegiatan Seminar Internasional “Democracy and Development”,
Sosialisasi Pemilu 2019
2018
7 PT BPSA, Rucika, dan P4M V Program Pembangunan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat di Desa Cibadak, KecamatanTanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meningkatnya partisipasi masyarakat, pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan masyarakat 2018 Bina Desa
8 Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) V Penyuluhan Jaminan Kesehatan Masyarakat Melalui kegiatan Bedah Desa dengan Tema : Menciptakan kepedulian terhadap Masyarakat Desa, di Kampung Santiong Dusun Cikoneng, Desa Ubrug, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Meningkatnya partisipasi masyarakat, pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya kesehatan masyarakat 2017 FGD BPJS
9 Kementerian Sosial Republik Indonesia V • Sosialisasi Akselerasi Penanganan Kemiskinan
• Rencana Aksi Program-Program Penanganan Fakir Miskin Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Pembatasan Antar Negara Tahun 2017
Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penanganan kemiskinan di Indonesia 2017 Sosialisasi Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan
10 Biro Humas Kementerian Sosial RI V Sosialisasi Akselerasi Penanganan Kemiskinan Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman terhadap penanganan kemiskinan di Indonesia 2018 FGD Penanggulangan Kemiskinan
11 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan V Kerjasama Penyelanggaraan kegiatan Bantuan Psikosososial kepada siswa Sekolah Dasar (SD) yang terkena Bencana Alam di Palu -Sulawesi Tengah Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia baik dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat 2018 Pelaksanaan Kegiatan Trauma Healing Siswa Sekolah Dasar 2018
12 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan V Kerjasama Penyelanggaraan kegiatan Bantuan Psikosososial kepada siswa Sekolah Dasar (SD) yang terkena Bencana Alam di Lombok-NTB Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia baik dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat 2018 Pelaksanaan Kegiatan Trauma Healing Siswa Sekolah Dasar 2018

 

  1.     Evaluasi Capaian Kinerja

Keberhasilan pencapaian standar oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) diukur dengan berbagai pendekatan, diantaranya adalah deskripsi antara peran, fungsi, dan tugas dari seluruh unit kerja dalam UPPS.Analisis terhadap capaian kinerja dilakukan di tingkat unit kerja tersebut untuk diintegrasikan sebagai satu kesatuan penilaian kinerja di level UPPS. Metode pendekatan yang digunakan dalam mengevaluasi dilakukan melalui rapat di tingkat unit kerja untuk mengontrol seluruh kegiatan yang diselenggarakan. Diakhir semester semua komponen kegiatan yang terselenggara di semua unit kerja dinilai pada tingkat manajemen UPPS untuk menentukan mengenai keberhasilan capaian kinerja. Diakui bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat menghambat ketercapaian kinerja, antara lain kecukupan sumber daya manusia, sistem teknologi, dan keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa sebagai konsekuensi dari aktivitas mahasiswa telah disibukkan dengan dunia kerja. Atas dasar itu, UPPS terus melakukan koordinasi dengan seluruh unit kerja dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di setiap Program Studi.

  1. Penjaminan Mutu Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

Implementasi sistem penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan dengan standar perguruan tinggi yakni : Merumuskan dan menetapkan standardisasi sistem manajemen mutu kegiatan akademik dan non akademik di lingkungan sekolah yang diamanatkan dalam Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2016 tentang Standar Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi; Membangun aplikasi sistem manajemen mutu di lingkungan Sekolah sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan Universitas, pedoman ini dituangkan dalam buku ”Manual Mutu Penjaminan Mutu Universitas Nasional”, kemudian telah diterbitkan Surat Keputusan Rektor No 259 Th 2015 Tentang Organisasi Tata Laksana (ORTALA)-Universitas Nasional (Unas) khususnya pada pasal 16-24, yang menjelaskan bahwa penjaminan mutu di tingkat Universitas dilakukan oleh sebuah badan yang disebut dengan Badan Penjaminan Mutut (BPM di tingkat Universitas). Selanjutnya BPM memiliki organ di tingkat UPPS (Unit Pengelola Program Studi/Fakultas dan Sekolah Pascasarjana) yang dinamakan Unit Penjaminan Mutu (UPM). Struktur kedudukan dan fungsi BPM maupun UPM terlihat dalam struktur dibawah ini.

 

Gambar 10. Struktur Badan Penjamin Mutu Universitas Nasional

Keterlaksanaan penjaminan mutu di Unas khususnya di Sekolah Pascasarjana didasarkan pada 24  Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) yang melingkupi kegiatan pembelajaran, penelitian, pengabdian. Di luar SNPT, Unas telah memiliki 153 Standar Perguruan Tinggi (SPT) yang  melingkupi kegiatan : Pendidikan, Penelitian, PKM, SDM, Kemahasiswaan, Pengelolaan, Sarana Prasarana, Pembiayaan, Ke-Unas-an, Kerjasama, dan Tugas Akhir. Keseluruhan stadar baik SNPTdan SPT telah dilengkapi dengan ketetapan PPEPP. Keberadaaan standar-standar tersebut dirumuskan untuk memastikan bahwa keseluruhan kegiatan yang dilakukan dan dikembangkan oleh Program Doktor Politik-Unas memenuhi prinsip efiensi, produktif, efektivitas dan akuntabel. Gambaran tentang standar yang telah dimiliki oleh Unas ditampilkan dalam tabel berikut:

Tabel 9. SNPT dan SPT Universitas Nasional dan UPPS

No Kategori Standar
SNPT SPT Nama Standar
1 SNPT- Pendidikan Standar Kompetensi-Lulusan
2 SNPT- Pendidikan Standar Isi Pembelajaran
3 SNPT- Pendidikan Standar Proses Pembelajaran
4 SNPT- Pendidikan Standar Penilaian Pembelajaran
5 SNPT- Pendidikan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
6 SNPT- Pendidikan Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
7 SNPT- Pendidikan Standar Pengelolaan Pembelajaran UNAS
8 SNPT- Pendidikan Standar Pembiayaan Pembelajaran UNAS
9 SNPT- Penelitian Standar Hasil Penelitian
10 SNPT- Penelitian Standar Isi Penelitian
11 SNPT- Penelitian Standar Proses Penelitian
12 SNPT- Penelitian Standar Penilaian Penelitian
13 SNPT- Penelitian Standar Peneliti
14 SNPT- Penelitian Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
15 SNPT- Penelitian Standar Pengelolaan Penelitian
16 SNPT- Penelitian Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian
17 SNPT -PkM Standar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
18 SNPT -PkM Standar Isi Pengabdian kepada Masyarakat
19 SNPT -PkM Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat
20 SNPT -PkM Standar Penilaian Pengabdian kepada Masyarakat
21 SNPT -PkM Standar Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat
22 SNPT -PkM Standar Sarana dan Prasarana Pengabdian kepada Masyarakat
23 SNPT -PkM Standar Pengelolaan PKM
24 SNPT -PkM Standar Pendanaan dan Pembiayaan PKM
25 SPT- Pendidikan Standar Kurikulum
26 SPT- Pendidikan Standar Perencanaan Proses Pembelajaran
27 SPT- Pendidikan Standar Bentuk Pelaksanaan Proses Pembelajaran
28 SPT- Pendidikan Standar Beban Belajar Mahasiswa
29 SPT- Pendidikan Standar Perencanaan Pembelajaran
30 SPT- Pendidikan Standar Mahasiswa Putus Kuliah (DO)
31 SPT- Pendidikan Standar Penerbitan SKPI
32 SPT- Pendidikan Standar Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Pascasarjana
33 SPT- Penelitian Standar Materi Penelitian Dasar
34 SPT- Penelitian Standar Materi Penelitian Terapan
35 SPT- Penelitian Standar Format Proposal Penelitian
36 SPT- Penelitian Standar Laporan Kemajuan Penelitian
37 SPT- Penelitian Standar Beban Tugas Peneliti
38 SPT- Penelitian Standar Kegiatan Pelatihan Penelitian
39 SPT- Penelitian Standar Tindak Lanjut Hasil Penelitian
40 SPT- Penelitian Standar Seminar Pembahasan Proposal Penelitian
41 SPT- Penelitian Standar Seminar Hasil Penelitian Internal
42 SPT- Penelitian Standar Seleksi Proposal Penelitian
43 SPT- Penelitian Standar Publikasi Hasil Penelitian
44 SPT- Penelitian Standar Perencanaan Penelitian
45 SPT- Penelitian Standar Pengajuan Proposal Penelitian
46 SPT- PkM Standar Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pelaksana  PkM
47 SPT- PkM Standar Pengajuan Proposal  PkM
48 SPT- PkM Standar Seminar Hasil  PkM
49 SPT- PkM Standar Seleksi Proposal PkM
50 SPT- PkM Standar Reviewer Proposal PkM
51 SPT- PkM Standar Pengumuman Hasil Seleksi Proposal PkM
52 SPT- Tugas Akhir Standar Metode Penelitian
53 SPT- Tugas Akhir Standar Perumusan Outline Tugas Akhir
54 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Pembimbing
55 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Bimbingan
56 SPT- Tugas Akhir Standar Tugas Akhir
57 SPT- Tugas Akhir Standar Etika Penyusunan Skripsi
58 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Tim Penilai Seminar
59 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Seminar
60 SPT- Tugas Akhir Standar Pelaksanaan Seminar
61 SPT- Tugas Akhir Standar Penilaian dan Perbaikan Proposal
62 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Penguji Skripsi
63 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Ujian Tugas Akhir
64 SPT- Tugas Akhir Standar Pelaksanaan Ujian Skripsi
65 SPT- Tugas Akhir Standar Penilaian Ujian Skripsi
66 SPT- Tugas Akhir Standar Evaluasi Tugas Akhir
67 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Penyaji                       
68 SPT – Ketenagaan Standar Rekrutmen dan Seleksi Dosen
69 SPT – Ketenagaan Standar Rekrutmen dan Seleksi Pegawai Administrasi
70 SPT – Ketenagaan Standar Penempatan Dosen dan Pegawai Administrasi
71 SPT – Ketenagaan Standar Dosen
72 SPT – Ketenagaan Standar Pengangkatan Dosen
73 SPT – Ketenagaan Standar Pegawai Administrasi
74 SPT – Ketenagaan Standar Alih Status Dosen Tetap dan Pegawai Administrasi Tetap
75 SPT – Ketenagaan Standar Kenaikan Pangkat Pegawai Administrasi
76 SPT – Ketenagaan Standar Beban Tugas Dosen
77 SPT – Ketenagaan Standar Waktu Kerja
78 SPT – Ketenagaan Standar Hari Libur dan Cuti
79 SPT – Ketenagaan Standar Sanksi Indispliner
80 SPT – Ketenagaan Standar Pengakhiran Hubungan Kerja
81 SPT – Ketenagaan Standar Pensiun Pegawai
82 SPT – Ketenagaan Standar Jabatan
83 SPT – Ketenagaan Standar Kepangkatan
84 SPT – Ketenagaan Standar Senat Universitas dan Fakultas serta SEKOLAH PASCASARJANA
85 SPT – Ketenagaan Standar Pemilihan Pimpinan Fakultas dan Jurusan
86 SPT – Ketenagaan Standar Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Nasional
87 SPT – Sarana&Prasaran Standar Sarana Pembelajaran
88 SPT – Sarana&Prasaran Standar Prasarana Pembelajaran
89 SPT – Sarana&Prasaran Standar Bangunan Universitas Nasional
90 SPT – Sarana&Prasaran Standar Sarana dan Prasarana bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus
91 SPT – Sarana&Prasaran Standar Perpustakaan
92 SPT – Sarana&Prasaran Standar Pengembangan Koleksi Perpustakaan
93 SPT – Sarana&Prasaran Standar Pemeliharaan Bahan Pustaka
94 SPT – Sarana&Prasaran Standar Pengolahan Bahan Pustaka
95 SPT – Sarana&Prasaran Standar Layanan Pengguna Perpustakaan
96 SPT – Sarana&Prasaran Standar Manajemen Laboratorium
97 SPT – Sarana&Prasaran Standar Sistem Informasi
98 SPT – Pembiayaan Standar Biaya Investasi Perguruan Tinggi
99 SPT – Pembiayaan Standar Biaya Operasional Perguruan Tinggi
100 SPT – Pembiayaan Standar Sumber Dana Lain
101 SPT – Pembiayaan Standar Pencairan Dana Penelitian
102 SPT – Pembiayaan Standar Pendanaan Internal Penelitian
103 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa Mahasiwa
104 SPT – Pembiayaan Standar Mahasiswa Berprestasi
105 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa Dosen dan  Tenaga Pendidik
106 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa bagi Anak Karyawan Tetap dan Dosen Tetap
107 SPT – Pembiayaan Standar Satuan Biaya Operasional
108 SPT – Pembiayaan Standar Penyusunan RENOP dan RAPB Universitas Nasional
109 SPT – Pengelolaan Standar Penerimaan Mahasiswa
110 SPT – Pengelolaan Standar Penerbitan Ijazah dan Transkrip Akademik
111 SPT – Pengelolaan Standar Pencabutan Ijazah atau Pembatalan Kelulusan
112 SPT – Pengelolaan Standar Panduan Pengelolaan
113 SPT – Pengelolaan Standar Penyelenggaraan Pembelajaran
114 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Kinerja Program Studi
115 SPT – Pengelolaan Standar Mahasiswa Pindahan
116 SPT – Pengelolaan Standar Rencana Kerja Tahunan
117 SPT – Pengelolaan Standar Sistem Penghargaan di Bidang Penelitian
118 SPT – Pengelolaan Standar Rekruitmen Penilai Internal Proposal Penelitian
119 SPT – Pengelolaan Standar Penetapan Pemenang Hibah Penelitian Ditlitabmas Dikti
120 SPT – Pengelolaan Standar Penetapan Pemenang Bantuan Dana Internal Penelitian
121 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Hasil Penelitian
122 SPT – Pengelolaan Standar Monitoring dan Evaluasi Internal Penelitian
123 SPT – Pengelolaan Standar Kontrak Penelitian Hibah Ditlitabmas
124 SPT – Pengelolaan Standar Format Proposal PkM
125 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Hasil Kegiatan PkM
126 SPT – Pengelolaan Standar Beban Tugas Pelaksana PkM
127 SPT – Pengelolaan Standar Sistem Penghargaan di Bidang  PkM
128 SPT – Pengelolaan Standar Monitoring dan Evaluasi PkM
129 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Hasil PkM
130 SPT – Pengelolaan Standar Perjanjian PkM
131 SPT – Pengelolaan Standar Pelepasan Lulusan/ Wisuda Fakultas
132 SPT – Pengelolaan Standar Penyelenggaraan Wisuda
133 SPT – Pengelolaan Standar Pemantauan dan Evaluasi Kegiatan Pembelajaran
134 SPT – Pengelolaan Standar Penjaminan Mutu Pembelajaran
135 SPT – Pengelolaan Standar Visi Misi Tujuan Sasaran
136 SPT – Pengelolaan Standar Kebebasan Akademik dan Mimbar Akademik serta Otonomi Keilmuan
137 SPT – Pengelolaan Standar Suasana Akademik
138 SPT – Pengelolaan Standar Tata Pamong
139 SPT – Pengelolaan Standar Perencanaan Proses Akreditasi
140 SPT – Pengelolaan Standar Evaluasi Capaian dan Mengembangan Standar Mutu
141 SPT – Pengelolaan Standar Simulasi Program Studi
142 SPT – Pengelolaan Standar Proses Perancangan SK Rektor
143 SPT – Pengelolaan Standar Monev Internal Berkala
144 SPT – Pengelolaan Standar Pemberian Penghargaan kepada Dosen dan Karyawan Berprestasi
145 SPT – Pengelolaan Standar Administrasi Akademik
146 SPT – Pengelolaan Standar Validasi dan Pemutakhiran Data Mahasiswa
147 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Keimigrasian
148 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa Asing reguler (Inbound DN/LN)
149 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa Asing Program Ambil/Alih Kredit  (Inbound LN)
150 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa Asing Program Gelar Brersama  (Inbound LN)
151 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa Asing Program Gelar Ganda (Inbound LN)
152 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa UNAS Program Ambil/Alih Kredit (Outbound LN)
153 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa UNAS Program Gelar Bersama (Outbound LN)
154 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Mahasiswa UNAS Program Gelar Ganda (Outbound LN)
155 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Dosen Asing ke UNAS (Inbound LN)
156 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Dosen UNAS ke LN (Outbound LN)
157 SPT – Pengelolaan Standar Pengurusan Dokumen Dosen UNAS Tugas Belajar di LN (Outbound LN)
158 SPT – Pengelolaan Standar Penyusunan Dokumen Perjanjian
159 SPT – Pengelolaan Standar Penyusunan Naskah Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU)
160 SPT – Pengelolaan Standar Penyusunan Nota Perjanjian (MoA)
161 SPT – Pengelolaan Standar Penyusunan Surat Perjanjian (LoA)
162 SPT – Pengelolaan Standar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama
163 SPT – Pengelolaan Standar Kepuasan Mitra
164 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan
165 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Mahasiswa Asing ke Kemenristekdikti
166 SPT – Pengelolaan Standar Pelaporan Kerja Sama ke Kemenristekdikti
167 SPT – Pengelolaan Standar Kerja Sama Pendidikan Daring
168 SPT – Pengelolaan Standar Ambil/Alih Kredit Daring DN (Inbound DN)
169 SPT – Pengelolaan Standar Gelar Bersama Daring DN (Inbound DN)
170 SPT – Pengelolaan Standar Gelar Ganda Daring DN (Inbound DN)
171 SPT – Pengelolaan Standar  Ambil/Alih Kredit Daring LN (Outbound LN)
172 SPT – Pengelolaan Standar Gelar Bersama Daring LN (Outbound LN)
173 SPT – Pengelolaan Standar Gelar Ganda Daring LN (Outbound LN)
174 SPT – Kemahasiswaan Standar Kemahasiswaan
175 SPT – Kemahasiswaan Standar Layanan Mahasiswa
176 SPT – Kemahasiswaan Standar Organisasi Mahasiswa
177 SPT – Kemahasiswaan Standar Pengurus Organisasi Mahasiswa
178 SPT – Kemahasiswaan Standar Penyusunan Program Kerja Organisasi Mahasiswa
179 SPT – Kemahasiswaan Standar LPJ Program Kerja Organisasi Mahasiswa
180 SPT – Kemahasiswaan Standar Pembiayaan Kegiatan Organisasi Mahasiswa
181 SPT – Kemahasiswaan Standar Himpunan Alumni
182 SPT – Kemahasiswaan Standar Pelacakan Lulusan
183 SPT – Kemahasiswaan Standar Kewirausahaan
184 SPT – Kerjasama Standar Kerjasama
185 SPT – Kerjasama Standar Kerjasama Pendidikan dan Pengajaran
186 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Bersama
187 SPT – Kerjasama Standar Kerjasama PkM
188 SPT – Kerjasama Standar Research Associates / Kerjasama Penelitian /kolaborasi penelitian
189 SPT – Kerjasama Standar Program Ambil/Alih Kredit Mahasiswa DN ke UNAS (Inbound DN)
190 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Bersama Mahasiswa DN ke UNAS (Inbound DN)
191 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Ganda Mahasiswa DN ke UNAS (Inbound DN)
192 SPT – Kerjasama Standar Program Ambil/Alih Kredit Mahasiswa UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
193 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Bersama Mahasiswa UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
194 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Ganda Mahasiswa UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
195 SPT – Kerjasama Standar Akademik Mahasiswa Asing Reguler ke UNAS (Inbound LN)
196 SPT – Kerjasama Standar Program Ambil/Alih Kredit Mahasiswa Asing ke UNAS (Inbound LN)
197 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Bersama Mahasiswa Asing ke UNAS (Inbound LN)
198 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Ganda Mahasiswa Asing ke UNAS (Inbound LN)
199 SPT – Kerjasama Standar Program Ambil/Alih Kredit Mahasiswa UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
200 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Ganda Mahasiswa UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
201 SPT – Kerjasama Standar Program Gelar Bersama Mahasiswa UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
202 SPT – Kerjasama Standar Program Loaning Mahasiswa UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
203 SPT – Kerjasama Standar Program Loaning Mahasiswa UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
204 SPT – Kerjasama Standar Program Visiting Scholar ke UNAS (Inbound DN)
205 SPT – Kerjasama Standar Program Visiting Scholar ke UNAS (Inbound LN)
206 SPT – Kerjasama Standar Program Visiting Scholar dariUNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
207 SPT – Kerjasama Standar Program Visiting Scholar dari UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
208 SPT – Kerjasama Standar Program Kuliah Umum Dosen DN ke UNAS (Inbound DN)
209 SPT – Kerjasama Standar Program Kuliah Umum Dosen Asing ke UNAS (Inbound LN)
210 SPT – Kerjasama Standar Program Kuliah Umum Dosen UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
211 SPT – Kerjasama Standar Program Kuliah Umum Dosen UNAS ke Uniersitas LN (Outbound LN)
212 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Lecturing Dosen Universitas DN ke UNAS (Inbound DN)
213 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Lecturing Dosen Asing ke UNAS (Inbound LN)
214 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Lecturing Dosen UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
215 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Lecturing Dosen UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
216 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Thesis Supervision Dosen Universitas DN ke UNAS (Inbound DN)
217 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Thesis Supervision Dosen Universitas Asing ke UNAS (Inbound LN)
218 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Thesis Supervision Dosen UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
219 SPT – Kerjasama Standar Program Joint Thesis Supervision Dosen UNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
220 SPT – Kerjasama Standar Program Konferensi Bersama dengan Universitas DN & UNAS (Inbound DN)
221 SPT – Kerjasama Standar Program Konferensi Bersama dengan Universitas LN & UNAS (Inbound LN)
222 SPT – Kerjasama Standar Program Konferensi Bersama dengan UNAS & Universitas DN (Outbound DN)
223 SPT – Kerjasama Standar Program Konferensi Bersama dengan UNAS & Universitas LN (Outbound LN)
224 SPT – Kerjasama Standar Program Publikasi Bersama dengan Universitas DN & UNAS (Inbound DN)
225 SPT – Kerjasama Standar Program Publikasi Bersama dengan Universitas LN & UNAS (Inbound LN)
226 SPT – Kerjasama Standar Program Publikasi Bersama dengan UNAS & Universitas DN (Outbound DN)
227 SPT – Kerjasama Standar Program Publikasi Bersama dengan UNAS & Universitas LN (Outbound LN)
228 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset
229 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Mahasiswa DN dengan UNAS (Inbound DN)
230 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Mahasiswa Asing dengan UNAS (Inbound LN)
231 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Mahasiswa UNAS dengan Mahasiswa DN (Outbound DN)
232 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Mahasiswa UNAS dengan Mahasiswa LN (Outbound LN)
233 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Dosen DN dengan UNAS (Inbound DN)
234 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Dosen Asing dengan UNAS (Inbound LN)
235 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset Dosen UNAS dengan Dosen DN (Outbound DN)
236 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Riset  Dosen UNAS dengan Dosen LN (Outbound LN)
237 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Mahasiswa DN dengan UNAS (Inbound DN)
238 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Mahasiswa Asing dengan Mahasiswa UNAS (Inbound LN)
239 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Mahasiswa UNAS dengan Mahasiswa DN (Outbound DN)
240 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Mahasiswa  UNAS dengan Mahasiswa LN (Outbound LN)
241 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Dosen DN dengan Dosen UNAS (Inbound DN)
242 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Dosen Asing dengan Dosen UNAS (Inbound LN)
243 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM  Dosen  UNAS dengan Dosen DN (Outbound DN)
244 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama PKM Dosen UNAS dengan Dosen LN (Outbound LN)
245 SPT – Kerjasama Standar Kunjungan
246 SPT – Kerjasama Standar Kunjungan Universitas DN ke UNAS (Inbound DN)
247 SPT – Kerjasama Standar Kunjungan Universitas LN ke UNAS (Inbound DN)
248 SPT – Kerjasama Standar Kunjungan UNAS ke Universitas DN (Outbound DN)
249 SPT – Kerjasama Standar Kunjunga nUNAS ke Universitas LN (Outbound LN)
250 SPT – Kerjasama Standar Kerja Sama Pendidikan Daring

Beberapa contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

 

Gambar 11. Contoh Dokumen Standar Universitas Nasional

Gambar 12. Standar Nasional Perguruan Tinggi Universitas NasionalMekanisme BPM dan UPM Universitas Nasional

Sekolah Pascasarjana dalam penjaminan mutu dibidang tata pamong telah memiliki Rencana Strategis (Renstra) dan buku Rencana Operasional (Renop), sebagai kebijakan dalam melaksanakan program kegiatan di lingkungan Sekolah Pascasarjana selama 5 (lima) tahun untuk Renstra dan 1 (satu) tahun untuk Renop.Dibidang standar penyusunan Tesis dan Disertasi Sekolah Pascasarjana telah memiliki Buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi sebagai acuan semua pemangku kepentingan dalam melakukan pembuatan dan penyelesaian Tugas Akhir bagi mahasiswa.

Gambar 13.  Dokumen Renstra dan Renop Sekolah Pascasarjana dan Buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi Sekolah Pascasarjana

Dalam bidang akademik di lingkungan Sekolah Pascasarjana telah memiliki Buku Panduan Akademik Program Magister dan Doktor, selain penyediaan Booklet Sekolah Pascasarjana.

Gambar 14. Buku Panduan Program Magister dan Doktor dan Booklet Sekolah Pascasarjana

  1. Kepuasan Pengguna

Kepuasan pengguna dalam hal ini adalah para pemangku kepentingan yang meliputi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, pengguna dan mitra, terhadap layanan manajemen UPPS, diantaranya melibatkan para mahasiswa dan pengguna dalam rapat-rapat perubahan kurikulum, isian form dari seluruh alumni tentang latar belakang pekerjaan, rencana kerja, serta perubahan pekerjaannya. Selain itu, juga melibatkan mahasiswa dalam seminar bersama, riset bersama dosen dan mahasiswa, serta senantiasa meminta mahasiswa mengisi menilai penyelenggaraan perkuliahan. Hingga sekarang Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional terus mengembangkan sistem pengukuran berkala untuk menghasilkan mutu luaran yang lebih berkualitas dan produktif.

  1. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Kerjasama UPPS dan Program Studi dalam sistem tata pamong di Sekolah Pascasarjana akan terus dikembangkan dalam skema penyelenggaraan pendidikan yang lebih optimal, misalnya, kegiatan apa saja yang perlu diotonomikan di Program Studi dan aktivitas apa saja yang harus diintegrasikan di level manajemen UPPS.Selama ini misalnya, kegiatan proses penerimaan mahasiswa baru diotonomikan di tingkat Program Studi. Pertimbangan akan hal tersebut didasari karena basis keilmuan yang dipilih mahasiswa penguasaan substansinya ada pada Program Studi. Namun dalam hal pilihan Program Studi mahasiswa di UPPS tidak linier dengan latar belakang pendidikan Sarjana, maka oleh Sekolah Pascasarjana (UPPS) diharuskan mengikuti kuliah matrikulasi. Intinya, semua hasil evaluasi UPPS yang dilaksanakan di tingkat unit kerja akan terus dikembangkan pada level yang lebih tinggi untuk mencapai akreditasi.

 

C.3 Mahasiswa

1.Latar Belakang

Sekolah Pascasarjana berorientasi pada upaya perekrutan mahasiswa baru yang dilakukan secara terbuka (transparan), dengan tahapan dilakukan secara tersistem, tujuannya menghasilkan mahasiswa yang siap untuk melaksanakan proses pendidikan yang dijalankan.  Selanjutnya, berkomitmen dan konsisten menjaga dan meningkatkan mutu layanan kemahasiswaan, secara profesional dengan tetap memperhatikan hak-hak dan kewajiban mahasiswa. Sekolah Pascasarjana menyelenggarakan berbagai kegiatan dan publikasi, guna memperkuat daya tarik program studi, mengembangkan potensi para mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dan berprestasi secara akademik maupun non-akademik dalam rangka penguatan kultur akademis.

2.Kebijakan

Kebijakan Sekolah Pascasarjana  senantiasa merujuk pada ketentuan-ketentuan yang dipakai oleh Universitas Nasional dalam penyelenggaraan pendidikannya. Kebijakan-kebijakan tersebut merujuk pada berbagai ketentuan sebagai berikut :a) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan StatutaUniversitas Nasional yang berisi tentang ketetapan dan aturan untuk lebih menjamin kelancaranpenyelenggaraan Universitas Nasional khususnya perihal mahasiswa dan alumni pada Bab XIX Pasal 64sampai dengan Pasal 67; b) SK Rektor No. 112 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Universitas dan Akademi-Akademi Nasional dalam memantapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas danAkademi-akademi Nasional dan mewujudkan suasana atau atmosfer akademik yang kondusif; c) Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan dilingkungan Sekolah Pascasarjana pada Bab V perihal Pembimbing Akademik Pasal 35 mengenai tugasmahasiswa dan Pasal 37 Hak Mahasiswa, pada Bab VII perihal Penerimaan Mahasiswa.

3. Strategi Pencapaian Standar

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana merupakan mereka yang telah menempuh proses seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dibuka setiap semester. Adapun ketentuan atau persyaratan-persyaratan penerimaan mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana diatur dalam SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional.Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) diangkat oleh Rektor dan bertanggung jawab kepada Rektor.

Sesuai SK Rektor tersebut seleksi mahasiswa baru dilakukan dengan standar melalui empat tahap, yaitu :  1) Tahap Seleksi Administratif meliputi :  pembelian dan pengisian formulir; fotokopi ijazah S1 dari perguruan tinggi yang terakreditasi; fotokopitranskrip akademik dengan standar IPK minimal 3,00; fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK); karya-karya ilmiah (jika ada); deskripsi diri yang mencakup motivasi studi S2 dan orientasi kerja setelah lulus; dan pas foto berwarna dengan ukuran 4×6 cm 3 lembar; 2) Tahap Ujian Tulis di mana setiap calon mahasiswa diuji secara tertulis sesuai dengan prodi, tes potensi akademik, kemampuan bahasa Inggris (memiliki skor Toefl minimum 500). 3) Tahap Wawancara dilakukan pengelola program studi untuk mengetahui motivasi dan kesungguhan calon mahasiswa; 4) Tes Bebas Narkoba.  Khusus untuk Program Doktor IPK minimal 3,5, berasal dari program studi berakreditasi minimal B, nilai Toefl minimal 500, bagi yang telah memiliki publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional lebih diutamakan.

Calon mahasiswa program Doktor lulus ujian tertulis dan wawancara serta menyusun dan menyerahkan rencana disertasi (proposal).

Mahasiswa alumni yang melanjutkan ke Program Magister dan Program Doktor di Universitas Nasional, mendapat pengecualian persyaratan administratif berupa keringanan biaya SPP sebesar 20% dan UPP sebesar 50%. Pengecualian juga diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari daerah bencana dan konflik berdasarkan kebijakan universitas.Bagi calon mahasiswa yang diterima namun bukan lulusan dari fakultas yang linier, harus menempuh matrikulasi untuk beberapa mata kuliah dasar tertentu sesuai dengan bidang Prodi.

 

4. Indikator Kinerja Utama

a) Kualitas Input Mahasiswa

Metode rekrutmen dan sistem seleksi kemampuan dan potensi calon mahasiswa dilakukan secara benar, dengan metode : 1) Meneliti dokumen secara relevan, yakni dengan ; a) meneliti dan mengklasifikasi karya ilmiah calon mahasiswa; b) memeriksa deskripsi diri motivasi studi; c) memeriksa hasil tes akademis dan kebahasaan; 2) Wawancara menggali potensi minat dan bakat spesifik akademis maupun non-akademis. Dengan demikian akan teridentifikasi potensi minat dan bakat mahasiswa bersangkutan.  Berikut adalah gambaran tentang seleksi penerimaan mahasiswa.

 

Tabel 10. Seleksi Mahasiswa Baru

Tahun Akademik Daya Tampung Jumlah Calon Mahasiswa Jumlah Mahasiswa Baru Jumlah Mahasiswa Aktif
Pendaftar Lulus Seleksi Reguler Transfer*) Reguler Transfer*)
TS-4 250 190 144 144 3 675 3
TS-3 475 298 251 251 2 796 2
TS-2 515 308 256 256 1 887 1
TS-1 535 394 331 331 4 1061 4
TS 585 423 359 359 11 1174 11
Jumlah 1613 1341 1341 21 1185

 

Gambar 17. Grafik Peningkatan Daya Tampung Sekolah Pascasarjana  

5 tahun terakhir

Peningkatan daya tampung dalam lima tahun terakhir, terlihat dalam grafik peningkatan daya tampung penyelenggaraan pendidikan Program Magister dan Doktor.

Gambar 17. Grafik Perbandingan Daya Tampung dengan Mahasiswa Aktif  5 tahun terakhir

Perbandingan rasio daya tampung dengan jumlah mahasiswa aktif sampai dengan TS (2018/2019) diperlukan penambahan memadai jumlah kelas perkuliahan

Tabel 11.  Mahasiswa Asing

No. Program Studi Jumlah Mahasiswa Aktif Jumlah Mahasiswa Asing Penuh Waktu (Full-time) Jumlah Mahasiswa Asing Paruh Waktu (Part-time)
TS-2 TS-1 TS TS-2 TS-1 TS TS-2 TS-1 TS
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Ilmu Politik (S3) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Ilmu Politik (S2) 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Manajemen 1 0 1 5 6 0 0 0 0
4 Hukum 3 3 2 0 0 0 0 0 0
5 Administrasi Publik 0 0 0 2 2 0 0 0 0
6 Biologi 0 0 0 0 0 0 0 0 3
Jumlah 4 3 3 7 8 0 0 0 3

Gambar 18. Kondisi Jumlah Mahasiswa Asing (3 tahun  terakhir)

b) Layanan Kemahasiswaan

LayanankemahasiswaanyangdisediakanolehUPPS dalam bidang:

  • Penalaran, minat dan bakat

Mengembangkan kultur akademis berbasis pada penguatan penalaran (rasionalitas) mahasiswa dengan mentradisikan gagasan yang rasional dapat diuji secara akademis. Tradisi akademis melalui diskusi, seminar, sarasehan, lokakarya.  Kegiatan ini membuka lebar bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan para dosen baik dibidang penelitian maupun PkM. Secara rutin juga menyelenggarakan kursus yang sesuai dengan kebutuhan akademis mahasiswa.

  • Kesejahteraan (bimbingan dan konseling, layanan beasiswa, dan layanan kesehatan)

Pimpinan Sekolah Pascasarjana terbuka bagi konsultasi konseling dan informasi beasiswa bagi yang berprestasi, juga pemberian layanan kesehatan kepada mahasiswa selama proses pendidikan dilakukan sesuai dengan standar  fasilitas klinik kesehatan.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Pembekalan tambahan berupa :a) Pelatihan penulisan karya ilmiah dan publikasi nasional  dan internasional terpublikasi dan internasional; b) Mengikuti kegiatan ilmiah akademis yang dilakukan oleh berbagai pihak di luar kampus; c) Setiap prestasi mahasiswa baik dalam bidang pendidikan, minat bakat dan pengabdian kepada masyarakat diberikan penghargaan sertifikat , surat keterangan pendamping ijazah; d) Pelatihan metode pembelajaran blended learningmendapatkan sertifikat; e) Melakukan penelitian/riset baik secara mandiri maupun kolaboratif (dengan pendampingan dosen).

6. Evaluasi Capaian Kinerja

Keberhasilan :

Evaluasi capaian kinerja mahasiswa dilakukan dengan 2 (dua) cara yakni : a) Dilakukan pembahasan secara berkala melalui rapat pimpinan Sekolah Pascasarjana, kemudian dimonev oleh bagian Penjaminan Mutu;b) Pembahasan evaluasi melalui internal pimpinan Prodibersama Dosen;c)  Dilakukan pembahasan melalui  Rapat Senat  secara berkala; d) Sistem Penilaian Kinerja Mahasiswa di bidang akademik berdasarkan SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan akademik di lingkungan universitas dan akademi-akademi nasional.

Ketidakberhasilan :a)Belum termanfaatkan secara optimal wadah alumni; b) Melalui jejering ikatan alumni pemanfaatan terhadap kegiatan mahasiswa belum optimal; c) Belum memanfaatkan secara maksimal wadah alumni di lingkungan Sekolah Pasacasrjana dan Program Studi.

Upaya yang dilakukan adalah :a)Peningkatan kualitas mahasiswa dalam pengembangan  Ilmiahberupa pelatihan Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah secara periodik; b) Kegiatan Pelatihan Perkuliahan Online/Blended Learning; c) Melibatkan mahasiswa dalam event kegiatan ilmiah seperti seminar, public lecture, kuliah tamu, workshop, lokakarya, penulisan untuk jurnal; d) Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan program studinya; e) Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan praktis bidang ilmu melalui jejaring dengan instansi terkait; e) Memanfaatkan alumni dan ikatan alumni mendapatkan informasi,  pengetahuan, dan pembekalan  di lingkungan program studi.

7. Penjaminan Mutu Mahasiswa

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi terkait dengan kemahasiswaan. Standar mutu kemahasiswaan terdiri dari 10 standar.

 

Tabel 12 : Standar Kemahasiswaan

No Kategori Nama Standar
1 SPT – Kemahasiswaan Standar Kemahasiswaan
2 SPT – Kemahasiswaan Standar Layanan Mahasiswa
3 SPT – Kemahasiswaan Standar Organisasi Mahasiswa
4 SPT – Kemahasiswaan Standar Pengurus Organisasi Mahasiswa
5 SPT – Kemahasiswaan Standar Penyusunan Program Kerja Organisasi Mahasiswa
6 SPT – Kemahasiswaan Standar LPJ Program Kerja Organisasi Mahasiswa
7 SPT – Kemahasiswaan Standar Pembiayaan Kegiatan Organisasi Mahasiswa
8 SPT – Kemahasiswaan Standar Himpunan Alumni
9 SPT – Kemahasiswaan Standar Pelacakan Lulusan
10 SPT – Kemahasiswaan Standar Kewirausahaan

Gambar 19. Standar Perguruan Tinggi Universitas Nasional

 

Penjaminan mutu bagi mahasiswa di lingkungan Sekolah Pasacsarjana Universitas Nasional berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 17 Tahun 2017, yang juga merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Statuta universitas Nasional Tahun 2015 dan Keputusan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan No. 02 Tahun 2017. Hal ini berkaitan dengan Peraturan Akademik di lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional.Pengelola program studi melalui seleksi administratif dan akademik, serta mekanisme internal menentukan calon mahasiswa yang dianggap layak dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

8. Kepuasan Pengguna

Secara berkala telah dilakukan pelacakan lulusan (tracer study)tahun 2018 untuk lulusan periode 3 tahun terakhir 2013-2017. Pelacakan sebagai kelompok sasarannya adalah mahasiswa yang sudah bekerja serta alumnidengan menggunakan metode survei melalui penyebaran kuesioner. Studi pelacakan dengan menggunakanmedia sosial ; facebook, twitter, WatssUp, E Mail, dan melalui POS. Kelompok sasarannya adalah para mahasiswa dan alumni lintas program studi yang sudah bekerja.

Metode studi pelacakan data alumni dilakukan melalui metode penyebaran kuesioner dengan metode Proposif Sampling. Jumlah mahasiswa aktif dan alumni dari setiap Program Studi sebanyak 30 responden lintas program studi sebagai sampel.Hasil studi pelacakan dirangkum dalam tabel berikut:

Tabel 13. Pengukuran Kepuasan Pengguna Mahasiswa dan Lulusan

No. Jenis Kemampuan ng Pemanfaatan Hasil Pelacakan
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
(%) (%) (%) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Integritas (etika dan moral) 80,00 11,00 9,00 Hasil pelacakan digunakan untuk
2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) 89,00 11,00 1. Perbaikan sistem pembelajaran, seperti
3 Keluasan wawasan antar disiplin ilmu 81,00 19,00 Metode mengajar, teknologi informasi,
4 Kepemimpinan 74,00 18,00 8,00 Presentasi di kelas dsb
5 Kerjasama dalam tim 83,00 5,00 12,00 2. Penggalangan dana, seperti untuk pelaksanaan seminar, diskusi dll
6 Bahasa asing 71,00 20,00 9,00 3. Informasi pekerjaan, seperti kebutuhan
7 Komunikasi 86,00 14,00 Asisten tenaga ahli, kebutuhan pelaksana
8 Penggunaan teknologi informasi 92,00 8,00 Lapangan, konsultan dll
9 Pengembangan diri 79,00 21,00 4. Membangun jejaring, seperti kerjasama pendidikan, penelitian dan PkM.
Total (a)=735,00 (b)=127,00 (c)=38,00 (d)=0,00

10. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Hasil evaluasinya ternyata dalam berkiprah di dunia kerja sudah sangat baik karena mampu memberikan kontribusi sesuai dengan keilmuan yang mereka dapatkan di Sekolah Pascasarjana.

Adapun hambatan yang ditemukan bahwa mahasiswa dan alumni belum memanfaatkan dan memfungsikan wadah alumni secara maksimal,hal ini dikarenakan sebagian besar disibukkan waktunya dalam aktivitas di pekerjaan maupun aktivitas lainnya sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk bisa terlibat secara optimal. Untuk itu rencana perbaikan dari Sekolah Pasacsarjana akan terus melakukan evaluasi dan mengembangkan wadah alumnidengan program dan kegiatan yang dapat menjawab upaya peningkatan peran termasuk di pasar kerja.

C.4 Sumber Daya Manusia

1. Latar Belakang

Peran, tugas, dan tanggung jawab dosen sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Untuk menjalankan fungsi, peran, dan kedudukan  dosen secara strategis diperlukan dosen yang kompeten dan profesional. Sebagaimana diamanatkan  UU RI Nomor  14 Tahun 2005 tentang Gurudan Dosen, dosen dan tenaga kependidikan dituntut untuk terus mengembangkan diri.  Dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen dan Tenaga kependidikan dutuntut senantiasa menunjukkan kompetensi, kredibilitas, kualitas, dan tanggungjawab terhadap profesinya.  Dalam hal ini pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi,serta mengaplikasikan  pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat menjadi indikator utamanya.  Sekoloah Pascasarjana sebagaimana ditetepkan dalam SK Rektor No. 257 Tahun 2015 berusaha untuk membangun SDM yang melampaui standar nasional pendidikan tinggi.

2. Kebijakan

Sistem pengelolaan sumber daya manusia yang meliputi perencanaan, seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan dilakukan untuk menjamin mutu penyelenggaraan akademik dan administratif  Sekolah Pascasarjana. Untuk maksud tersebut maka kepada para dosen dan tenaga kependidikan diberikan remunerasi, penghargaan, dan sanksi jika melakukan pelanggaran.  Dalam SK Rektor No. 257 Tahun 2015 perencanaan,  pengembangan dosen dan tenaga kependidikan bertumpu pada Rencana Strategis Universitas tahun 2015-2020.  Mengacu Renstra pengembangan dosen mencakup kepangkatan/jabatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi dan aplikasi.

Acuan Kebijakan Lainnya:a) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan Statuta Universitas Nasional  (Pasal 7,Pasal 8, dan Pasal 9 perihal Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Nasional) yang berisi tentang ketetapan dan aturan untuk lebih menjamin kelancaran penyelenggaraan Universitas Nasional khususnya Bab XII Pasal 38 dan Pasal 39 perihal Pimpinan Sekolah Pascasarjana dan Pimpinan Program Studi di Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, Bab IV Pasal 53 perihal Biro Administrasi Sumber Daya Manusia yang bertugas secara teknis dan administratif dalam melaksanakan fungsi pelayanan administrasi kepegawaian , tenaga akademik, dan tenaga administrasi; b) SK Rektor No. 259 Tahun 2015 tentang Organisasi  dan Tata Laksana Universitas Nasional (ORTALA) yang mengatur  dan menetapkan tentang organisasi dan tata laksana dalam pengelolaan sumber daya manusia; c) SK Rektor No. 117 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Bagi Dosen dan Karyawan dalam rangka pemantapan penyelenggaraan Tri Dahrma Perguruan Tinggi di Universitas dan Akademi-Akademi Nasional dan untuk mewujudkan atmosfir akademik yang kondusif; d)SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana pada Bab IV perihal tenaga pendidik dan tenaga kependidikan; e) SK Rektor No. 204 Tahun 2014 tentang Kode Etik Dosen  Universitas dan Akademi-Akademi Nasional kaitannya dalam mendorong terbentuknya perilaku dosen yang bertaqwa, beretika, profesional serta taat aturan untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan Universitas Nasional; f) SK Direktur No. 01 Tahun 2010 tentang Tata Pamong Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang mengatur tentang penataan organisasi secara baik untuk menjamin terselenggaranya sumber daya manusia yang baik.

Kebijakan tentang retensi dosen dan tenaga kependidikan antara lain dilakukan dengan : a) memberikan honorarium bagi dosen dan tenaga kependidikan yang menulis artikel di media nasional; b) memberikan honorarium kepada dosen yang menulis artikel di jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional,  jurnal internasional bereputasi.dan bagi penulis buku; c) diberikan penghargaan cincin emas bagi dosen dan tenaga kependidikan yang telah memiliki masa kerja 25 tahun; d) memberikan kesempatan ibadah Umroh kepada dosen dan tenaga kependidikan tetap.

Rekrutmen Dosen dan Tenaga Kependidikan

Menurut SK Rektor Nomor. 257 tahun 2015, tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional,  syarat untuk menjadi dosen Sekolah Pascasarjana adalah : a) berpendidikan minimal Doktor dalam ilmu sebidang dari program studi yang berakreditasi minimal B (sangat baik); b)usia maksimal 45 tahun saat mengajukan lamaran ke Universitas Nasional; c) tidak bekerja atau menjadi dosen tetap di instansi/universitas lain; d) sehat jasmani dan rohani; d) tidak pernah mendapat sanksi pidana yang diancam maksimal 5 tahun.

Pasal 3 yang mengatur rekrutmen dosen, menyebutkan bahwa rekruitmen dosen didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan keuangan Yayasan/Universita.  Prosedurnya :  a) Program studi mengajukan usul rekruitmen dosen kepada Direktur Sekolah Pascasarjana setelah memperhatikan kurangnya tenaga dosen disertai dengan analisis beban kerja; b) Direktur Sekolah Pascasarjana menyampaikannya kepada Rektor dan membahas kebutuhan dimaksud; c) Jika Universitas memiliki kemampuan keuangan, Rektor memerintahkan pemasangan iklan di media internal Unas dan atau media eksternal akan adanya kebutuhan dosen.

Kepala Biro SDM menyeleksi lamaran tertulis dan yang memenuhi syarat dikirim ke Program Studi untuk dilakukanberikutnya.

 

Gambar 20. Bagan Rekrutmen Dosen

Gambar 21. Contoh Info Lowongan Dosen dan Dokumentasi Seleksi Tes Perekrutan Tenaga Kependidikan/Karyawan

Rekrutmen Tenaga Kependidikan

Menurut SK Rektor Nomor. 257 tahun 2015, tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional,  syarat untuk menjadi tenaga kependidikan : a) berpendidikan serendah-rendahnya SLTA/sederajat; b) mempunyai keterampilan sesuai bidang yang dibutuhkan; c) tidak terikat dengan instansi lain, baik pemerintah maupun swasta lainnya; d) telah menjadi pegawai administrasi dengan masa percobaan minimal 3 bulan; e) berusia maksimal 30 tahun.

Pengembangan Dosen dan Tenaga Kependidikan

Pengembangan Dosen:

Pengembangan profesi dosen meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Pembinaannya melalui jabatan fungsional, tugas belajar, kenaikan pangkat (golongan) dan promosi, yaitu dengan cara : a) Memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti pelatihan;  b) Memberi kesempatan luas untuk melaksanakan penelitian, serta;  c) Berperan secara aktif dalam meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Pengembangan Tenaga Kependidikan:

Sesuai SK Rektor Nomor 257 Tahun 2015 tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional. Mengenai pengembangan tenaga kependidikan, diatur untuk meningkatkan kualitas pegawai, dilakukan pembinaan berupa pendidikan dan latihan; pengembangan karier; promosi jabatan. Untuk pengembangan karier dan menambah pengetahuan, tenaga kependidikan dapat mengikuti pendidikan studi lanjut di dalam ataupun diluar lingkungan Universitas Nasional sebatas tidak mengganggu pekerjaan rutin.

Pemberhentian  Dosen dan Tenaga kependidikan

Pemberhentian  Dosen: diatur dalam  suatu mekanisme yang terdapat pada SK Rektor Nomor 257 Tahun 2015 tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional. Pemberhentian Dosen dapat dilakukan dengan hormat dan dengan tidak hormat. Pemberhentian dosen tersebut dapat dilakukan setelah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri. Pemberhentian dosen sebagaimana dimaksud di atas dilakukan oleh Rektor sesuai prosedur yang berlaku di Universitas. Pemberhentian Dosen karena batas usia dilakukan pada usia 65 tahun; profesor yang berprestasi dapat diperpanjang batas usia pensiunnya sampai 70 tahun.

Pemberhentian Tenaga Kependidikan: Sebagaimana yang diatur dalam SK Rektor Nomor 257 Tahun 2015 tentang Peraturan Kepegawaian Universitas Nasional. Jika terjadi pelanggaran oleh warga kampus terhadap tata tertib  maka sanksi berupa: teguran, kewajiban mengganti kerugian materiil, pemberhentian, skorsing, pemecatan, yang akan berujung kepada penerusan permasalahan ke pihak yang berwajib. Pemberhentian  terhadap tenaga kependidikan/warga kampus dilakukan oleh Yayasan atas rekomendasi komisi disiplin Universitas dan atau Fakultas.

3. Strategi Pencapaian Standar

Untuk menjalankan tugas dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat, semua dosen melakukan penelitian, baik stimulus, hibah Dikti, dan sumber lain. Penelitian stimulus dimaksudkan bahwa pihak Universitas menyediakan dana penelitian berdasarkan kemampuan Universitas untuk semua dosen baik penelitian mandiri maupun kelompok dan diberikan setiap semester. Sedangkan penelitian hibah Dikti, pihak Universitas memberikan talangan pembiayaan kepada peneliti yang telah menerima hibah dari Dikti, apabila proposal penelitian sudah mendapatkan persetujuan dari Dikti,sebelum dana turun dari Dikti.

Upaya ini dilakukan secara terus menerus dan konsistensebagai strategi untuk mencapai hasil yang melebihi dari standar yang ditentukan. Capaian hasil setiap dosen  adalah melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat setiap semesterminimal satu kali.  Ini  merupakan strategi bagi pihak Universitas untuk meningkatkan mutu dan profesional dosen. Terkait dengan nama-nama dosen Sekolah Pascasarjana dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 14.  Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana

 

No. Nama Dosen NIDN/NIDK Pendidikan Pasca Sarjana Bidang Keahlian Kesesuaian dengan Kompetensi Inti PS Jabatan Akademik Sertifikat Pendidik Profesional Sertifikat  Kompetensi/ Profesi/  Industri Mata Kuliah yang Diampu pada PS yang Diakreditasi Kesesuaian Bidang Keahlian dengan Mata Kuliah yang Diampu Mata Kuliah yang Diampu pada PS Lain
Magister/ Magister Terapan/ Spesialis Doktor/ Doktor Terapan/ Spesialis
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Prof. Dr. Kausar, AS,, MSi 885700016 Magister Doktor Ilmu Politik V Guru Besar Politik Lokal Otonomi Daerah
2 Prof. Dr. Umar Basalim, DES 319036103 Magister Doktor Ilmu Politik V Lektor Kepala Ada Metodologi Penelitian
3 Dr. Asran Jalal, MSi 328106101 Magister Doktor Ilmu Politik V Lektor Kepala Ada Teori Ekonomi Politik
4 Dr. Zainul Djumadin, MSi 330126102 Magister Doktor Ilmu Politik Lektor Kepala Ada Pembangunan Politik
5 Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si 330966701 Magister Doktor Ilmu Politik V Lektor Kepala
6 Irman Gumilang Lanti, PhD 305026907 Magister Doktor Ilmu Politik V Bisnis dan Politik di Indonesia
7 Dr. Maxensius Tri Sambodo 8852320016 Magister Doktor Ilmu Ekonomi Ekonomi dan Industrialisasi
8 Prof. Dr. Achmad Djunaeni Kadmasasmita, Mec 8846930017 Magister Doktor Ilmu Administrasi V Guru Besar Administrasi dan manajemen  Keuangan Publik
9 Dr. Rusman Ghazali, MSi 316106902 Magister Doktor Ilmu Administrasi V Lektor Kepala Ada Analisis Kebijakan Publik
10 Dr. AF. Sigit Rochadi, Msi 331125902 Magister Doktor Sosiologi V Lektor Kepala V Metode Kualitatif dan Kuantitatif V Metodologi Penelitian
11 Dr. Adjat Daradjat 8817510016 Magister Doktor Ilmu Administrasi Guru Besar Inovasi Organisasi dan Reformasi Administrasi
12 Prof. Dr. Lijan  P. Sinambela, MM 5015901 Magister Doktor Manajemen Guru Besar Ada Manajemen Pengukuran Kinerja
13 Prof. Dr. Paisal 6076101 Magister Doktor Sosiologi Guru Besar Ada Kebijakan Pembangunan Sosial
14 Dr. Zulmasyhur, MSi 321116901 Magister Doktor Ilmu Administrasi Lektor Kepala Ada Kepemimpinan dan manajemen Publik
15 Prof. Dr. Mohammad Askin, SH 8803710016 Magister Doktor Ilmu Hukum Guru Besar Hukum Lingkungan
16 Dr. Basuki Rekso Wibowo, SH 7015904 Magister Doktor Ilmu Hukum Guru Besar Ada
17 Dr. Zulkarnain Sitompul, LLM., SH 321055901 Magister Doktor Ilmu Hukum Lektor Kepala
18 Dr. Herri Swantoro, SH., MH 8814870018 Magister Doktor Ilmu Hukum
19 Dr. Arrisman SH., MH 316126004 Magister Doktor Ilmu Hukum Lektor Kepala Ada
20 Dr. Dodi Suhartono Abdulkadir, SH., MH 317026201 Magister Doktor Ilmu Hukum
21 Dr. Diah Ratu Sari Harahap, SH., MH 329036404 Magister Doktor Ilmu Hukum Lektor Ada
22 Dr. Subianta Mandala, SH, LLM. 302086402 Magister Doktor Ilmu Hukum Lektor
23 Dr. Rizal Ramadhani, SH, LLM., 312126711 Magister Doktor Ilmu Hukum
24 Dr. Rumainur, SH., MH 1011056801 Magister Doktor Ilmu Hukum Lektor Kepala Ada
25 Dr. Harniati, SH, LLM 8874100016 Magister Doktor Ilmu Hukum Asisten Ahli
26 Prof. Dr. Umar Basalim, DEC 8897460018 Magister Doktor Ilmu Politik Guru Besar Ekonomi Politik
27 Dr. Moch. Rum Alim, MSi 8806710016 Magister Doktor Ilmu Ekonomi Lektor Kepala Ekonomi Pertanian
28 Dr. I Made Adnyana, SE., MM 320065601 Magister Doktor Ilmu Ekonomi Lektor Kepala Ada Manajemen
29 Dr. Sugito Efendi, MSi 708105601 Magister Doktor Ilmu manajemen Lektor Kepala Ada
30 Dr. Suharyono, MSi 26115601 Magister Doktor Ilmu Manajemen Lektor Kepala Ada Manajemen Keuangan
31 Dr. Suryono Efendi, SE., MM 310066301 Magister Doktor Ilmu Manajemen Lektor Kepala Ada
32 Dr. Andini Nurwulandari, SE., MM 320096701 Magister Doktor Ilmu Manajemen Lektor Ada
33 Dr. Tidar Hadipurnomo, SP 509116901 Magister Doktor Ilmu Manajemen Asisten Ahli
34 Prof. Dr. Dedy Darnaedi, MSc 8866550017 Magister Doktor Botani Guru Besar
35 Prof. Dr. Endang Sukara 8876550017 Magister Doktor Biologi Guru Besar
36 Prof. Dr. Ernawati Sinaga, MS., Apt 31075501 Magister Doktor Ilmu Kimia Guru Besar Ada
37 Dr. Sri Endarti Rahayu, MSi 25085802 Magister Doktor Biologi Lektor Kepala Ada
38 Dr. Tatang Mitra Setia, MSi 326105801 Magister Doktor Biologi Lektor Kepala Ada
39 Dr. Achmad Yanuar 301016104 Magister Doktor Biologi
40 Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, MSi 310116405 Magister Doktor Ilmu Lingkungan Lektor Ada
41 Dr. Retno Widowati, MSi 327096502 Magister Doktor Biologi Lektor Kepala Ada
42 Dr. Ir. Nonon Saribanon, MSi 331056601 Magister Doktor Ilmu Lingkungan Lektor Kepala Ada
43 Dr. Sri Suci Utami 325116601 Magister Doktor Biologi
44 Prof. Dr. Djohermansyah  Djohan, MA 321125401 Magister Doktor Ilmu Politik V Guru Besar Otonomi Daerah V Politik Lokal dan Otonomi Daerah
45 Prof. Dr. Syarif Hidayat 8844430017 Doktor Ilmu Politik V Guru Besar Ekonomi Politik V Teori Ekonomi Politik
46 Prof. Dr. Eko Sugiyanto, MSi 20035502 Magister Doktor Ilmu Administrasi V Guru Besar V Pembangunan Politik Lokal dan Otonomi Daerah V Politik Lokal dan Otonomi Daerah
47 Prof. Dr. Herman Hidayat 8843360018 Magister Doktor Ilmu Politik V Guru Besar Politik Lingkungan dan Pembangunan Ekonomi V Bisnis dan Politik di Indonesia
48 Dr. TB. Massa Djafar 325126302 Magister Doktor Ilmu Politik V Lektor Kepala V Pemerintahan dan Analisa Peta Kekuatan Politik V Pembangunan Politik Perbandingan
49 Drs. Firdaus Syam, MA., PhD 318106101 Magister Doktor Ilmu Politik V Lektor Kepala V Masalah-masalah Demokrasi V Kekuatan-kekuatan Politik
50 Dr. Aris Munandar, MSi 324076404 Magister Doktor Metodologi Research, Sosiologi V Lektor Kepala V Politik Global dan Kepentingan Nasional V Teori Sosial Klasik
51 Dr. M Alfan Alfian M 315027303 Magister Doktor Politik Luar Negeri V Lektor V Masalah-masalah Pembangunan Politik V Pembangunan Politik Kekuatan keuatan Politik

 

Gambar 23. Diagram Rasio Kepangkatan Dosen Tetap Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional

Rasio jabatan akademik dosen tetap di lingkungan Sekolah Pasacsarjana Universitas Nasional secara umum telah mengalami kemajuan dalam beberapa tahun ini.  Kemudian sumber daya manusia tersebut terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan baik dimasa kini dan masa yang akan datang dengan komposisi dimasa yang akan datang rasio jumlah guru besar dan lektor kepala secara keseluruhan terpenuhi.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia, Universitas Nasional mengupayakan : a) Tersedianya dosen dan karyawan yang profesional dan bermutu, regenerasi yang berkesinambungan, serta reward and punishment berdasarkan merit system yang mendorong peningkatan kinerja dosen dan karyawan; b) Terselenggaranya sistem penerimaan, pengangkatan, pembinaan dan promosi dosen yang mendukung tercapainya target Universitas sebagai Teaching University dengan peringkat akreditasi A; c) Meningkatnya kuantitas dosen sesuai dengan kebutuhan kompetensi dan rasio dosen-mahasiswa; d) Meningkatnya kualitas dosen tetap yang berpendidikan S3 menjadi 100%; e) Meningkatnya jumlah guru besar tetap mencapai 20%; f) Tercapainya keseimbangan gender pada jabatan-jabatan strategis universitas; g) Meningkatkan pendayagunaan dosen senior dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dan administrasi manajemen.

Untuk menunjang kelancaran dan terlaksananya kegiatan perkuliahan serta lulusan yang mempunyai kemampuan di bidang ilmu yang terkait, diharuskan dan didorong oleh pihak Universitas Nasional dan pimpinan Sekolah Pascasarjana agar dalam melaksanakan tugasnya, dosen berkewajiban :a) Melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan tugas-tugas di bidang administrasi dan manajemen jika dibutuhkan; b) Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; c) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; d) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif kepada seluruh peserta didiknya dalam pembelajaran; e) Menjunjung tinggi peraturan Universitas, perundang-undangan, hukum, dankode etik, serta nilai-nilai agama dan etika; dan f) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan di dalam maupun di luar lingkungan Universitas.

Selain mempunyai kewajiban, dosen juga diberikan hak untuk kesejahteraan dosen yang telah diatur oleh Universitas. Bagi dosen tidak tetap yang mempunyai kualitas, dapat diangkat menjadi dosen tetap dengan persyaratan dan prosedur yang telah diatur dalam SK. Rektor No. 127 Tahun 2013, serta bagi staf penunjang lainnya mempunyai tugas dan fungsi di bidangnya yang telah dicantumkan dalam SK. Rektor No. 78 Tahun 2009 tentang Organisasi Tata Laksana (Ortala).

Untuk mewujudkan capaian di atas juga didukung dengan tenaga kependidikan  yang pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan melalui ; 1) rekrutmen tenaga kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan; 2) pemberian kesempatan untuk peningkatan jenjang pendidikan yang lebih tinggi; 3) pemberian kesempatanmengikuti pelatihan, kursus, workshop, seminar.

4. Indikator Kinerja Utama

a) Profil Dosen

Semua dosen di Sekolah Pascasarjana melampaui kualifikasi yang ditetepkan dalam standar nasional pendidikan tinggi dilihat dari jenjang pendidikan, jabatan akademik, penelitian  dan publikasi.  Jumlah dosen melampaui standar SNPT  yaitu 6 orang per program studi.  Dari 8 (delapan) dosen tersebut semua memiliki jenjang doktor, tiga diantaranya berpangkat Guru Besar, dan selebihnya berpangkat Lektor Kepala. Demikian juga semua dosen tersebut sudah  bersertifikasi dosen nasional sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing, semua dosen aktif sebagai anggota asosiasi keilmuan (AIPI), baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota.

  1. b) Beban kerja dosen tetap, terdiri atas:
  2. 1. Rasio jumlah mahasiswa program studi serta Penugasan DTPS sebagai pembimbing utama tugas akhir rata-rata12 sks(Tabel 3.a.3 LKPS).
  3. Kinerja dosen

Kinerja dosen dapat terlihat melalui adanya Pengakuan atas kepakaran (menjadi nara sumebr di media massa, menjadi pembicara dalam seminar nasional dan internasional, menjadi konsultan dalam penyusunan kebijakan di kementrian dan lembaga negara).Melalui Penelitian (minimal 1 judul penelitian dalam 1 tahun), Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi Ilmiah, publikasi (masing-masing minimal 1 artikel dalam 1 tahun),  seperti dikemukakan dalam Tabel 3.b.1-6 LKPS dan  Tabel 3.b.7 LKPS.

3. Pengembangan Dosen

Berbagai upaya telah dilakukan Sekolah Pascasarjana melalui semua program dalam rangka Pengembangan sumber daya manusia, diantaranya adalah kebijakan pendidikan lanjutan bagi dosen, aktif mengikuti seminar baik di dalam maupun di luar negeri, melakukan penelitian sesuai dengan bidang ilmu dan mengikiti pertukaran dosen dengan perguruan lain yang bereputasi.  Pengembangan ini dilakukan merujuk kepada Renstra.

4. Tenaga Kependidikan

Untuk pengembangan tenaga kependidikan upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain : 1) memberikan kesempatan studi lanjut: 2) mengikuti pelatihan keahlian sesuai dengan bidangnya baik di tingkat nasional; 3) meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan melalui loka karya dan workshop.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Merujuk SK Direktur No. 12 A Tahun 2017 tentang Penguatan  Penyelenggaraan Akademik di Lingkungan Sekolah Pasacasarjana Universitas Nasional , maka ditentukan bahwa : a) semua dosen wajib mengikuti seminar minimal 1 kali dalam satu tahun akademik; b) Program Studi wajib menyelenggarakan seminar terbuka yang menampilkan mahasiswa atau pihak luar sebagai pembicara; c) setiap pengampu mata kuliah diperkenankan mengundang dosen tamu untuk memberikan topik tertentu terkait materi perkuliahan.

6. Evaluasi Capaian Kinerja

  1. Evaluasi capaian dosen dilingkungan Sekolah Pascasarjana dilakukan berdasarkan pada ketentuan:
  • Peraturan yang telah diamanatkan melalui SK Rektor sesuai dengan bidang yang di evaluasi,
  • Peraturan Mernteri Pendidikan Tinggi Nomor 92 Tahun 2014, tentang petunjuk teknis pelaksanaan penilaian angka krerdit jabatan fungsional dosen dan angka kreditnya.
  1. Evaluasi capaian kerja bagi tenaga kependidikan:
    • Evaluasi capaian kinerja tenaga kependidikan dilingkungan Sekolah Pascasarjana dilakukan berdasarkan pada ketentuan peraturan Rektor Nomor tentang pedoman kepegawaian.
    • Evaluasi capaian kinerja tenaga kependidikan yerdiri atas unsur sasaran kerja pegawai sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan serta unsur perilaku.

7. Penjaminan Mutu SDM

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi terkait dengan sumber daya manusia. Standar mutu sumber daya manusia  terdiri dari 19 standar SDM. Detail standar kSDM ditampilkan dalam tabel di bawah ini :

Tabel  17. Dokumen Standar Bidang Sumber Daya Manusia

No Kategori Nama Standar
1 SPT – Ketenagaan Standar Rekrutmen dan Seleksi Dosen
2 SPT – Ketenagaan Standar Rekrutmen dan Seleksi Pegawai Administrasi
3 SPT – Ketenagaan Standar Penempatan Dosen dan Pegawai Administrasi
4 SPT – Ketenagaan Standar Dosen
5 SPT – Ketenagaan Standar Pengangkatan Dosen
6 SPT – Ketenagaan Standar Pegawai Administrasi
7 SPT – Ketenagaan Standar Alih Status Dosen Tetap dan Pegawai Administrasi Tetap
8 SPT – Ketenagaan Standar Kenaikan Pangkat Pegawai Administrasi
9 SPT – Ketenagaan Standar Beban Tugas Dosen
10 SPT – Ketenagaan Standar Waktu Kerja
11 SPT – Ketenagaan Standar Hari Libur dan Cuti
12 SPT – Ketenagaan Standar Sanksi Indispliner
13 SPT – Ketenagaan Standar Pengakhiran Hubungan Kerja
14 SPT – Ketenagaan Standar Pensiun Pegawai
15 SPT – Ketenagaan Standar Jabatan
16 SPT – Ketenagaan Standar Kepangkatan
17 SPT – Ketenagaan Standar Senat Universitas dan Fakultas serta Sekolah Pascasarjana
18 SPT – Ketenagaan Standar Pemilihan Pimpinan Fakultas dan Jurusan
19 SPT – Ketenagaan Standar Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan SDM Universitas Nasional

Salah satu contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

Gambar 24. Standar Perguruan Tinggi Universitas Nasional

Dalam sistem penjaminan mutu yang dilakukan bagi dosen, Sekolah Pascasarjana  mengacu pada pasal 39 ayat (1) dan (2) UU Sistem Pendidikan Nasional, sebagai berikut : a) Pengembangan kurikulum; Pengawasan pelaksanaan kurikulum; b) Membantu melakukan pengembangan proses belajar mengajar; c) Melakukan  bimbingan akademik terhadap mahasiswa binaannya seperti Pembimbing Akademik (PA); d) Melakukan evaluasi tentang kualitas akademik mahasiswa.

Sedangkan penjaminan mutu bagi tenaga kependidikan, Sekolah Pascasarjana, mengacu pada SK Rektor tentang tugas pokok kepegawaian, antara lain: a) admistrasi; b) pengelolaan; c) pengembangan; d) pengawasan; f) pelayanan teknis kepada Dosen dan Mahasiswa

8. Kepuasan Pengguna

Pengukuran kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap layanan pengelolaan dan pengembangan SDM dapat dijelaskan sebagai berikut: a) kinerja, tingkat absolut kinerja hasil penilaian terhadap hasil yang dicapai dari aspek pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat; b) interaksi pegawai, yaitu seperti keramahan, sikap hormat dan empati ditunjukkan oleh masyarakat kampus; c) Keandalan, konsistensi kinerja akademik dan kesejahteraan; d) Daya tahan, rentan kehidupan kampus walaupun pernah terjadi gejolak diantara manajemen dan mahasiswa; e) Ketapatan waktu dan kenyamanan dalam melaksanakan tugas terutama melaksanakan kalender akademik, melaksanakan tugas mengajar dan proses penjadwalan mata kuliah; f) kesadaran akan nama besar lembaga yang dijadikan tempat untuk mengolah ilmu sebagai tanggung jawabnya serta mentransformasikannya dengan penuh tanggung jawab dengan penghargaan yang setimpal; g) Bukti fisik, dimana kemampuan lembaga dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal terhadap sarana dan prasarana fisik lembaga dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dan pelayanan yang diberikan.

Hasil pengukuran membuktikan sebesar 92 % dosen dan tenaga kependidikan merasa puas terhadap layanan dan pengembangan SDM.

9. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut

Berdasarkan uraian dapat  di evaluasi, antara lain sebagai berikut: a) semua dosen memiliki ilmu yang linear dengan prodi masing-masing serta memiliki jenjang kepangkatan akademik; b) Semua dosen berpengalaman melakukan penelitian dan mempresentasikan karya ilmiahnya; c) Ikut dalam penelitian tingkat nasional; d) Kerjasama dengan Perguruan inggi Luar negeri dalam hal peningkatan kualitas baik mahasiswa maupun dosen; e) Melibatkan dosen untuk semua kegiatan akademik; f) Semua dosen ikut terlibat dalam hal meningkatkan kesejahteraan, melalui penelitian dan pengabdian pada masyarakat, melalui stimulus dan hibah Dikti; g) Kerjasama dengan instansi dan lembaga dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat; h) Kerjasama dengan perguruan tinggi Luar negeri dalam perkuliahan, seminar  dan pelatihan.

C.5 Keuangan, Sarana, dan Prasarana

1. Latar Belakang

Sumber perolehan dana dari berbagai sumber, selama ini perolehan dana yang terbesar diperoleh dari uang SPP mahasiswa. Sumber dana yang relative mencukupi keperluan sehingga tidak mengganggu kegiatan proses belajar mengajar dan kegiatan administrasi lainnya.

Sarana dikembangkan untuk menjamin penyelenggaraan program tridarma PT yang bermutu tinggi. Adanya sarana Wi-Fi (internet) mendukung civitas academik khususnya mengikuti perkembangani perguruan tinggi  termasuk dana hibah. Lima lahun ke depan akan menambah sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, menambah jumlah peralatan mengajar seperti Laptop, LCD, komputer, serta membangun sarana dan prasarana bagi mahasiswa seperti student centered learning, sarana untuk kegiatan ekstrakurikuler dan lain-lain.

2. Kebijakan

Pengelolaan keuangan  bersifat Sentralisasi, Sekolah Pascasarjana dapat mengusulkan segala keperluan dan kebutuhan lainnya kepada Universitas. Dasar kebijakan untuk tatakelola keuangan, sarana dan prasarana berpijak pada landasan aturan sebagai berikut: a) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan Statuta Universitas Nasional yang berisi tentang ketetapan dan aturan untuk lebih menjamin kelancaran penyelenggaraan Universitas Nasional khususnya terkait dengan penyelenggaraan pengelolaan keuangan Bab XV Pasal 52 perihal Biro Administrasi Keuangan yang bertugas secara teknis dan administratif dalam melaksanakan fungsi dan pelayanan bidang administrasi keuangan, pada Bab XX perihal Sarana dan Prasarana, dan pada Bab XXI perihal Keuangan Pasal 69 sampai dengan Pasal 71; b) SK Rektor No. 201 Tahun 2017 tentang Pengaturan Pembiayaan dan Prosedur Pengadaan Pembelian Peralatan Inventaris Laboratorium di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional;

3. Strategi Pencapaian Standar

Perencanaan, pengalokasian, realisasi, dan pertanggungjawaban dijelaskan pada table berikut:

Tabel 18.  Penggunaan Dana

 

No. Jenis Penggunaan Unit Pengelola Program Studi

(Rupiah)

Program Studi

(Rupiah)

TS-2 TS-1 TS Rata-Rata TS-2 TS-1 TS Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Biaya Operasional Pendidikan
 a Biaya Dosen (Gaji, Honor)     2.777.173.091     3.317.015.868       4.564.054.210     3.552.747.723        916.622.580     1.113.623.393     1.244.062.219     1.091.436.064
 b Biaya Tenaga Kependidikan (Gaji, Honor)        781.070.416        825.538.271       1.665.346.596     1.090.651.761        289.535.507        299.837.791        347.562.988        312.312.096
 c Biaya Operasional Pembelajaran (Bahan dan Peralatan Habis Pakai)        311.540.071        357.580.504          483.633.214        384.251.263          24.680.196          26.440.298          28.138.370          26.419.621
 d Biaya Operasional Tidak Langsung (Listrik, Gas, Air, Pemeliharaan Gedung, Pemeliharaan Sarana, Uang Lembur, Telekomunikasi, Konsumsi, Transport Lokal, Pajak, Asuransi, dll.)        546.708.114        666.835.330          753.278.413        655.607.286          57.628.655          72.964.975          86.577.173          72.390.268
2 Biaya operasional kemahasiswaan (penalaran, minat, bakat, dan kesejahteraan).        517.011.406        787.953.939       1.571.228.048        958.731.131          37.622.897          46.913.216        117.517.402          67.351.172
  Jumlah     4.933.503.098     5.954.923.912       9.037.540.481     6.641.989.164     1.326.089.835     1.559.779.673     1.823.858.153     1.569.909.220
3 Biaya Penelitian        296.167.494        369.284.405          403.408.275        356.286.724        154.353.676        143.154.132        175.469.841        157.659.216
4 Biaya PkM        107.265.347        125.211.936          177.701.349        136.726.211          83.733.831          67.850.788          77.897.965          76.494.195
  Jumlah        403.432.840        494.496.341          581.109.624        493.012.935        238.087.508        211.004.921        253.367.806        234.153.411
5 Biaya Investasi SDM        686.774.303     1.428.207.713       1.957.625.635     1.357.535.884          30.413.033          38.509.611          87.570.183          52.164.276
6 Biaya Investasi Sarana        495.204.447     1.222.437.785          620.359.200        779.333.810          37.079.241          81.945.649          40.634.007          53.219.632
7 Biaya Investasi Prasarana        422.671.437        530.657.050          733.708.546        562.345.677          30.474.611          32.156.896          34.009.130          32.213.546
  Jumlah     1.604.650.186     3.181.302.547       3.311.693.381     2.699.215.371          97.966.884        152.612.156        162.213.321        137.597.454
  TOTAL     6.941.586.125     9.630.722.800     12.930.343.486     9.834.217.470     1.662.144.227     1.923.396.750     2.239.439.279     1.941.660.085

 

4. Indikator Kinerja Utama

a) Keuangan

Sumber perolehan dana p berasal dari berbagai sumber, dan  dana yang terbesar diperoleh dari uang SPP mahasiswa, sudah relative dapat mencukupi semua keperluan Sekolah Pascasarjana sehingga tidak mengganggu kegiatan proses belajar mengajar dan kegiatan administrasi lainnya.Upaya pengembangannya, antara lain dengan meningkatkan kerjasama dengan instansi-instansi pemerintah maupun swasta yang mempunyai bidang kajian yang sama baik untuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Kendala nya antara lain masih terbatas mendapatkan  dana penelitian maupun dana pengabdian kepada masyarakat karena makin tingginya kompetisi diantara peneliti-peneliti untuk mendapatkan dana dari luar Instansi. Meskipun demikian, sebagian dosen di lingkungan Sekolah Pascasarjana sudah memperoleh dana penelitian baik dari Dikti, maupun instansi pemerintah lainnya dan swasta, ini terbuka peluang kerjasama penelitian dengan swasta dan kerjasama pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

b) Sarana dan Prasarana

Kendala dalam penambahan sarana  antara lain, Sistem pengadaan sarana masih tersentralisasi di pusat (Universitas); dan Masih terbatasnya jaringan kerjasama dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah, namun bisa teratasi karena:1) Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Pendidikan;2) kecukupan sarana dari ketersediaan, kepemilikkan, kemutkahiran, dan kesiapgunaan fasilitas dan peralatan untuk pembelajaran maupun kegiatan akameik lainnya. Sarana pembelajaran yang digunakan dapat dijelaskan  dalam tabel dilengkapi dengan informasi mengenai kecukupan dan aksesibilitasnya bagi mahasiswa; 2) Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi; 3) Kecukupan sarana terlihat dari ketersediaan, kemutakhiran, dan kesiapgunaan fasilitas dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang dimanfaatkan oleh UPPS untuk: 4) mengumpulkan data yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan serta terjaga kerahasiaannya; 5) mengelola data pendidikan (sistem informasi manajemen perguruan tinggi: akademik, perpustakaan, SDM, keuangan, asset, sistem dukungan keputusan dan lainnya; 6) menyebarkan ilmu pengetahuan (e-learning, e-library, dan lainnya).

Sarana pengajaran telah cukup memadai untuk melaksanakan program Tri Darma Perguruan Tinggi. Ruang-ruang perkuliahan mengalami penambahan sarana seperti AC, LCD permanen, Ruang perkuliahan yang dilengkapi Komputer dan Ruang untuk pembelajaran dengan metode Student Centered Learning dimana tersedia satu komputer untuk setiap mahasiswa serta penambahan bangku. Institusi  juga menyediakan akses yang memadai jaringan internet,  terus diperluas cakupannya, ditingkatkannya jumlah dan kualitas sarana untuk mendukung teknologi informasi .Sistem pengaturan dan penggunaan ruang kelas sudah terjadwal  dan telah diatur sejak perencanaan kuliah di awal semester, koordinasi antar Program Studi pada Sekolah Pascasarjana, dan Biro Administrasi Akademik serta Biro Administrasi Umum berjalan dengan baik.

Rencana pengembangan dalam 5 tahun mendatang gedung khusus kampus Sekolah Pascasarjana berlantai 7 di Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan, direncanakan mengadopsi konsep green building yang hemat energi dan ramah lingkungan. Kendala dalam penambahan sarana : 1) Sistem pengadaan sarana masih tersentralisasi di pusat (Universitas); 2) Masih terbatasnya jaringan kerjasama dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah.

Dalam penambahan sarana menghadapi kendala  lamanya waktu perencanaan sarana sampai dengan realisasi untuk  dapat digunakan langsung oleh Dosen dan staf administrasi. Akar masalahnya banyaknya pengajuan yang tidak saja berasal dari Sekolah Pascasarjana ke pihak Universitas. Oleh karena itu perlu dalam melakukan pengembangan fasilitas tdilakukan perencanaan jangka panjang dengan memperhatikan skala prioritas dan tingkat kegunaan dari sarana tersebut.

  1. Sistem Informasi

Sistem informasi manajemen yang menghubungkan unit-unit dalam kampus dan jaringan internet disediakan dan dikelola secara terpadu untuk semua unit, termasuk seluruh Program Magister dan Program Doktor.Saat ini telah diterapkan Sistem Informasi Manajemen yang mencakup Aplikasi  Akademik, kemahasiswaan, keuangan, pegawai dan fasilitas. Meskipun demikian, untuk distance learning belum dapat diselenggarakan secara optimal. Sistem informasi manajemen dapat membantu dalam pengambilan keputusan  mencakup : 1) Siakad: administrasi akademik mahasiswa  maupun dosen dapat dimonitor dan dimanfaatkan untuk  mencapai pembelajaran yang lebih  efektif dan efisien; 2) Simkeu: pembayaran uang kuliah dari mahasiswa dapat dilakukan secara online sehingga dapat diakses dengan mudah oleh bagian keuangan dan semua data keuangan dapat disimpan dengan baik dalam data base keuangan; 3) Simawa:  Koordinasi dan Pembinaan kemahasiswaan dapat dilakukan dengan  cepat; 4) Simfa:   Fasilitas  akademik dapat  lebih mudah diakses  sehingga  proses  belajar mengajar berjalan lebih lancar, efektif dan efisien 5) Simpeg:  Data  kinerja  Dosen dan tenaga kependidikan dapat  dipantau dan dijadikan  landasan perbaikan kinerja ke depan; 6) Sipuspa: Fasilitas Perpustakaan online sehingga lebih mudah diakses oleh mahasiswa dan dosen dalam memperoleh informasi ilmiah; 7) Webkuliah : Fasilitas yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan perkuliahan on line; 8) Logistik Unas:permohonan pengadaan barang operasional yang diajukan kepada bagian logistik dan Biro Administrasi Umum dapat melalui aplikasi tersebut.

Upaya penyebaran informasi/kebijakan untuk sivitas akademika di Sekolah Pascasarjana: melalui surat, majalah dinding dalam bentuk pengumuman,  melalui SIM intranet maupun internet (e-mail, facebook), faksimili, pesan layanan singkat/short messages service (sms).
Sistem informasi manajemen (SIM) yang diterapkan pada Sekolah Pascasarjana menyesuaikan dengan SIM UNAS. Blue print yang jelas tentang pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi termasuk sistem yang mengatur aliran data, otorisasi akses data dan sistem disaster recovery. Sistem informasi yang dimiliki adalah basis data  informasi keuangan, data akademik (profil mahasiswa, lulusan dan dosen) yang dipusatkan di BPSI UNAS dengan format jaringan on-linedalam blue print yang selalu dikembangkan melalui jaringan intranet maupun internet dengan bandwidth dan server yang memadai. Dalam waktu dekat akan dibangun jaringan on-line keuangan dengan beberapa bank yang menjalin kerjasama dengan Universitas Nasional antara lain : BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI.Kendala-kendala yang dihadapi antara lain sistem jaringan online masih sering mengalami gangguan-ganggguan dalam aksesibilitas data melalui internet.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Berupaya lebih aktif  meningkatkan kerjasama dengan instansi-instansi pemerintah maupun swasta.Kendala yang muncul antara lain masih  terbatasnya mendapatkan  dana penelitian maupun dana pengabdian kepada masyarakat karena makin tingginya kompetisi diantara peneliti-peneliti untuk mendapatkan dana dari luar Instansi. Meski sebagian dosen di lingkungan Sekolah Pascasarjana sudah memperoleh dana penelitian baik dari Dikti, maupun instansi pemerintah lainnya dan swasta. Dalam penambahan sarana menghadapi kendala dari segi lamanya waktu perencanaan sarana sampai dengan realisasi dapat digunakan. Oleh karena itu, dalam melakukan pengembangan fasilitas tersebut, dilakukan perencanaan jangka panjang dengan memperhatikan skala prioritas dan tingkat kegunaan dari sarana tersebut.

6. Evaluasi Capaian Kinerja

Ditinjau dari aspek kualitas, sarana pengajaran telah cukup memadai untuk melaksanakan program Tri Darma Perguruan Tinggi, dan   terus ditingkatkannya jumlah dan kualitas sarana untuk mendukung teknologi informasi.Sistem pengaturan dan penggunaan ruang kelas sudah terjadwal  dan telah diatur sejak perencanaan kuliah di awal semester, koordinasi sangat baiak antar Program Studi pada Sekolah Pascasarjana, dan Biro Administrasi Akademik serta Biro Administrasi Umum, sehingga tidak terjadi bentrok antara mata kuliah satu dengan lainnya, serta dalam pembelajaran mendukung pembelajanan Blended Learning yang sudah memiliki studio teleconverence dan segala macam pelayanan menggunakan fasilitas IT.

7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana, dan Prasarana

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi Standar mutu  terdiri dari 22 standar keuangan,sarana dan prasarana. Detail standar keuangan, sarana dan prasarana, ditampilkan dalam tabel di bawah ini :

 

Tabel 21. Standar Pembiayaan, Sarana, dan Prasarana

No Kategori Nama Standar

 

1 SPT – Pembiayaan Standar Biaya Investasi Perguruan Tinggi
2 SPT – Pembiayaan Standar Biaya Operasional Perguruan Tinggi
3 SPT – Pembiayaan Standar Sumber Dana Lain
4 SPT – Pembiayaan Standar Pencairan Dana Penelitian
5 SPT – Pembiayaan Standar Pendanaan Internal Penelitian
6 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa Mahasiwa
7 SPT – Pembiayaan Standar Mahasiswa Berprestasi
8 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa Dosen dan  Tenaga Pendidik
9 SPT – Pembiayaan Standar Beasiswa bagi Anak Karyawan Tetap dan Dosen Tetap
10 SPT – Pembiayaan Standar Satuan Biaya Operasional
11 SPT – Pembiayaan Standar Penyusunan RENOP dan RAPB Universitas Nasional
12 SPT – Sarana&Prasarana Standar Sarana Pembelajaran
13 SPT – Sarana&Prasarana Standar Prasarana Pembelajaran
14 SPT – Sarana&Prasarana Standar Bangunan Universitas Nasional
15 SPT – Sarana&Prasarana Standar Sarana dan Prasarana bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus
16 SPT – Sarana&Prasarana Standar Perpustakaan
17 SPT – Sarana&Prasarana Standar Pengembangan Koleksi Perpustakaan
18 SPT – Sarana&Prasarana Standar Pemeliharaan Bahan Pustaka
19 SPT – Sarana&Prasarana Standar Pengolahan Bahan Pustaka
20 SPT – Sarana&Prasarana Standar Layanan Pengguna Perpustakaan
21 SPT – Sarana&Prasarana Standar Manajemen Laboratorium
22 SPT – Sarana&Prasarana Standar Sistem Informasi

Salah satu contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

Gambar 25. Standar Perguruan Tinggi Universitas Nasional

8. Kepuasan Pengguna

Kepuasan sivitas akademika terhadap layanan pengelolaan keuangan maupun sarana dan prasarana dapat dilihat dari masukan hasil kuisiuner (Tabel 22). Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan sivitas akademika yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.

Tabel 22. Tingkat Kepuasan Pengguna Sarana dan Prasarana

No. Aspek yang Diukur Tingkat Kepuasan Mahasiswa

(%)

Rencana Tindak Lanjut oleh UPPS/PS
Sangat

Baik

Baik Cukup Kurang
1 2 3 4 5 6 7
1 Kepastian (assurance): kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan

ketentuan.

78 22 Mengadakan pelatiahan pekerti = AA
2 Empati (empathy): kesediaan/kepedulian dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi

perhatian kepada mahasiswa.

96 14 Mengadakan worksoap service untuk tenaga kependidikan
3 Tangible: penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibitas, kualitas sarana

dan prasarana.

89 11 Sekolah Pascasarjana dan prodi menyediakan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan
Jumlah 263 47

 

9. Simpulan Hasil Evaluasi serta Tindak Lanjut

Membangun gedung khusus untuk kampus Sekolah Pascasarjana berlantai 7 di Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan, Jakarta Selatan, dengan seluruh kelengkapan sarana perkuliahan, yang direncanakan setiap ruang kuliah akan  dipasang PC dan LCD permanen. Gedung telah terpenuhi. Sekolah Pascasarjana tersebut direncanakan mengadopsi konsep green building yang hemat energi dan ramah lingkungan. sehingga terlaksana kegiatan-kegiatan penelitian yang lebih berkualitas seperti yang telah digariskan dalam Renstra dan Renop Sekolah.

C.6 Pendidikan

1. Latar Belakang

Sekolah Pascasarjana berperan aktif dalam penyusunan, pengembangan, dan peningkatan mutukurikulum program studi. Kurikulum pada setiap program studi sudah mengalami penyempurnaan. Desain kurikulum diarahkan pada pemahaman ilmu untuk mendorong kemampuan profesional,  relevan dengan kebijakan pemerintah  kurikulum berbasis kompetensi serta reformasi dan pembangunan daerah. Pengembangan kurikulum selalu mengacu pada kurikulum nasional,secara proaktif  melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan isi kurikulum. Monitoring dan evaluasi kurikulum dilakukan dengan beberapa caramenyebarkan kuisioner kepada pengguna lulusan dan alumni,  rapat atau workshop dengan pengguna, praktisi, alumni dan pakar. Kurikulum Program Studi umumnya direvisi untuk mengakomodasikan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan pada masing-masing bidang ilmu, perubahan di masyarakat, dan orientasi dunia kerja. Dalam hal ini masukan dari para alumni dan praktisi juga sangat penting karena berkaitan dengan perkembangan dalam dunia kerja.

Penyusunan, pengembangan dan peningkatan mutu kurikulum untuk program studi dilaksanakan melalui mekanisme perubahan kurikulum yang dilakukan secara mandiri melibatkan para dosen dalam forum rapat, kemudian kurikulum yang direvisi didiskusikan lebih lanjut dalam Rapat Kerja di tingkat Sekolah Pascasarjana.

2. Kebijakan

Kebijakan pelaksanaan pendidikan di Sekolah Pascasarjana adalah sebagai berikut: a) SK Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) No. 57 Tahun 2015 tentang Perubahan Statuta Universitas Nasional yang berisi tentang ketetapan dan aturan untuk lebih menjamin kelancaran penyelenggaraan Universitas Nasional khususnya Bab XXIII perihal Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan Pasal 73 sampai dengan Pasal 76; b) SK Rektor No. 112 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Universitas dan Akademi-Akademi Nasional dalam memantapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas dan Akademi-akademi Nasional dan mewujudkan suasana atau atmosfer akademik yang kondusif; c) SK Rektor No. 117 Tahun 2014 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Bagi  Dosen dan Karyawan dalam rangka pemantapan penyelenggaraan Tri Dahrma Perguruan Tinggi di Universitas dan Akademi-Akademi Nasional dan untuk mewujudkan atmosfir akademik yang kondusif; d) SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana pada Bab II perihal Asas, tujuan , ruang lingkup dan penerapan kebebasan akademik Pasal 3 sampai dengan Pasal 8, pada Bab III perihal Program Pendidikan Pasal 9 sampai dengan Pasal 15, pada Bab III perihal Kurikulum dan Mata Kuliah  Pasal 16 sampai dengan Pasal 19, pada Bab VIII perihal Pelaksanaan Perkuliahan Pasal 51 sampai dengan Pasal 57, pada Bab  IX perihal Evaluasi Perkuliahan Pasal 58 samapai dengan pasal 66, pada Bab X perihal Tugas Akhir  pasal 67 sampai dengan 72, pada pasal XI perihal Kelulusan dan Ijazah pasal 73 sampai dengan pasal 80, pada Bab  XII perihal Penghargaan dan Sanksi Pasal 81 sampai dengan Pasal 90; e) SK Rektor No. 214 Tahun 2016 tentang Pedoman Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan dalam pemenuhan syarat bagi terciptanya iklim yang mendukung ilmu pengetahuan , teknologi, dan seni oleh sivitas akademika Universitas Nasional; f) SK Rektor No. 124 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Modus Ganda/Blended Learning pada Program Magister dan Doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang sesuai deng sistem pendidikan nasional harus mampu  menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi  dan efisiensi  manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukannnya pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

3. Strategi Pencapaian Standar

Mengenai rumusan kompetensi lulusan utama, pendukung, maupun kompetensi lainnya yang dirumuskan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional adalah sebagai berikut:

 

Tabel 23. Rumusan Strategi Pencapaian Standar

Kompetensi Utama
Lulusan Sekolah Pascasarjana harus  memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang disiplin ilmu yang di bina di masing-masing Program Studi dengan penguasaan teori dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan profesi serta mampu menjalin kolaborasi antar dan inter disiplin ilmu.

Indikator:1) Mengerti, memahami, dan menguasi konsep teoritikal, aplikasi teori dari masing-masing program studi yang dibina di lingkungan Sekolah Pasasarjana; 2) Penguasaan metode penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang disiplin ilmu yang dikembangkan oleh program studi; 3) Memiliki kemampuan analisis secara analitis dan praksis dalam menjawab fenomena-fenomena dan persoalan yang terjadi pada masa kini dan masa yang akan dating; 4) Memiliki pemikiran strategis yang berdimensi lokal, nasional, dan internsional.

Kompetensi Pendukung
Lulusan Sekolah Pascasarjana di Lingkungan Universitas Nasional berupaya memiliki kualifikasi keilmuan yang mampu menjawab persoalan-persoalan yang berkembang sesuai dengan bidang disiplin ilmu pada program studi, serta berkemampuan untuk berkolaborasi antar dan inter disiplin ilmu

Indikator: 1) Mampu menulis artikel ilmiah yang terpublikasi; 2) Mampu membuat proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; 3) Mampu berpikir secara logis dan analitis; 4) Mampu menyumbangkan kontribusi pemikiran, ide, gagasan maupun konsep baik secara lisan dan tertulis dengan memanfaatkan berbagai media cetak maupun elektronik  terkini.

Kompetensi Lainnya
Lulusan Sekolah Pascasarjana memiliki kemampuan ilmu pengetahuan praktis, kontemporer,  bagi kepentingan pembangunan nasional serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indikator: 1) Memiliki integritas yang kuat; 2) Mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan; 3) Menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris; 4) Memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis; 5) Memiliki kemampuan belajar mandiri dan berkelanjutan (learning society); 6) Mampu berkolaborasi dalam pengembangan antar dan inter disisplin ilmu; 7) Memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan; 8) Mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dikuasainya dengan memberi kemanfaatan bagi masyarakat luas; 9) Mampu menawarkan konsep-konsep pembangunan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

4.Indikator Kinerja Utama

  1. a) Kurikulum Program Studi yang diakrediasi penyusunannya melibatkan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi dan pemutakhiran kurikulum. Kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan dan jenjang KKNI/SKKNI yang sesuai. Ada ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian pembelajaran. Ketersediaan dokumen pemetaan capaian pembelajaran, bahan kajian dan matakuliah dapat dilihat dalam tabel dibawah:

Tabel 24. Kurikulum, Capaian Pembelajaran, dan Rencana Pembelajaran

No. Semes- ter Kode Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Mata Kuliah Kom- petensi

1)

Bobot Kredit

(sks)

Konversi Kredit ke Jam 2) Capaian Pembelajaran 3) Dokumen Rencana Pembelajaran 4) Unit Penyeleng

-gara

Kuliah/ Responsi/ Tutorial Seminar Praktikum/ Praktik/ Praktik Lapangan Sikap Pengetahuan Keterampilan Umum Keterampilan Khusus
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Pertama 1. Metodologi Penelitian V V V V V RPS Prodi Doktor Ilmu Politik
2. Pemikiran Politik V V V V V RPS Prodi Doktor Ilmu Politik
3. Teori Ekonomi Politik V V V V V RPS Prodi Doktor Ilmu Politik
4. Pemikiran Politik V V V V V RPS Prodi Doktor Ilmu Politik
2 Kedua 1. Poitik Global dan Kepentingan nasional V V V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
2. Pembangunan dan Kekuatan Politik Indonesia V V V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
3. Pembangunan Politik Lokal dan Otonomi Daerah V V V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
4. Pelatihan Proposal Disertasi V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
3 1. Politik lingkungan V V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
2. Ekonomi Politik Pembangunan V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
3. Bisnis dan Politik V V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
4. Pelatihan Proposal Disertasi V V V V Prodi Doktor Ilmu Politik
Jumlah

 

 

 

.

  1. b) Proses Pembelajaranbersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa, ini untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan capaian pembelajaran yang direncanakan dalam dokumen kurikulum. Dalam proses pembelajaran, dosen menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)yang terintegrasi dengan kegiatan penelitian dan PkM.

Tabel 25.  Integrasi Kegiatan Penelitian/PkM dalam Pembelajaran

No. Judul

Penelitian/PkM 1)

Nama Dosen Mata Kuliah Bentuk Integrasi 2)
1 2 3 4 5
1 Kebijakan Pertanahan Dr. Sigit Rochadi Metode Penelitian Studi Kasus Metode Kualitatif Dalam Mata Kuliah Metode Penelitian
2 Respon Buruh Terhadap Kebijakan Outsourcing Dr. Sigit Rochadi Metode Penelitian Studi Kasus Dalam Mata Kuliah Metode Penelitian
3 Kebijakan Pembangunan Maritim Dr. Rusman Ghazali Ekonomi Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Ekonomi Politik
4 Proper Governance Prof. Dr. Syarif Hidayat Teori-Teori Ekonomi Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Teori-Teori Ekonomi Politik
5 Shadow State Prof. Dr. Syarif Hidayat Teori-Teori Ekonomi Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Teori-Teori Ekonomi Politik
6 Deliberasi Demokrasi Dr. TB Massa Djafar Pembangunan Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Pembangunan Politik
7 Politik Lokal Dr. TB Massa Djafar Pembangunan Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Pembangunan Politik
8 Ekonomi Politik Dr. TB Massa Djafar Pembangunan Politik Menjadi salah satu topik kuliah pada mata kuliah Pembangunan Politik

Suasana Akademik

Peran unit pengelola program studi magister dalam menciptakan dan mengembangkan  suasana akademik yang kondusif, terutama dalam:

  • Kebijakan tentang suasana akademik.

Sekolah Pascasarjana mendorong penciptaan suasana akademik yang kondusif, diantaranya  penyediaan dan perbaikan sa rana prasarana perkuliahan (jaringan internet, LCD, e-library, e-journal). Merencanakan dan menyelenggarakan diskusi ilmiah, seminar dan kuliah umum secara rutin. Selain itu Sekolah Pascasarjana juga menciptakan suasana akademik yang kondusif bagi mahasiswa agar lulus tepat waktu antara lain melalui penyelenggaraan perwalian (pembimbing akademik) dan mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan akademik yang bersifat ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Dalam bidang pengajaran, Sekolah Pascasarjana merancang jadwal kuliah dengan memetakan dosen sesuai keahliannya pada setiap bidang studi, serta setiap dosen senior diwajibkan membina dosen muda dengan cara melibatkankan dosen muda dalam setiap proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Sekolah Pascasarjana juga sering menggelar diskusi ilmiah yang melibatkan dosen, praktisi dan pakar. Dengan kegiatan seperti ini, kemampuan dan keterampilan mengajar dosen diharapkan dapat meningkat.

Kebijakan Kuliah Tatap Muka dan proses pembimbingan akademik dilakukan untuk menjaga interaksi dosen-mahasiswa dalam kegiatan akademik. Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan persyaratan tertentu.

  • Penyediaan  prasarana dan sarana.

Sekolah Pascasarjana memiliki sarana dan prasarana yang sangat baik sehingga menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan akademik mahasiswa dan peningkatan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan, antara lain:  a) Ruang kuliah yang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), Liquid Crystal Display (LCD) proyektor, white board dan sarana prasarana lainnya sehingga menjamin  interaksi dosen-mahasiswa yang nyaman dalam perkuliahan; b) Ruang pimpinan didesain sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara terbuka oleh mahasiswa yang memerlukan informasi langsung dari pimpinan; c) Ruang perkantoran untuk pelayanan akademik, kemahasiswaan dan keuangan yang beroperasi setiap hari kerja sampai dengan perkuliahan berakhir di malam hari untuk memberikan pelayanan kepada dosen dan mahasiswa, dilengkapi dengan kantor bank dan ATM; d) Ruang dosen yang dapat juga dipergunakan untuk berbagai jenis konsultasi; e) cafe, kantin, parkir serta sarana pendukung lainnya; f) Laboratorium komputer yang terkoneksi dengan internet yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Selain di laboratorium, mahasiswa dan dosen juga dapat mengakses internet melalui wifi; g) Perpustakaan Pusat dan Ruang Baca yang dilengkapi dengan berbagai  koleksi buku dan jurnal ilmiah. Telepon internal dan eksternal yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dosen dan mahasiswa; h) Sekolah Pascasarjana  menyelenggarakan  kelas  pelatihan keahlian/sertifikasi  profesi  di setiap program/konsentrasi di bawah Prodi, yang lebih menekankan pada practical knowledge. Pelaksanaan kelas ini melibatkan pengajar dan praktisi dari berbagai perusahaan dan asosiasi profesi yang mampu mengangkat semangat mahasiswa dalam mengembangkan wawasan berpikir, practical knowledge, dan bekerja sesuai dengan standard demand dan kualitas pasar industri saat ini.Sekolah  Pascasarjana  memfasilitasi   adanya  kegiatan  akademik  seperti pengadaan Studi Ekskursi, Seminar, pelatihan/workshop bagi mahasiswa, dan kegiatan lainnya.

  • Dukungan dana

Dukungan dana terutama ditekankan pada kegiatan Tri Darma perguruan Tinggi, yaitu kegiatan pengajaran dan peningkatan mutu kurikulum, mutu dosen, tenaga kependidikan dan mutu lulusan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, dukungan dana juga diberikan untuk peningkatan pelayanan administrasi, baik terhadap mahasiswa maupun lulusan, peningkatan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar, maupun peningkatan kualitas ruangan perkuliahan. Seluruh program tersebut disesuaikan dengan rencana pengembangan dan ketersediaan anggaran. Kegiatan khusus yang diberikan dukungan dana dalam bentuk insentif adalah:

  1. Sekolah Pascasarjana memberi dukungan dana bagi dosen Sekolah Pascasarjana yang makalahnya diterima dalam pengajuan International Call for Papersatau yang terpilih sebagai pembicara.
  2. Sekolah Pascasarjana memberikan pembebanan 2-4 sks bagi dosen yang melakukan penelitian di akhir semester, yang akan diekuivalenkan dengan financial regard.
  • Kegiatan akademik yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untukpengembangan  perilaku kecendekiawanan.

Interaksi akademik dosen-mahasiswa secara kualitatif bersifat terbuka dan kondusif. Ini tercermin dari keterbukaan dosen dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memberikan komentar, masukan, bertanya, mengemukakan pendapat, atau bahkan membantah pendirian dosen. Interaksi berkembang secara dua arah. Dosen tidak memposisikan diri sebagai sumber informasi yang tak terbantahkan, tetapi lebih memposisikan diri sebagai mitra atau fasilitator yang lebih berpengalaman untuk membimbing mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. Sementara itu, interaksi dosen dengan civitas academica lainnya berlangsung baik, tercermin diantaranya dalam lancarnya proses pengujian, monitoring, dan pelaporan kegiatan. Dari sisi institusi, Sekolah Pascasarjana juga mengembangkan perilaku kecendekiawanan, antara lain melalui kegiatan kepedulian sosial : a) Sekolah Pascasarjana memfasilitasi interaksi dosen bersama mahasiswa bersama-sama dalam proyek penelitian dan pengabdian masyarakat yang memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat; b) Sekolah Pascasarjana memfasilitasi dan mendanai joint research dosen bersama mahasiswa dalam menjelankan proyek penelitian; c) Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mengadakan kegiatan bantuan sosial terhadap korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Sampang Banjarnegara.

5. Indikator Kinerja Tambahan

Merujuk pada SK Rektor No. 124 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Modus Ganda/Blended Leraning pada Program Magister dan Doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional  maka dilaksanakan penyelenggaraan pendidikan sebagai berikut :

  1. Dilaksanakannya sistem perkuliahan modus ganda sebagai upaya untuk meningkatkan efisensi dan efektifitas melalui pemanfaatan teknologi informasi.  Dalam hal ini perkuliahan dilakukan secara onsite dan online.
  2. Secara berkala dilakukan peningkatan kualitas mahasiswa melalui kegiatan ; Seminar, Bedah Buku, Workshop, Pelatihan penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah.

6. Evaluasi Capaian Kinerja

Universitas Nasional menerapkan KKNI dimana didalamnya terdapat capaian pembelajaran.  Masing-masing program studi menterjemahkan capaian pembelajaran tadi kedalam bentuk Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) sehingga setiap semester dapat dimudahkan untuk dilakukan monev oleh Unit Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana.

7. Penjaminan Mutu Pendidikan

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi terkait dengan pendidikan. Standar mutu pendidikan  terdiri dari 31 standar. Detail standar Pendidikan ditampilkan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 26.  Standar Pendidikan

No Kategori Nama Standar
1 SNPT- Pendidikan Standar Kompetensi-Lulusan
2 SNPT- Pendidikan Standar Isi Pembelajaran
3 SNPT- Pendidikan Standar Proses Pembelajaran
4 SNPT- Pendidikan Standar Penilaian Pembelajaran
5 SNPT- Pendidikan Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
6 SNPT- Pendidikan Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
7 SNPT- Pendidikan Standar Pengelolaan Pembelajaran UNAS
8 SNPT- Pendidikan Standar Pembiayaan Pembelajaran UNAS
9 SPT- Pendidikan Standar Kurikulum
10 SPT- Pendidikan Standar Perencanaan Proses Pembelajaran
11 SPT- Pendidikan Standar Bentuk Pelaksanaan Proses Pembelajaran
12 SPT- Pendidikan Standar Beban Belajar Mahasiswa
13 SPT- Pendidikan Standar Perencanaan Pembelajaran
14 SPT- Pendidikan Standar Mahasiswa Putus Kuliah (DO)
15 SPT- Pendidikan Standar Penerbitan SKPI
16 SPT- Pendidikan Standar Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Pascasarjana
17 SPT- Tugas Akhir Standar Metode Penelitian
18 SPT- Tugas Akhir Standar Perumusan Outline Tugas Akhir
19 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Pembimbing
20 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Bimbingan
21 SPT- Tugas Akhir Standar Tugas Akhir
22 SPT- Tugas Akhir Standar Etika Penyusunan Skripsi
23 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Tim Penilai Seminar
24 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Seminar
24 SPT- Tugas Akhir Standar Pelaksanaan Seminar
25 SPT- Tugas Akhir Standar Penilaian dan Perbaikan Proposal
26 SPT- Tugas Akhir Standar Dosen Penguji Skripsi
27 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Peserta Ujian Tugas Akhir
28 SPT- Tugas Akhir Standar Pelaksanaan Ujian Skripsi
29 SPT- Tugas Akhir Standar Penilaian Ujian Skripsi
30 SPT- Tugas Akhir Standar Evaluasi Tugas Akhir
31 SPT- Tugas Akhir Standar Mahasiswa Penyaji

Salah satu contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

Gambar 26. Dokumen Standar Pendidikan

 

Implementasi Pengembangan dan Peningkatan Mutu Kurikulum Program Studi

Struktur dan isi kurikulum Program Studi Magsiter di lingkungan Sekolah Pascasarjana disusun dengan mempertimbangkan tuntutan dan kebutuhan stakeholders.Untuk itu, struktur dan isi kurikulum dirancang agar mampu membentuk kompetensi mahasiswa yang sesuai dengan kualifikasi yang dikehendaki oleh Program Studi, serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa, masyarakat, pemerintah dan dunia kerja.

Sekolah Pascasarjana selalu memfasilitasi dalam evaluasi dan pengembangan kurikulum setiap program studi, melanjutkan peranan yang dilakukan oleh Universitas.  Hal ini ditunjukkan dengan selalu direncanakan dan dilaksanakannya Rapat Peninjauan Kurikulum dan perangkat pembelajaran setiap tahunnya. Pengembangan perangkat pembelajaran yang  dilakukan setiap tahunnya adalah Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan media pembelajaran. Selain itu juga dikembangkan bahan dan media pembelajaran elektronik  yang kemudian di-upload dalam menu www.sekolahpascasarjanaunas.ac.id.

Selain itu, kebijakan Sekolah pascasarjana untuk terus mengembangkan riset sebagai basis pengajaran, sekaligus memfasilitasi mahasiswa skill yang sesuai dengan muatan materi penelitian yang dipakai. Sekolah Pascasarjana memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan kajian-kajian keilmuan, yang merupakan bagian yang mendasar dari perkembangan ilmu. Hal tersebut ditunjukkan melalui komitmen untuk mendorong  dan memfasilitasi pengembangan kurikulum yang menjadi kompetensi inti pada setiap program studi. Dalam konteks penguatan kurikulum program studi Sekolah Pascasarjana selalu melibatkan stakeholders (pemangku kepentingan), baik penyusunan maupun evaluasi.

8. Kepuasan Pengguna

Pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan dan pelaksanaan proses pendidikan adalah sebagai berikut berikut:

Tabel 27.  Kepuasan Mahasiswa

No. Aspek yang Diukur Tingkat Kepuasan Mahasiswa

(%)

Rencana Tindak Lanjut oleh UPPS/PS
Sangat

Baik

Baik Cukup Kurang
1 2 3 4 5 6 7
1. Keandalan (reliability): kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola

dalam memberikan pelayanan.

80 15 5 Meningkatkan sistem pelayanan akademik dan non akademik yang mudah diakses oleh mahasiswa.
2. Daya tanggap (responsiveness): kemauan dari dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam membantu mahasiswa dan memberikan jasa dengan

cepat.

75 20 5 Menggunakan teknologi seperti Web Kuliah, WA, dalam layanan akademik dan non akademik.

Ada kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman dan analisis datanya. Analisis data dan perekamannya Universitas Nasional mempunyai suatu system yang disebut Indeks Kinerja Dosen.  Setiap mahasiswa dalam setiap semester diminta untuk mengisi kusioner mengenai proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen sehingga dapat diketahui indeks kinerja dosen.

9. Simpulan Hasil Evaluasi Serta Tindak Lanjut

Kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan dalam setiap program studi sudah memadai dan sesuai dengan standar aturan akademik Universitas Nasional yang tercantum dalam SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik Universitas dan Akademi-Akademi Nasional.

Mengenai kemampuan dosen, tenaga pendidikan dan pengelola dalam membantu mahasiswa dan memberikan pelayanan,  berdasarkan hasil surveyyang dilakukan oleh UPT Marketing dan Public Relation (MPR) menunjukkan pada tingkat memuaskan.

Kepastian (assurance): kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi keyakinan kepada mahasiswa bahwa pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan ketentuan, hal ini dapat terlihat di Indeks Kinerja Dosen (IKD).

Empati (empathy): kesediaan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola untuk memberi perhatian kepada mahasiswa.  Setiap dosen dapat menerima konsultasi terkait mata kuliah, dan dapat juga dapat dilakukan oleh Pembimbing Akademik.

Penilaian mahasiswa terhadap kecukupan, aksesibitas, kualitas sarana dan prasarana berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh UPT Marketing dan Public Relation (MPR) menunjukkan pada tingkat memuaskan.

C.7 Penelitian

  1. Latar Belakang

Penelitian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Universitas Nasional, yang pada tingkat Sekolah Pascasarjana diimplementasikan melalui kolaborasi para pihak terkait yang secara teknis dikordinasikan olen Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Mengingat pentingnya kegiatan penelitian ini maka manajemen pelaksanaan penelitian dilakukan secara terintegrasi bersama lembaga penelitian pada tingkat Universitas yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Universitas Nasional, sehingga secara umum, penelitian pada tingkat Sekolah Pascasarjana merujuk pada Rencana Strategis dan panduan yang ada. Penajaman isu-isu penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sumberdaya peneliti yang terdapat pada program studi yang ada pada Sekolah Pascasarjana.

  1. Kebijakan

Kebijakan Penelitian mengacu pada peraturan sebagai berikut :a)SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional perubahan SK Rektor No. 107 Tahun 2013 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan di lingkungan Sekolah Pascasarjana pada Bab I perihal Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 35 mengenai penelitian; b) SK Rektor No. 185 Tahun 2012 tentang Panduan Penyelenggaraan Penelitian di Lingkungan Universitas Nasional dan Akademi-Akademi Nasional dalam rangka meningkatkan penelitian di kalangan dosen-dosen; c) SK Rektor No. 92 Tahun 2016 tentang Penetapan Rencana Strategis Penelitian Universitas Nasional Tahun 2016-2020

Kebijakan dan upaya unit pengelola program studi adalah sebagai berikut:  Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh unit pengelola program studi magister dalam menjamin mutu penelitian program studi, mencakup informasi tentang pendekatan dan pemikiran baru, agenda penelitian, dan publikasi; Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh unit pengelola program studi magister dalam menjamin produktivitas penelitian program studi magister. Penelitian dosen dan mahasiswa dilaksanakan di kampus. Produktivitas penelitian di Sekolah Pascasarjana ditunjukkan dengan minat penelitian yang cenderung meningkat dilakukan oleh dosen, baik dengan pendanaan internal Universitas Nasional maupun dari instansi lain.

Publikasi hasil penelitian sebagian besar merupakan hasil penelitian ilmiah di Universitas Nasional. Sebagian hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal nasional yang terakreditasi.

  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh unit pengelola program studi magister dalam menjamin keberlanjutan penelitian program studi magister, mencakup informasi tentang ketersediaan SDM, prasarana dan sarana, sumber dana, dan pengembangan jejaring kerjasama. Jumlah penelitian yang dihasilkan dosen pada tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Demikian juga keragaman judul penelitiannya dan dana peneltian yang digunakan. Hal ini dimungkinkan karena peneliti telah mempunyai link(jaringan) sehingga dapat melakukan penelitian mandiri dengan bantuan dana (hibah) dari pihak luar maupun berasosiasi dengan peneliti dari instansi lain baik pemerintah maupun swasta.  Keadaan ini ditinjau dari kesesuaian dengan visi dan misi telah  sangat baik dan sesuai karena dosen telah dapat mengimplementasikan pengetahuannya dalam penelitian-penelitian aplikatif.
  2. Kebijakan Anggaran Anggaran bersumber dari alokasi dana masuk universitas dan sumber eksternal dalam bentuk hibah maupun kemitraan yang saling menguntungkan dalam pengembangan ilmu dan kebijakan nasional. Jumlah dan dana penelitian yang dilakukan oleh masing-masing PS di lingkungan unit pengelola program studi dalam tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut:

 

  1. Strategi Pencapaian Penelitian

Pencapaian penelitian dilaksanakan dengan menerakan strategi berikut : a) Kualitas hasil penelitian di Sekolah Pascasarjana ditunjukkan dengan pemakaian metode penelitian mutakhir. Kualitas hasil penelitian dibuktikan dengan beberapa dosen peneliti dipercaya untuk melakukan penelitian lanjutan dengan biaya dari pihak penyandang dana (sponsor/donor); b) Kualitas dan kuantitas penelitian ditunjukkan dengan dimuatnya hasil penelitian di jurnal baik di lingkungan Universitas Nasional maupun di luar Universitas Nasional. Karya ilmiahdosen dipublikasikan baik melalui media massa, publikasi internal,maupun melalui media eksternal. Pemuatan tulisandalam jurnal telah melalui penelaahan olehpara pakar yang tergabung dalam Mitra Bestari; c) Orisinalitas hasilpenelitian ditunjukkan dengan ditaatinya kaidah penulisan ilmiahyang telah dibukukan dalam Pedoman Penelitian, atau kaidah penulisan yang ditetapkan oleh masing-masing jurnal. Hingga saat ini belum pernah terjadi pengaduan tentang kasus penjiplakan (plagiasi) atau bentuk kecurangan laindi bidang penelitian di Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional; d) melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, atau instansi di luar negeri (internasional) khususnya dalam mendapatkan dana penelitian.

  1. Indikator Kinerja Utama

Indikator utama dilihat dari adanyapeningkatan mutu dan relevansi penelitian, dengan adanya beberapa hal yang wujud: a) Berkembangnya penelitian yang berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya alami Indonesia untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa; b) Meningkatkan mutu penelitian secara berkelanjutan melalui program penelitian unggulan universitas dengan mekanisme penelitian yang mengacu pada kebutuhan masyarakat; c) Terlaksananya penelitian dan konsolidasi pusat-pusat studi dan penelitian di Universitas Nasional untuk lebih meningkatkan relevansi, sustainability dan efisiensi; d) Berkembangnya pusat-pusat penelitian dan kapasitasnya sebagai wahana penelitian multi-disipliner dan inter-disipliner, tanpa mengesampingkan ilmu dasar dan ilmu humaniora; e) Tergalangnya dana penelitian dari berbagai sumber; f) Terselenggaranya pusat data (database) hasil-hasil serta jenis penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan oleh lembaga, dosen (individu), kelompok, mahasiswa maupun hasil dari kerjasama penelitian dengan lembaga luar di lingkungan universitas.

 

Tabel 28. Jumlah Judul Penelitian

No. Sumber Pembiayaan Jumlah Judul Penelitian Jumlah
TS-2 TS-1 TS
1 a) Perguruan tinggi
b) Mandiri
31 31 46 108
2 Lembaga dalam negeri (diluar PT) 17 19 17 53
3 Lembaga luar negeri 1 2 3 6
Jumlah 49 52 66 167

Gambar 27. Grafik Kegiatan Penelitian

  1. Indikator Kinerja Tambahan

Indikator tambahan dilihat dari adanya peningkatan kualitas dan relevansi penelitian serta pelayanan pada masyarakat, Universitas mendorong dan memacu kepada tiap Program Studi untuk lebih  meningkatkan penelitian, seperti: a) Terbentuknya research center; b) Berkembangnya kerjasama antara pusat penelitian dan program pascasarjana dalam  pendidikan pascasarjana yang transdisipliner; c) Terselenggaranya program penelitian inovatif dan berkembang Sentra HAKI-UNAS; e) Penelitian mandiri Dosen dan mahasiswa di lingkungan Prodi Sekolah Pascasarjana.

Hasil-hasil penelitian dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pelaksanaan penelitian dosen diupayakan seoptimal mungkin untuk : a) dapat dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan internasional bereputasi; b) pelaksanaan penelitian diupayakan melibatkan mahasiswa.

  1. Evaluasi Capaian Penelitians

Evaluasi capaian penelitian mencakup relevansi penelitian program studi, kemajuan bidang ilmu terkait, dampak terhadap kesejahteraan manusia, lingkungan dan pembangunan, serta jejaring penelitian

Tabel 29. Publikasi

No. Jenis Publikasi Jumlah Judul Jumlah
TS-2 TS-1 TS
1 Jurnal penelitian tidak terakreditasi 13 21 13 47
2 Jurnal penelitian nasional terakreditasi 4 4 4 12
3 Jurnal penelitian internasional 7 12 12 31
4 Jurnal penelitian internasional bereputasi 4 5 8 17
5 Seminar wilayah/lokal/perguruan tinggi 20 22 30 72
6 Seminar nasional 15 23 32 70
7 Seminar internasional 2 7 15 24
8 Tulisan di media massa wilayah 1 1 1 3
9 Tulisan di media massa nasional 12 15 17 44
10 Tulisan di media massa internasional 0 0 1 1
Jumlah 78 110 133 321

 

Gambar 28. Grafik Publikasi

Publikasi di lingkungan Sekolah Pascasarjana secara umum terjadi peningkatan dari TS-2 hingga ke TS. Hal itu terlihat pada publikasi jurnal penelitian tidak terakreditasi dan jurnal terakreditasi, baik yang skala nasional maupun internasional. Peningkatan publikasi tiap tahun juga terjadi pada publikasi hasil seminar nasional dan internasioal. Para dosen Sekolah Pascasarjana juga aktif menulis di media massa nasional sehingga terjadi peningkatan dari tahun ke tahunnya.

  1. Penjaminan Mutu Penelitian

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi terkait dengan penelitian. Standar mutu penelitian  terdiri dari 21 standar dan masing-masing standar memiliki SOP.  Detail standar penelitian  ditampilkan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 30.  Standar Penelitian

No Kategori Nama Standar
1 SNPT- Penelitian Standar Hasil Penelitian
2 SNPT- Penelitian Standar Isi Penelitian
3 SNPT- Penelitian Standar Proses Penelitian
4 SNPT- Penelitian Standar Penilaian Penelitian
5 SNPT- Penelitian Standar Peneliti
6 SNPT- Penelitian Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
7 SNPT- Penelitian Standar Pengelolaan Penelitian
8 SNPT- Penelitian Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian
9 SPT- Penelitian Standar Materi Penelitian Dasar
10 SPT- Penelitian Standar Materi Penelitian Terapan
11 SPT- Penelitian Standar Format Proposal Penelitian
12 SPT- Penelitian Standar Laporan Kemajuan Penelitian
13 SPT- Penelitian Standar Beban Tugas Peneliti
14 SPT- Penelitian Standar Kegiatan Pelatihan Penelitian
15 SPT- Penelitian Standar Tindak Lanjut Hasil Penelitian
16 SPT- Penelitian Standar Seminar Pembahasan Proposal Penelitian
17 SPT- Penelitian Standar Seminar Hasil Penelitian Internal
18 SPT- Penelitian Standar Seleksi Proposal Penelitian
19 SPT- Penelitian Standar Publikasi Hasil Penelitian
20 SPT- Penelitian Standar Perencanaan Penelitian
21 SPT- Penelitian Standar Pengajuan Proposal Penelitian

Salah satu contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

Gambar 29. Dokumen Standar Penelitian

Upaya pengembangan dan peningkatan mutu yang telah dilakukan adalah memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak terkait baik pemerintah maupun swasta sesuai Renstra dan Renop Sekolah Pascasarjana serta lebih memotivasi para dosen untuk terus berkarya. Sekolah Pascasarjana berupaya memberikan pelayanan dan  menyediakan fasilitas penelitian yang memadai.

Kendala-kendala yang dihadapi antara lain masih terbatasnya  jaringan kerjasama dengan  pihak luar baik dari pemerintah maupun swasta serta masih terbatasnya sumber dana yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian bagi para dosen. Selain itu, kerjasama dengan pihak luar pada umumnya belum terjalin secara berkesinambungan sehingga pada umumnya terbatas pada beberapa penelitian

  1. Kepuasan Pengguna

Tingkat kepuasan pengguna hasil-hasil penelitian ditunjukkan melalui sitasi dalam bentuk tesis yang terpublikasi dalam jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi yang dapat  menjadi rujukan dalam berbagai kajian oleh mahasiswa maupun masyarakat luas.

  1. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Penelitian telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sivitas Sekolah Pascasarjana hingga saat ini. Kegiatan ini dikerjakan oleh seluruh dosen dan mahasiswa yang dikordinasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Pascasarjana, dengan merujuk pada Rencana Strategis dan panduan penelitan yang tersedia.

Ke depan agenda penelitian akan ditindaklanjuti pada penguatan porsi dari agenda research for research ke arah research for policy. Dengan demikian, tingkat kepuasan pengguna hasil-hasil penelitian Sekolah Pascasarjana tidak hanya dapat digunakan mahasiswa dan masyarakat akademik, melainkan juga untuk pemerintah dalam melakukan penguatan kebijakan.

C.8. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

  1. Latar Belakang

Pengabdian kepada Masyarakatmerupakan penerapan bidang ilmu untuk menyelesaikan masalah di masyarakat (termasuk masyarakat industri, pemerintah, dan lain sebagainya).Pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Universitas Nasional, pada tingkat Sekolah Pascasarjana diimplementasikan melalui kolaborasi para pihak terkait secara teknis dikordinasikan olen Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M). Mengingat pentingnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini maka manajemen pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara terintegrasi bersama pada tingkat Universitas yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, sehingga secara umum, pengabdian kepada masyarakat pada tingkat Sekolah Pascasarjana merujuk Rencana Strategis dan panduan yang ada. Penguatan pengabdian kepada masyarakat  dipengaruhi oleh situasi masyarakat yang memerlukan respon seperti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan di Lombok Nusa Tenggara Barat dan Palu Sulawesi Tengah pada akhir tahun 2018 hingga awal 2019.

  1. Kebijakan

Dasar kebijakan Pengabdian kepada Masyarakat adalah: a) SK Rektor No. 17 Tahun 2017 tentang Peraturan Akademik di Lingkungan Universitas dan Akademi-Akademi Nasional; b) SK Rektor No. 186 Tahun 2012 tentang Panduan Penyelenggaraan Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkungan Universitas Nasional dan Akademi-Akademi Nasional dalam rangka meningkatkan pengabdian kepada masyarakat di kalangan dosen-dosen; c) SK Rektor No. 138 Tahun 2016 tentang Penetapan Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nasional Tahun 2016-2020

Kebijakan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Kebijakan dan upaya yang dilakukan oleh unit pengelola program studi dalam menjamin mutu, relevansi, produktivitas, dan keberlanjutan kegiatan  pelayanan/pengabdian kepada masyarakat. Jumlah kegiatan pengabdian pada Masyarakat selama tiga tahun terakhir relatif tetap,namun telah cukup memadai karena dalam satu jenis kegiatan pengabdian  dapat melibatkan banyak dosen. Ditinjau dari kesesuaian visi dan misi kegiatan tiga tahun terakhir relatif baik karena lebih beragam sehingga lebih mencerminkan kemampuan dosen yang lebih luas.
  2. Kebijakan pengembangan pengabdian kepada masyarakatdilakukan dengan lebih banyak merintis kerjasama dengan pihak luar dan mendorong dilakukannya penelitian terapan yang aplikatif sehingga dapat diaplikasikan pada masyarakat maupun dikomersialkan seperti yang diamanahkan dalam Renstra dan Renop yang telah disusun. Upaya peningkatan mutu dilakukan dengan terus mendorong dihasilkannya peneltian yang dapat diaplikasikan pada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasar. Kendala yang ada antara lain : belum terciptanya kerjasama yang berkesinambungandan masih  terbatasnya  jaringan kerjasama dengan pihak luar baik pemerintah maupun swasta yang dapat membantu  mengatasi kesulitan dana. Banyaknya kegiatan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat serta total dananya per program studi yang ada di bawah unit pengelola program studi dalam tiga tahun terakhir.

Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Sekolah Pascasarjana terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut terjadi pada kegiatan yang bersumber dari dalam Sekolah Pascasarjana dan dari dana mandiri internal kampus. Peningkatan juga terjadi dari lembaga di dalam negeri seperti : Madani Institute dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berasal dari luar negeri belum bisa dikuantifikasi ke dalam rupiah atau US Dollar karena bersifat dukungan kolaborasi personal dosen dari kampus luar negeri atau dari institusi swasta luar negeri.

  1. Strategi Pencapaian Standar

Pencapaian pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan menerapkan strategi berikut: a) Kualitas hasil pengabdian kepada masyarakatdi Sekolah Pascasarjana ditunjukkan dengan pemakaian metode penelitian mutakhir. Kualitas hasil pengabdian kepada masyarakat dibuktikan dengan beberapa dosen peneliti dipercaya untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat lanjutan dengan biaya dari pihak penyandang dana (sponsor/donor); b) Kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan dengan dimuatnya hasil pengabdian kepada masyarakat di media massa, baik di dalam dan d luar lingkungan Universitas Nasional.  Juga dipublikasikan baik melalui media massa, publikasi internal,maupun melalui media eksternal; c) Hasil pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan dengan ditaatinya kaidah pelaksanakan yang telah ditetapkan oleh masing-masing pihak. Hingga saat ini belum pernah terjadi pengaduan tentang pelaporan adanya masalah di bidang pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Pascasarjana.

  1. Indikator Kinerja Utama

Indikator utama dilihat dari adanyapeningkatan mutu dan relevansi pengabdian kepada masyarakat, dengan adanya beberapa hal yang terwujud: a) Berkembangnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada ilmu yang dikembangkan di Sekolah Pascasarjana untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa; b) Meningkatkan mutu pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui program pelatihan yang mengacu pada kebutuhan masyarakat; c) Terlaksananya pengabdian kepada masyarakat dan menguatnya jejaring lembaga pengabdian kepada masyarakat di Universitas Nasional dan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan program di Indonesia; d) Tergalangnya dana pengabdian kepada masyarakat dari berbagai sumber; e) Terselenggaranya pusat data (database) hasil-hasil serta jenis pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan oleh lembaga, dosen (individu), kelompok, mahasiswa maupun hasil dari kerjasama penelitian dengan lembaga luar di lingkungan universitas.

Tabel 31. Jumlah Pengabdian kepada Masyarakat

No. Sumber Pembiayaan Jumlah Judul PkM Jumlah
TS-2 TS-1 TS
1 a) Perguruan tinggi
b) Mandiri
10 8 13 31
2 Lembaga dalam negeri (diluar PT) 1 6 4 11
3 Lembaga luar negeri 1 1 1 3
Jumlah 12 15 18 45

 

Gambar 30. Grafik Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

  1. Indikator Kinerja Tambahan

Indikator tambahan dilihat dari adanya peningkatan kualitas dan relevansi pengabdian kepada masyarakat, yang mendorong dan memacu kepada tiap Program Studi untuk lebih  meningkatkan penelitian, seperti: a) Berkembangnya kerjasama antara pusat pengabdian kepada masyarakat di Indonesiadengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)Sekolah Pascasarjana dalam  pelatihan dan fasilitasi masalah serta penanganan bencana, seperti yang sudah dilakukan dengan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam penanganan gempa di Lombok dan Palu secara multidisipliner; b) Terselenggaranya program pengabdian kepada masyarakatyang kolaboratif dan menginspirasi lembaga-lembaga pengabdian kepada masyarakat lainnya di Indonesia, seperti adanya Entrepreneur Wave bekerjasama dengan Ascarya Foundation dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

  1. Evaluasi Capaian Kinerja

Evaluasi capaian pengabdian kepada masyarakatdilakukan monitoring secara berkelanjutan mencakup relevansi pengabdian kepada masyarakat program studi, kemajuan bidang ilmu terkait, dampak terhadap kesejahteraan manusia, lingkungan dan pembangunan, serta jejaring lembaga pengabdian kepada masyarakat.

  1. Penjaminan Mutu Pengabdian kepada Masyarakat

UPPS dilengkapi dengan standar Pendidikan tinggi terkait dengan penelitian. Standar mutu penelitian  terdiri dari 6 standar. Detail standar penelitian  ditampilkan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 32.  Standar Penjaminan Mutu Pengabdian Kepada Masyarakat

No Kategori Nama Standar
1 SPT- PkM Standar Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pelaksana  PkM
2 SPT- PkM Standar Pengajuan Proposal  PkM
3 SPT- PkM Standar Seminar Hasil  PkM
4 SPT- PkM Standar Seleksi Proposal PkM
5 SPT- PkM Standar Reviewer Proposal PkM
6 SPT- PkM Standar Pengumuman Hasil Seleksi Proposal PkM

Salah satu contoh dari standar yang telah dimiliki Unas, UPPS maupun Program Studi terlihat seperti dokumen di bawah ini :

Gambar 31. Dokumen Standar PkM

Upaya pengembangan dan peningkatan mutu yang telah dilakukan adalah menajamkan fokus pengabdian kepada masyarakat; memperluas jaringan lembaga yang bisa diajak kerjasama, baik pemerintah maupun swasta sesuai Renstra dan Renop Sekolah Pascasarjana.

Kendala-kendala yang dihadapi antara lain masih terbatasnya ketersediaan dana yang dapat digunakan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat bagi para dosen. Selain itu, kerjasama dengan pihak luar pada umumnya memerlukan dukungan persyaratan yang rumit akibat aturan kebijakan yan kurang fleksibel sementara masalah masyarakat yang perlu direspon memerlukan kecepatan waktu, seperti adanya gempa di Lombok dan Palu yang tidak bisa langsung direspon karena masalah di atas.

  1. Kepuasan Pengguna

Tingkat kepuasan pengguna terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilihat dari adanya dukungan dan apreasiasi dari masyarakat serta keberlanjutan kerjasama, contohnya adalah kerjasama dalam bentuk desa binaan, antara lain : Desa Cibadak, Jawa Barat, Penanggulangan Pasca Bencana Alam di Lombok dan Palu, Konservasi Lingkungan di Tanjung Puting, Kalimantan.

  1. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sivitas Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional hingga saat ini. Kegiatan ini dikerjakan oleh seluruh dosen dan mahasiswa yang dikordinasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional, dengan merujuk pada Rencana Strategis dan panduan penelitan yang tersedia.

Agenda pengabdian kepada masyarakat akan ditindaklanjuti pada penguatan ketersediaan mitra dan anggaran agar daya manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat semakin lebih dirasakan masyarakat. Dengan demikian, tingkat kepuasan pengguna terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional semakin maksimal.

Masalahnya adalah sistem pendanaan pengabdian masyarakat masih sangat terbatas sehingga fleksibilitas penyelenggaraannya juga terbatas, di masa yang akan datang akan diperluas kemitraan dan memanfaatkan CSR dari stakeholders.

C.9 Luaran dan Capaian Tridharma

1. Indikator Kinerja Utama

a) Luaran Dharma Pendidikan

Capaian pembelajaran lulusan telah berjalan dengan baik sebagaimana telah ditetapkan UPPS yang tercermin dari prestasi mahasiswa, efektivitas dan produktivitas pendidikan, daya saing lulusan, serta kinerja lulusan yang secara rata-rata telah berhasil di atas 85%. UPPS secara rutin setiap tahun melakukan penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan capaian pembelajaran dengan memedomani berbagai ketentuan yang ditetapkan oleh Kemristek-Dikti maupun berbagai Standar PT yang ditetapkan UNAS.

  1. Capaian Lulusan berdasarkan IPK

Selanjutnya kinerja Program Studi Doktor Ilmu Politik (DIP) diukur berdasarkan rata-rata IPK lulusan berada pada kategori sangat baik sebagaimana terlihat dalam tabel dan grafik berikut :

Tabel 33.  IPKLulusan

No. Tahun Lulus Jumlah Lulusan Indeks Prestasi Kumulatif
Min. Rata-rata Maks
1 2 3 4 5 6
1 2016/2017 4 3.53 3.60 3.8
2 2017/2018 4 3.51 3.62 3.81
3 2018/2019 6 3.52 3.61 3.8

Gambar 32. Grafik  Jumlah Lulusan dan Rata-Rata IPK Program Doktor Ilmu Politik

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

Grafik di atas memperlihatkan kinerja Prodi DIP yang semakin baik khususnya pada TS jumlah lulusan naik 50%, meskipun dilihat dari rata-rata IPK cenderung tidak ada perubahan yang bermakna, tetap pada kategori sangat memuaskan.

  1. Capaian prestasi mahasiswa:

Selain capaian Prodi DIP dari kuantitas lulusan, capaian prestasi mahasiswa bidang akademik tiga tahun terakhir membanggakan, di mana terdapat 16 prestasi diantaranya 1 prestasi tingkat internasional yakni sebagai Program Manager For Climate Change and Disaster Management Europe Union, selebihnya tingkat nasional (Tabel berikut).

Tabel 34.  Prestasi Akademik

No. Nama Kegiatan Tahun Perolehan Tingkat 1) Prestasi

yang Dicapai

Lokal/

Wilayah

Nasio-

nal

Interna-

sional

1 2 3 4 5 6 6
1 Penelitian Kebijakan Pembangunan Maritim (Irma Indrayani) 2018 Hibah Dana Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi dariKemenristek Dikti
2 Penelitian Ekonomi Politik Kebijakan Pengembangan Industri Pesawat Terbang Pasca Orde Baru (Irma Indrayani) 2016 Hibah Dana Penelitian Doktor dariKemenristek Dikti
3 Penelitian Penguatan Politik Pada Kebijakan Ramah Anak (Susianah) 2019 Hibah Dana Penelitian dari KPAI
4 Penelitian Politik Indonesia dan Cyber Security (Iramady Irdja) 2018 Hibah Dana Penelitian dari Indosat
5 Penelitian Politik Lokal dan Pengembangan Masyarakat Dalam Mendorong Pendapatan Daerah (Mansyur) 2018 Hibah Dana Penelitian dari DPRD Prov Riau
6 Penelitian Pengembangan Penguatan Kapasitas Politik Lokal (Nasril) 2018 Hibah Dana Penelitian dari DPRD Prov Riau
7 Penelitian Kajian Kebijakan Politik Lokal di Riau (Bagus Santoso) 2018 Hibah Dana Penelitian DPRD Prov Riau
8 Penelitian Gender Budgetting (Arzetti Bilbina) 2019 Hibah Dana Penelitian DPR RI
9 Penelitian Politik Pengelolaan Tanah Adat di Papua (Donar Taluke) 2019 Hibah Dana Penelitian dari Pemprov Papua Barat
10 Penelitian Kebijakan Politik Lokal Papua dan Keamanan Nasional (Albert Nakoeh) 2019 Hibah dana Penelitian dari Kesbangpol Prov.Papua Barat
11 Penelitian Demokratisasi Indonesia-Mesir (Muhammad Nadjib) 2018 Hibah Dana Penelitian dari DPR
12 Penelitian Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Konflik (Anik Farida) 2018 Hibah Dana Penelitian dari Balitbang Agama Jakarta
13 Peran TNI dalam Politik di Indonesia (Budi Pramono) 2019 Hibah Penelitian dari Mabes TNI
14 Penelitian  Indonesia dalam Kajian Politik Ekonomi Internasional (Muamar Veby) 2019 Hibah Penelitian dari Europe Union
15 Penelitian Strategi Partai Poltik dalam Pemilihan Umum (Igo Ilham) 2016 Hibah Penelitian dari DPD RI
16 Penelitian Peran Ulama dalam Pemilihan Gubernur Provinsi DKI (Habib) 2016 Hibah Penelitian Dari Kesbangpol
17 Penelitian Undang-Undang Keamanan Nasional dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Sipil-Militer (Sumantri) 2017 Hibah Penelitian dari Wantannas
18 Penelitian Kajian Politik Perbatasan (Ani Hyndriatny) 2017 Hibah Penelitian dari Wantannas
19 Penelitian Kajian Ekonomi Politik Pada Institusi Pendidikan Tinggi (Eddy Guridno) 2017 Hibah Dana Penelitian Dari Kopertis
Jumlah 0 18 1

 

  1. 3. Efektivitas dan produktivitas pendidikan:

Proses pembelajaran yang dilakukan Prodi DIP sangat Efektif terlihat dari indicator kelulusan pada TS-2 jumlah mahasiswa yang diterima adalah 6 orang, sementara pada saat TS sudah lulus 5 orang (83,33%), hanya 1 orang yang tidak dapat menyelesaikan programnya. Sementara TS-3 jumlah mahasiswa yang diterima adalah 9 orang, dan sudah menyelesaikan studi 55,56% atau 5 orang, selebihnya hingga pada saat TS masih terdaftar 4 orang dan dalam tahap penyelesaian disertasi. Selain indicator tersebut, indicator lama penyelesaian masa studi juga semakin membaik menunjukkan PBM juga semakin membaik. Masa studi selama 5 tahun terakhir terlihat seperti grafik berikut.

Gambar 33. Grafik Rata-Rata Masa Studi Program Doktor Ilmu Politik TS-4 sd TS

 

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

 

Indikator ketepatan lulusan tepat waktu baik di mana dari 12 yang masuk pada saat TS-3 sudah lulus 3 orang atau 25%. Kelulusan tepat waktu ini akan terus didorong pada masa mendatang hingga bisa mencapai 50%. Sementara produktivitas pengelolaan PBM secara keseluruhan sangat bagus, terlihat dari ratio mahasiswa yang diterima selama 5 tahun akademik (TS-4 sampai dengan TS) adalah sebanyak 46 orang berbanding lulusan pada kurun waktu tersebut berjumlah 26 dapat disimpulkan produktivitas Prodi DIP  sangat bagus.

  1. Daya saing lulusan dan Kinerja lulusan:

Dilihat dari daya saing lulusan dapat dilihat dari tracer study yang dilakukan oleh UPPS. Tracer study dilaksanakan kepada mahasiswa yang sudah bekerja dan alumni dari Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional dilakukan pada tahun 2013-2017 dengan menggunakan metode survei melalui penyebaran instrumen yang sudah terlebih dahulu dikalukan uji coba instrumen untuk melihat validitas dan treliabilitasnya. Ujicoba dilakukan kepada mahasiswa yang sudah bekerja, alumni, dan pengguna lulusan, dengan menggunakan metode Proposif Sampling. Hasil studi telah dimanfaatkan untuk melakukan berbagai perbaikan sesuai dengan temuan dan rekomendasi mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan.

Waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama atau berwirausaha pada bidang kerja/usaha yang relevan dengan bidang program studi dapat digambarkan sebagai berikut:

 

Tabel 35. Rata-Rata Waktu Tunggu Lulusan Untuk MemperolehPekerjaan

Tahun Lulus Jumlah Lulusan Jumlah Lulusan yang Terlacak Jumlah lulusan dengan waktu tunggu mendapatkan pekerjaan
WT < 3 bulan 3 ≤ WT ≤ 6 bulan WT > 6 bulan
1 2 3 5 6 7
TS-4 0 0 0 0 0
TS-3 0 0 0 0 0
TS-2 0 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0 0

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

Sementara itu, keseuaian pekerjaan lulusan dengan keahlian Doctor Ilmu Politik adalah 90%.

b) Luaran Dharma Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sebagai mahasiswa program doktoral, mereka mengemban peran mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan ilmu dan metodologi hanya mungkin dilakukan melalui penelitian ilmiah. Oleh sebab itu Program Studi terus mendorong para mahasiswa menghasilkan penelitian ilmiah dan mempublikasikannya. Jumlah publikasi dari tahun ke tahun terus meningkat di semua media, baik jurnal maupun media massa. Namun demikian upaya untuk mempublikasikan artikel di jurnal internasional bereputasi belum tercapai. Beberapa kendala terutama bahasa Inggris masih belum mampu diatasi.

Beberapa tahun ke depan upaya untuk mengtasi masalah ini dilakukan dengan menyelenggarakan seminar internasional bekerjasama dengan penerbit internasional bereputasi, seperti Atlantis Press, Emerald dan Sage Publication.

Gambar 34. GrafikKarya Ilmiah Mahasiswa yang berhasil PublikasiProgram Doktor Ilmu Politik TS-2 sd TS

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

Gambar 35. Grafik Karya Ilmiah Mhs yang Berhasil Publikasi Berdasarkan Media Nasional Prodi DIP TS-2 sd TS

 

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

 

Upaya untuk melahirkan karya-karya ilmiah bermutu terus dilakukan oleh Prodi DIP. Kepada mahasiswa diwajibkan untuk melakukan penelitian ilmiah baik dengan data primer atau penelitian kepustakaan. Karya-karya tersebut dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah baik di Universitas Nasional maupun di forum yang lebih luas. Namun untuk terbit di jurnal memerlukan waktu yang cukup lama belum lagi adanya beban pembiayaan publikasi. Dua faktor ini yang menghambat terbitnya karya akademik tepat waktu. Meskipun demikian dengan bersandar pada jumlah mahasiswa aktif dibandingkan dengan jumlah publikasi, maka rasionya 0,74 suatu capaian yang sangat baik. Jika dibanding dengan jumlah alumni, maka jumlah publikasi memiliki rasio yang sangat baik yaitu 3,1 artinya setiap mahasiswa sebelum lulus menghasilkan 3,1 karya ilmiah.

Capain tersebut masih di bawah target. Merujuk pada program pengembangan akademik, diharapkan target dan capaian dapat disajikan sebagai berikut :

Gambar 36. Grafik Karya Publikasi Mahasiswa Menurut Media

Program  Doktor Ilmu Politik TS-2 sd TS

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

 

Karya ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau bersama DTPS beberapa diantaranya sudah disitasi oleh beberapa pengguna. Adapun daftarnya dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 36. Karya Ilmiah Mahasiswa yang disitasi

No. Nama Mahasiswa Judul Artikel yang Disitasi (Jurnal/Buku, Volume, Tahun,

Nomor, Halaman)

Jumlah Sitasi
(1) (2) (3) (4)
1 Irma Indrayani Reconsidering the Concept of Good Governance:A Theoretical Discourse, International Journalof Innovation, Creativity and Change, ISSN: 2201-1315. 1
IMF dan Kebijakan Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-14335-9-1 1
Politik Luar Negeri Amerika Serikat terhadap Ekonomi Politik Indonesia 1992 – 1996, Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-70331-0-8 1
Poros Maritim dan Pembangunan Indonesia, Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-0819-07-5 2
2 Umar Basalim EKONOMI POLITIK GULA

Kedaulatan Pangan  di Tengah Liberalisasi Perdagangan, Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2019, ISBN: 978-602-433-783-4

2
Mekanisme Ekonomi itu Sangat Rasional, https://www.watyutink.com/opini 2
Paradigma Bank Dunia/IMF Belum Berubah, https://www.watyutink.com/opini 2
FTA Perlu, Tapi Hidupkan Kembali Industri Kita, https://www.watyutink.com/opini 2
Menyiasati Ancaman Sanksi Amerika Serikat (Bagian-1)https://www.watyutink.com/opini 2
Menyiasati Ancaman Sanksi Amerika Serikat (Bagian-2) https://www.watyutink.com/opini 3
Bagaimana BI Seharusnya Mengelola Rupiah?https://www.watyutink.com/opini 3
Liberalisasi Perdagangan: Kenapa Harus Dirusak ? https://www.watyutink.com/opini 2
Pelemahan Rupiah Jangan Disoraki ! https://www.watyutink.com/opini 3
Mengantisipasi Hasil Pertemuan IMF Bank Dunia di Bali, https://www.watyutink.com/opini 3
Ekonomi AS Akan Mengalami Titik Balik, Indonesia Terus Perbaiki Current Account, https://www.watyutink.com/opini 2
Masih tentang Annual Meeting IMF-WB, https://www.watyutink.com/opini 2
Darurat Penyiapan Infrastruktur di Wilayah Timur, https://www.watyutink.com/opini 2
Perlu Langkah Terpadu Atasi Defisit Perdagangan, https://www.watyutink.com/opini 2
Peringkat Utang (dari China) Sudahkah Membahayakan?, https://www.watyutink.com/opini 2
Menunggu Lahirnya Kabinet ‘Anti Defisit’ https://www.watyutink.com/opini 3
Demokrasi Bisa Membunuh Diri Sendiri, https://www.watyutink.com/opini 3
Efek Domino Perang Dagang Amerika vs China, https://www.watyutink.com/opini 2
Dana Desa Dimaksimalkan untuk Peningkatan Konsumsi Rakyat, https://www.watyutink.com/opini 2
Kondisi Utang Negara Aman, https://www.watyutink.com/opini 2
3 Harun Umar IMF Dan Sejarah Pembangunan Ekonomi Indonesia, Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-0819-08-2 2
Sikap Amerika Serikat dan Teroris dalam Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin, Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-70331-0-8 1
Perspektif Politik Internasional Penerapan Strategi Bantuan IMF Terhadap Indonesia, Jakarta : LPU UNAS, 2016, ISBN : 978-963-854-2 1
4 Budi Pramono Sosialisasi Bela Negara, Jurnal Poelitik, 2018 2
Ketahanan Informasi Harus Kuat Untuk Hadang Informasi Hoax, Jurnal Ilmu Poelitik, 2019 2
5 Muhammad Najib Industri Strategis Harus Dikembangkan, Jurnal Ilmu Poelitik, 2018 2
Nasib Suku Kurdi Dalam Percaturan Politik Di Timur Tengah, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Kamis, 24 Oktober  2019, 15:56 WIB 2
Amerika Vs China Bukan Sekedar Perang Dagang Atau Perang Ekonomi, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Kamis, 12 September 2019, 09:28 WIB 1
Menyongsong Kebebasan Di Saudi Arabia, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Sabtu, 10 Agustus 2019, 12:51 WIB 1
Transisi Demokrasi Di Sudan Dimulai, dalam Portal Berita Republik Merdeka,

Kamis, 08 Agustus 2019, 17:24 WIB

1
Belajar Memberantas Korupsi Dari China, dalam Portal Berita Republik Merdeka,

Senin, 05 Agustus 2019, 09:34 WIB

1
Sekali Lagi Indonesia Lulus Dalam Ujian Demokrasi, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Senin, 10Juni 2019, 20:09 WIB 1
Membaca Posisi Indonesia Dalam Konflik Saudi Arabia Vs Iran, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Sabtu, 01 Juni 2019, 11:20 WIB 1
Membaca Arah Konferensi Investasi Dan Ekonomi Palestina Di Bahrain, dalam Portal Berita Republik Merdeka,Kamis, 23 Mei 2019, 00:45 WIB 1
Persaingan Amerika Vs China Dalam Perspektif Ekonomi Politik Dan Kepentingan Dunia Islam, dalam Portal Berita Republik Merdeka, Senin, 20 Mei 2019, 17:38 WIB 1
6 Aiyub Mohsin Demokrasi di Turki, Jurnal Ilmu Budaya, Voulme 1, 2018 2
Partai Politik dan Sistem Demokrasi di Indonesia, Jurnal Populis Sosial dan Humaniora, Vol 3, No. 6, Desember 2018, ISSN : 2460-4208 1
7 Sumantri Ketahanan Negara Dalam Rangka Mencapai Kepentingan Nasional, Jurnal Poelitik Volume 1, 2018 2
8 Heru Dian Setiawan Analisis Kebijakan Dalam Mengamankan Pulau Miangas Provinsi Sulawesi Utara, Jurnal Populis Sosial dan Humaniora, Vol 3, No. 6, Desember 2018, ISSN : 2460-4208 1
9 Eddy Guridno Perilaku Kewirausahaan Pengalaman dan Biaya Pemasaran Terhadap Benefit Kualitas Laba Kerupuk Dorokdok di Kabupaten Bandung, Garut dan Sekitarnya, Jakarta : UNAS Press, 2018, ISBN : 978-602-0819-65-5 1
Eddy Guridno, Daya Saing Industri Kecil dan Menengah di Induksi dengan Kajian-Kajian Teoritis : Suatu Kasus pada UKM Kabupaten Bandung, Jakarta : UNAS Press, ISBN : 978-623-7273-02-8 1
Jumlah 62

 

Beberapa faktor penghambat dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Untuk publikasi di Jurnal internasional apalagi jurnal internasional bereputasi, hambatan utamanya adalah penulisan dalam bahasa Inggris yang memenuhi standar jurnal
  2. Untuk penulisan di jurnal nasional terakreditasi, waktu menunggu publikasi yang sangat lama. Rata-rata lebih dari 1 tahun, sehingga ketika mahasiswa telah lulus tidak bersemangat lagi mengurus publikasi.
  3. Biaya publikasi di jurnal internasional dan beberapa jurnal nasional juga turut menjadi hambatan.

Karya mahasiswa yang memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) berupa buku ada 5, yaitu:

 

Tabel37.  Karya Mahasiswa Yang Memperoleh HKI

No Judul Buku Penerbit, Kota Penulis Nomor HKI
1 Buku Poros Maritim dan Pembangunan Indonesia Irma Indrayani No. EC00201811090, 7 Mei 2018
2 Artikel Akselerasi Pembangunan Maritim Irma Indrayani No. EC00201811087, 7 Mei 2018,

Sumber: Diolah dari data kuantitatif LKPS

Capaian dalam bidang ini sangat baik. Mahasiswa telah berhasil mempublikasikan buku ilmiah dan telah beredar secara luas menjadi rujukan apara akademisi maupun praktisi. Sedangkan artikel yang terbit dalam suatu buku yang memiliki ISBN ada 3 yaitu :

Tabel 38. Karya Mahasiswa Berupa Buku

No Judul artikel/Bab Buku Judul

Buku

Penulis

artikel

Penerbit, ISBN
1 Bakar Minyak (BBM) Bakar Minyak (BBM) Irma Indrayani Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-0819-07-5 UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-14335-9-1
2 Poros Maritim dan Pembangunan Indonesia Poros Maritim dan Pembangunan Indonesia, Irma Indrayani Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-0819-07-5
3 Pasang Surut Industri Pesawat Terbang di Indonesia Pasang Surut Industri Pesawat Terbang di Indonesia Irma Indrayani Jakarta : UNAS Press, 2017, ISBN : 978-602-0819-32-7
4 Liberalisasi ruang udara di ASEAN Implementasi ASEAN Single Avation Market Asam Liberalisasi ruang udara di ASEAN Implementasi ASEAN Single Avation Market Asam, Irma Indrayani Jakarta : UNAS Press, 2018, ISBN : 978-602-0819-54-9
5 Politik Luar Negeri Amerika Serikat terhadap Ekonomi Politik Indonesia 1992 – 1996 Politik Luar Negeri Amerika Serikat terhadap Ekonomi Politik Indonesia 1992 – 1996 Irma Indrayani Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN: 978-602-70331-0-8
6 Perspektif Politik Internasional Penerapan Strategi Bantuan IMF Terhadap Indonesia Perspektif Politik Internasional Penerapan Strategi Bantuan IMF Terhadap Indonesia Harun Umar Perspektif Politik Internasional Penerapan Strategi Bantuan IMF Terhadap Indonesia
7 IMF Dan Sejarah Pembangunan Ekonomi Indonesia IMF Dan Sejarah Pembangunan Ekonomi Indonesia Harun Umar Jakarta : UNAS Press, 2016, ISBN : 978-602-0819-08-
8 Jalan Demokrasi Pengalaman Indonesia, Mesir dan Turki Jalan Demokrasi Pengalaman Indonesia, Mesir dan Turki M. Najib Jakarta: Republika, ISBN: 978-602-5734-70-0
9 Perilaku Kewirausahaan Pengalaman dan Biaya Pemasaran Terhadap Benefit Kualitas Laba Kerupuk Dorokdok di Kabupaten Bandung, Garut dan Sekitarnya Perilaku Kewirausahaan Pengalaman dan Biaya Pemasaran Terhadap Benefit Kualitas Laba Kerupuk Dorokdok di Kabupaten Bandung, Garut dan Sekitarnya Eddy Guridno Jakarta : UNAS Press, 2018, ISBN : 978-602-0819-65-5
10 Tantangan dan Prospek Perbatasan Indonesia-Malaysia Tantangan dan Prospek Perbatasan Indonesia-Malaysia Any Hindriatny Jakarta : Unas Press, 2017, ISBN : 978-979-251-272-4
11 EKONOMI POLITIK GULA Kedaulatan Pangan  di Tengah Liberalisasi Perdagangan EKONOMI POLITIK GULA Kedaulatan Pangan  di Tengah Liberalisasi Perdagangan Umar Basalim Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2019, ISBN: 978-602-433-783-4

3. Evaluasi Capaian Kinerja

Capaian kinerja pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat seperti dikemukakan di atas, masih belum memuaskan. Dengan menggunakan metode perbandingan antara target dan capaian, dapat dikemukakan deskripsi sebagai berikut:

Tabel 39. Identifikasi Masalah, Pendukung dan Penghambat serta Tindak Lanjut yang Dilaksanakan

 

Masalah Pendukung Penghambat Tindak Lanjut
Waktu studi mahasiswa tidak penuh waktu Memberi kesem-patan mahasisiswa mengembangkan diri Mahasisiswa sulit memenuhi target yang ditetapkan prodi baik luaran maupun masa studi Menyelenggarakan kegiatan seminar, pe-nelitian bersama dengan dosen
Kemampuan bahasa inggris akademik Mahasisiswa me-miliki semangat untuk menulis di jurnal internasional Kurangnya waktu yang cukup bagi mahasisiswa un-tuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris aka-demik Akan dilakukan seminar internasional berkelanjutan bekerjasama dengan penerbit internasional bere-putasi
Membagi waktu studi dengan kerja Mahasisiswa me-miliki semangat untuk mengem-bangkan ilmu dan membagi ilmu ke masyarakat Kurangnya waktu yang memadai dari mahasisiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat Penelitian dan PkM bersama dengan dosen dan mahasisiswa lain
Biaya seminar internasional dan publikasi Mahasiswa memi-liki semangat untuk mengikuti seminar dan publikasi internasional Besarnya biaya publikasi dan seminar internasional Penelitian dan PkM bersama dengan do-sen dan mhs lain. Selain itu diupayakan mencari dukungan dana lembaga lain
Mahasiswa kembali ke daerah Mahasiswa bersemangat  berdiskusi secara mendalam Komunikasi via internet dan telepon yang kurang efektif Pimpinan mengundang mahasisiswa untuk mengikuti acara di kampus minimal sekali 3 bulan

Sumber: Diolah berdasarkan pembahasan sebelumnya.

4. Penjaminan Mutu Luaran

Berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi terkait luaran dan capaian tridharma, yang mengikuti siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP).

UPPS telah menetapkan standar mutu dalam pendidikan, penelitiandan Pkm. Standar yang telah ditetapkan mencakup:

Tabel 40. Standar Mutu Yang dimiliki Oleh UPPS

Bidang Mutu Standar Minimal Standar Tambahan Jumlah
Pendidikan 8 8 16
Penelitian 8 13 21
Pengabdian Pada Masyarakat 8 6 14
Tugas Akhir 16 16
Ketenagaan 19 19
Sarana&Prasaran 11 11
Pembiayaan 11 11
Pengelolaan 65 65
Kemahasiswaan 10 10
Kerjasama 67 67
Jumlah Standar 24 226 250

Sumber: Diolah dari data Badan Penjaminan Mutu UNAS

Memperhatikan data di atas, penjaminan mutu internal dilihat dari kelengkapan dokumen sudah sangat baik, yang diawali oleh Badan Penjaminan Mutu tingkat Universitas Nasional, kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Penjaminan Mutu Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Berbagai standar yang dikemukakan di atas, sekitar 75 % sudah diimplementasikan oleh UPPS maupun  oleh Pengelola Prodi DIP. Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaannya telah dilakukan monitoring dan evaluasi kepada setiap pengeloa prodi di lingkungan UPPS. Meskipun harus diakui bahwa implementasi keseluruhan standar tersebut belum dapat berjalan dengan baik, akan tetapi berbagai kelemahan yang dilaporkan dalam monev, telah diperbaiki dalam siklus perencanaan berikutnya.

5. Kepuasan Pengguna

Mengenai kepuasan pengguna, Sekolah Pascasarjana bersama program studi di lingkungan sekolah pascasarjana secara berkala telah melakukan pelacakan lulusan (tresure study).  Hasil dari pelacakan terakhir yang di lakukan tahun 2018 untuk lulusan periode 3 tahun terakhir 2013-2017.

Pelacakan sebagai kelompok sasarannya adalah mahasiswa yang sudah bekerja serta alumni dari Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional dilakukan pada tahun 2013-2017 dengan menggunakan metode survei melalui penyebaran kuesioner bagi mahasiswa yang sudah bekerja, alumni, dan pengguna.

Studi pelacakan dengan menggunaka melalui media sosial antara lain melalui  facebook, twitter, WatsUp, e Mail, dan melalui POS. Kelompok sasarannya adalah para mahasiswa dan alumni program studi Magister Ilmu Politik, Magister Administrasi Publik, Magister Hukum, Magister Manajemen, Magister Biologi, dan Program Doktor Ilmu Politik. Kelompok sasaran untuk pengguna (user) beraktifitas di Jakarta demikian pula mahasiswa yang sudah bekerja dan alumni.

Metode studi pelacakan data alumni dilakukan melalui metode penyebaran kuesioner dengan metode Proposif Sampling : a) Jumlah mahasiswa aktif dan alumni dari setiap Program Studi masing-masing  5 orang  (3 mahasiswa aktif dan 2 alumni) x 6 Program Studi : 30 orang; b) Sampel : 30 orang; c) Teknik penarikan sampel : porposif sampling; d) Calon responden pengguna (user) yang terpilih, pimpinannya dengan mengirimkan sejumlah daftar pertanyaan disertai perangko dan amplop untuk dikirim kembali ke Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional. Dari 30 calon responden yang mengembalikan  29 dan ditetapkan sebagai responden.

Data dari hasil penyebartan kuesioner yang terkumpul kemudian dilakukan pengolahan analisis untuk mendapatkan kesimpulan dari berbagai isian jawaban melalui pertanyaan yang didapat dari pertanyaan kuesioner.

Hasil studi pelacakan yang telah diperoleh dirangkum dalam tabel berikut:

 

Tabel 41. Kepuasan Pengguna Mahasiswa dan Lulusan

No Jenis Kemampuan Tanggapan Pihak Pengguna Pemanfaatan Hasil Pelacakan
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
(%) (%) (%) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Integritas (etika dan moral) 80,00 11,00 9,00 Hasil pelacakan digunakan untuk
2 Keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme) 89,00 11,00 1. Perbaikan sistem pembelajaran, seperti
3 Keluasan wawasan antar disiplin ilmu 81,00 19,00 Metode mengajar, teknologi informasi,
4 Kepemimpinan 74,00 18,00 8,00 Presentasi di kelas dsb
5 Kerjasama dalam tim 83,00 5,00 12,00 2. Penggalangan dana, seperti untuk pelaksanaan seminar, diskusi dll
6 Bahasa asing 71,00 20,00 9,00 3. Informasi pekerjaan, seperti kebutuhan
7 Komunikasi 86,00 14,00 Asisten tenaga ahli, kebutuhan pelaksana
8 Penggunaan teknologi informasi 92,00 8,00 Lapangan, konsultan dll
9 Pengembangan diri 79,00 21,00 4. Membangun jejaring, seperti kerjasama pendidikan, penelitian dan PkM.
Total (a)=735,00 (b)=127,00 (c)=38,00 (d)=0,00

6. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Merujuk pada analisis luaran tri dharma yang telah dibahas di atas, direncanakan hal-hal berikut:

  1. Waktu studi mahasiswa tidak penuh waktu, membuat penyelesaian studi mereka terhambat. Untuk itu Prodi DIP memberikan kesempatan kepada mahasisiswa mengembangkan diri memlalui perencanaan dan pengalokasian waktu yang lebih banyak untuk studinya, meskipun demikian mahasisiswa mengalami kesulitan memenuhi target yang ditetapkan prodi baik luaran maupun masa studi mengingat pekerjaan dan tanggungjawab mahasiswa yang masih tetap harus dipikirkan dalam institusi mereka masing-masing. Tindaklanjut yang ditempuh oleh Prodi DIP adalah menyelenggarakan kegiatan seminar, penelitian bersama dengan dosen, sehingga melalui strategi ini dapat mengefisiensikan waktu penyelesaian sebab waktu kebersamaan mahasiswa dengan dosennya akan semakin banyak.
  2. Kemampuan Bahasa Inggris akademik yang kurang memadai, berakibat semangat mahasiswa untuk menulis di jurnal internasional menurun. Untuk itu, pengelola Prodi DIP meminta agar mahasiswa dapat mengalokasikan waktu yang lebih besar untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Hambatan yang dihadapi adalah kurangnya waktu yang cukup bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris akademik. Tindak lanjut yang ditetapkan adalah  pelaksaaan seminar internasional yang terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan bekerjasama dengan penerbit internasional bereputasi, maupun penyelenggaraan Seminar Internasional bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Luar Negeri.
  3. Membagi waktu studi dengan kerja. Sebagaimana telah diuraikan dalam butir 1. 90% dari mahasiswa sesungguhnya memiliki semangat yang tingggi untuk mengembangkan ilmu dan membagi ilmu ke masyarakat, hanya saja dihambat masalah pembagian waktu antara studi dengan penyelesaian pekerjaan mereka. Implikasinya adalah kurangnya waktu yang memadai dari mahasisiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sementara tuntutan studi khususnya dalam penelitian dan PkM sangat tinggi. Untuk itu tindaklanjut yang ditetapkan oleh Prodi DIP adalah mengefektifkan Penelitian dan PkM bersama dengan dosen dan mahasisiswa lain.
  4. Tingginya biaya seminar internasional dan publikasi, mengakibatkan semangat mahasiswa memiliki untuk mengikuti seminar dan publikasi internasional berkurang. Tindaklanjut yang ditetapkan oleh Prodi DIP adalah meningkatkan pelaksanaan penelitian dan PkM bersama dengan dosen dan mhs lain. Selain itu pengelola Prod DIP terus berusaha mengupayakan dukungan dana lembaga lain yang tidak mengikat.
  5. Sekitar 50% dari mahasiswa kembali ke daerahnya setelah selesai perkuliahan teori yang ditentukan dalam kurikulum. Meskipun demikian mereka sesungguhnya bersemangat  berdiskusi secara mendalam, akan tetapi terhalang masalah waktu dan tempat. Untuk itu diminta agar dapat mengefektifkan diskusi melalui komunikasi via internet dan telepon meskipun tetap saja hasilnya kurang efektif, oleh sebab itu pengelola Prodi DIP menetapkan tindaklanjut dengan mengundang mahasisiswa untuk mengikuti acara di kampus minimal sekali 3 bulan.
  1. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN UPPS TERKAIT PROGRAM STUDI YANG DIAKREDITASI

 

D.1. Analisis Capaian Kinerja

Program Studi Doktor Ilmu Politik (DIP) telah menetapkan kriteria secara lengkap baik mencakup tata kelola, mahasiswa, sumberdaya manusia, keuangan, sarana-prasarana, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian standar setiap komponen rata-rata sangat baik, di atas angka 85%. Target capaian yang masih kurang terdapat pada komponen C.3. tentang kemahasiswaan khususnya publikasi mahasiswa dan masa studi mahasiswa.  Berikut dikemukakan capaian kinerja menurut komponen.

Gambar 37. Target dan Capaian Komponen Kemahasiswaan

Untuk target lulus tepat waktu dalam studi yaitu 3 tahun yang ditetapkan 50%, ternyata hanya tercapai 35%. Sejumlah kendala yang dihadapi seperti mahasiswa yang mendapat tugas-tugas di luar kota, waktu yang banyak digunakan untuk bekerja, bencana alam seperti bencana di Lombok, Palu, Pantai Ujung Kulon dan kabut asap yang menggangu mobilitas mahasiswa ke kampus. Target publikasi oleh mahasiswa yang ditetapkan 15 artikel baik di jurnal nasional maupun internasional, ternyata hanya mampu dicapai 9 artikel. Salah satu kendalanya adalah kurangnya waktu yang memadai bagi mahasiswa untuk menulis artikel.

Bidang sumberdaya manusia menetapkan   kriteria yaitu pangkat dosen, sertifikasi dosen, publikasi di jurnal nasional, publikasi di jurnal internasional, jumlah penelitian, jumlah pengabdian kepada masyarakat, jumlah dosen yang mendapat hibah, jumlah karya dosen yang dipatenkan, jumlah dosen sebagai pembicara dalam seminar nasional, jumlah dosen sebagai pembicara dalam seminar internasional, keterlibatan dosen dalam organisasi ilmiah, dan pendidikan lanjut tenaga kependidikan.

Capaian target yang ditetapkan rata-rata di atas 85%, meskipun terdapat capaian di bawah target yaitu publikasi di jurnal internasional dan karya dosen yang berhasil dipatenkan. Dua indikator tersebut sangat sulit dicapai meskipun Sekolah Pascasarjana dan Prodi DIP telah berusaha keras mencapainya. Salah satu kendala dalam publikasi internasional adalah kualitas bahasa Inggris dan lamanya suatu artikel ditinjau (review) oleh tenaga ahli. Menurut pengalaman para dosen yang artikelnya berhasil dimuat di jurnal internasional, ternyata memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Artikel yang dimuat di jurnal nasional terakreditasi pun memerlukan waktu sekitar 1,5 tahun dalam proses penerbitannya. Hal ini terjadi karena tingginya kompetisi antar penulis.

Di luar dua indikator tersebut, capaian kinerja dosen Prodi DIP sudah sangat baik terutama dalam pencapaian pangkat (seluruhnya Lektor Kepala dan Guru Besar), jumlah publikasi rata-rata satu dosen satu publikasi tiap semester, jumlah penelitian (rata-rata satu orang dosen satu penelitian setiap semester), dan partisipasi dalam seminar baik nasional maupun internasional. Meskipun demikian, sebagai suatu Prodi DIP perintis di PTS Indonesia, Prodi DIP Unas terus berusaha mencapai kinerja terbaik. Target untuk memenuhi kualitas berstandar internasional akan terus diupayakan terutama melalui publikasi di jurnal internasional bereputasi yang mejadi rujukan para peneliti seluruh dunia.

Gambar 38. Target dan Capaian Komponen Sumberdaya Manusia

Pada tahun 2016 target untuk meraih jabatan akademik guru besar ditetapkan 2 orang, sehingga Prodi DIP memiliki 4 orang guru besar. Target ini tercapai sehingga tahun 2019 ini Prodi DIP memiliki 4 orang profesor. Sedangkan untuk dosen dengan jabatan akademik Lektor kepala ditargetkan mencapai 7 orang, sehingga semua dosen pada Prodi DIP bergelar doktor dengan jabatan akademik minimal Lektor Kepala.

Publikasi di jurnal internasional dikelompokkan ke dalam jurnal internasional bereputasi dan jurnal internasional. Dari 13 artikel di jurnal internasional, 7 di antaranya dimuat di jurnal internasionalbereputasi. Sedangkan 6 artikel dimuat di jurnal internasional, atau prosiding internasional. Publikasi di jurnal nasional terakreditasi dikti dan masuk kategori SINTA 1 dan 2 mencapai 4 artikel, sedang publikasi buku mencapai 10 buku antara tahun 2015/2016 sampai 2018/2019.

Penelitian yang dilakukan dosen baik dengan biaya dari luar PT atau dari PT, mencapai 16 kegiatan. Ini berarti setiap dosen pada setiap semester berhasil melakukan penelitian. Demikian pula dengan hibah dari luar PT berhasil diperoleh 16 hibah yang berarti dosen setiap tahun selalu memperoleh hibah. Keberhasilan mendapat hibah ini berarti juga keberhasilan memenangkan kompetisi dengan PT lain, mengingat hibah diperoleh secara kompetitif.

Kinerja Prodi DIP dalam mengembangkan SDM khususnya dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat berhasil. Dari 10 orang dosen tetap semua aktif sebagai pembicara baik dalam pertemuan ilmiah nasional maupun internasional. Antara tahun 2016/2017 sampai 2018/2019 keterlibatan dosen Prodi DIP sebagai pembicara dalam seminar internasional ada 6 kali, seminar nasional ada 15 kali. Capaian ini sangat impresif yang menunjukkan minimum sekali dalam satu semester, dosen tetap Prodi DIP berperan aktif dalam seminar.

Keterlibatan dosen dalam jejaring ilmiah sangat kuat. Semua dosen menjadi anggota Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) selain itu Sekretariat AIPI Cabang Jakarta bertempat di Universitas Nasional. Baik secara mandiri maupun dengan kerjasama dengan AIPI, Prodi DIP Unas juga aktif menyelenggarakan pertemuan ilmiah nasional. Hasil-hasil penelitian dosen telah berhasil dipatenkan, ada 2 karya dosen yang berhasil meraih paten. Sedangkan dalam pengembangan tenaga kependidikan, antara tahun 2016/2017 sampai 2018/2019 berhasil membiayai 2 orang untuk studi lanjut dan telah selesai.  Seluruh capaian di atas menunjukkan keberhasilan Prodi DIP dalam mengembangkan ilmu politik di jenjang tertinggi.

Untuk komponen keuangan, sarana dan prasarana, target yang ditetapkan juga berhasil dicapai. Capaian rata-rata 80%, yang terdiri dari sub komponen sebagai berikut: (1) persentase dana operasional yang berasal dari mahasiswa semakin menurun, (2). Dana yang dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun, (3) investasi sarana pembelajaran mencakup penggunaan teknologi komunikasi dengan berbasis internet yang digunakan untuk perkuliahan di kelas, seminar, diskusi dan perpustakaan. Semua indikator kinerja yang ditetapkan berhasil dicapai dengan sangat baik. Kemampuan finansial Universitas Nasional melalui Sekolah Pascasarjana untuk mengelola Prodi DIP semakin menunjukkan kemandirian. Sebagai PTS, otonomi keuangan dan pengelolaan sarana-prasarana tidak sepenuhnya diberikan kepada prodi-prodi mengingat adanya ketimpangan jumlah mahasiswa antar prodi. Jumlah mahasiswa eksakta sangat kecil sedang pengelolaannya memerlukan subsidi.

Gambar 39. Grafik penggunaan Dana yang Berasal dari Mahasiswa

Pada tahun 2015/16 dana operasional pendidikan yang berasal dari mahasiswa masih sangat besar. Hal ini disebabkan belum kuatnya jaringan kerjasama Prodi DIP dan Sekolah Pascasarjana Unas dengan instansi lain. Hibah yang diraih dosen juga masih kecil, sehingga UNAS mengelurakan hampir seluruh uang masuk yang berasal dari mahasiswa. Sedangkan dana yang dialokasikan untuk penelitian dan pengabdian masyarakat semakin meningkat. Alokasi dana untuk Penelitian dan PkM ini hanya yang berasal dari APBU (Anggaran Pendapatan dan Belanja Universitas). Pada tahun 2015/16 dana yang dialokasikan untuk penelitian dosen Prodi DIP sebesar 28 juta rupiah. Jumlah dosen pada saat itu 8 orang,  sehingga rata-rata perdosen 3,5 juta. Angka ini sangat kecil sehingga diusahakan meningkat menjadi 9 juta per dosen per tahun pada tahun 2019. Hal yang sama untuk dana Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun 2015/16 alokasinya masih kecil yaitu 16,5 juta yang berarti untuk satu dosen hanya 2,06 juta. Menydari pentingnya PkM dalam ilmu politik, anggarannya dinaikkan menjadi 42 juta pada tahun 2019, sehingga rata-rata perdosen 4,2 juta, angka yang memadai untuk melaksanakan PkM di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk investasi sarana dan prasarana, Sekolah Pascasarjana UNAS menyadari pentingnya teknologi komunikasi dalam proses pendidikan modern. Apalagi untuk penyelenggaraan pendidikan program doktoral yang menunjut arus informasi dan komunikasi yang cepat, akurat, up to date dan mudah diakses, maka investasi diarahkan untuk memenuhi sarana dan prasarana tekonologi komunikasi yang berbasis internet.

 

Gambar 40. Grafik Alokasi Dana PenelitianGambar 41. Grafik Alokasi Dana Kegiatan PkM

Sebelum berdirinya program doktor di Sekolah Pascasarjana UNAS, seluruh pengelolaan baik akademik maupun non akademik telah berbasis internet. Seperti dapat dilihat grafik berikut, penggunaan internet sangat membantu mempercepat dan akurat dalam pengembailan keputusan serta pengelolaan.

Tabel 42. Jenis Data yang Dikelola dengan Komputer Jaringan Internet

No Jenis Data Dikelola dengan komputer jaringan internet
1 Data Mahasiswa
2 Kartu Rencana Studi (KRS)
3 Jadwal mata kuliah
4 Nilai mata kuliah
5 Transkrip akademik
6 Lulusan
7 Data Dosen
8 Pegawai
9 Keuangan
10 Inventaris
11 Perpustakaan
12 Sarana Perkuliahan
13 Seluruh kelas menggunakan Komputer, LCD terintegrasi internet
14 Perkuliahan
15 Kehadiran dosen
16 Kehadiran mahasiswa

Investasi sarana diarahkan untuk memenuhi kebutuhan proses pembelajaran yang semakin meningkatkan kualitas. Mahasiswa DIP dan alumninya diharapkan mampu melakukan penelitian mandiri dan publikasi di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. Karenanya investasi dilakukan untuk memperkuat bandwith internet, akses yang semakin baik terhadap jurnal nasional dan internasional bereputasi, ruang kerja mahasiswa, ruang kerja dosen, dan pembaharuan komputer. Rencana investasi dan realisasinya tidak berbeda jauh. Dengan pemenuhan sarana tersebut, mahasiswa dan dosen mampu meningkatkan kinerja ke level yang ideal.

Selain itu investasi prasarana seperti mobil, lapangan parkir, pembangunan gedung 8 lantai, beserta perabot seperti lift, meja, kursi, AC, perlengkapan dapur, musholla, kantin, dan pengadaan seda motor berhasil direalisasikan.

D.2. Analisis SWOT atau Analisis Lain yang Relevan

Berdasarkan analisis capaian kinerja dapat diidentifikasi dan dipetakan kekuatan atau faktor pendorong (Strength), kelemahan atau faktor penghambat (Wekness), peluang (dan ancaman yang dihadapi Program Studi Doktor Ilmu Politik (DIP) sepetri berikut:

Tabel 43. Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Doktor Ilmu Politik di Bidang Kemahasiswaan.

Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait kemahasiswaan dapat dipetakan dalam matriks SWOT Analisis sebagai berikut:

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Peminat mahasiswa besar 1. Mahasiswa terancam DO
FAKTORINTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar kemahasiswaan telah mencapai 85%

2. IPK lulusan melampaui target

3. Seminar disertasi mahasiswa berjalan dengan baik

1. Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (S1, S2, S3, O1)

2. Seleksi penerimaan perlu ditingkatkan agar calon mahasiswa lebih berkualitas (S1, O1)

1. Peningkatan kualitas bimbingan (T1, S3)
KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
1. Kelulusan tepat waktu belum dapat dicapai

2. Publikasi ilmiah belum tercapai

3. Mahasiswa asing tidak ada

4.

1. Mendorong proses bimbingan yang lebih baik (W1, O1)

2. Meningkatkan kerjasama internasional dan Seminar Internasional (W2, O1)

3. Meningkatkan promosi Program DIP ke luar negeri (T2)

1. Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (W1, T1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang kemahasiswaan direkomendasikan Rekomendasi Strategi: 1) Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama kemahasiswaan untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (S1, S2, S3, O1); 2) Seleksi penerimaan perlu ditingkatkan agar calon mahasiswa lebih berkualitas (S1, O1); 3) Mendorong proses bimbingan yang lebih baik (W1, O1); 4) Meningkatkan kerjasama internasional dan) Seminar Internasional (W2, O1); 5) Meningkatkan promosi Program DIP ke luar negeri (W3); 6) Peningkatan kualitas bimbingan (T1, S3); 7) Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (W1, T1).

Tabel 44.  Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Doktor Ilmu Politik

di Bidang Sumber Daya Manusia.

Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait Sumberdaya Manusia dapat dipetakan dalam matriks SWOT Analisis sebagai berikut:

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Jejaring penelitian luas

2. Kompetisi hibah penelitian dari kementerian Ristek-Dikti terbuka

1. Kualitas Bahasa Inggris

2. Lamanya proses publikasi internasional

FAKTOR INTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar SDM telah mencapai 85%

2. Jejaring ilmiah dosen tingkat nasional sangat kuat

3. Penulisan dan penerbitan buku ajar tinggi

4. Jenjang Jabatan Akademik Lektor Kepala dan Guru Besar memadai

1. Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma dengan mengembangkan jejaring yang sudah ada (S1, S2, S3, S4, O1)

2. Meningkatkan kemampuan dan keunggulan daya saing dosen memperoleh hibah penelitian (S41, O2)

1. Peningkatan kualitas penelitian tingkat internasional (S4, T1)

2. Memfasilitasi dosen untuk dapat meningkatkan pertemuan ilmiah internasional (S4, T1, T2)

KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
1. Publikasi ilmiah di tingkat internasional yang dipatenkan masih rendah

2. Dukungan pembiayaan publikasi ilmiah internasional kurang

1. Membina dosen yang lebih yunior untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan publikasi internasional (O1, O2, W1)

2. Meningkatkan anggaran pembiayaan untuk melakukan pembinaan untuk memperoleh hibah penelitian nasional dan internasional (W1, O1, O2)

1. Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (S1, W1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang Sumberdaya Manusia direkomendasikan Rekomendasi Strategi: 1) Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma dengan mengembangkan jejaring yang sudah ada (S1, S2, S3, S4, O1); 2) Meningkatkan kemampuan dan keunggulan daya saing dosen memperoleh hibah penelitian (S41, O2); 3) Membina dosen yang lebih yunior untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan publikasi internasional (O1, O2, W1); 4) Meningkatkan anggaran pembiayaan untuk melakukan pembinaan untuk memperoleh hibah penelitian nasional dan internasional (W1, O1, O2); 5) Peningkatan kualitas penelitian tingkat internasional (S4, T1); 6) Memfasilitasi dosen untuk dapat meningkatkan pertemuan ilmiah internasional (S4, T1, T2); 7) Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma (S1, W1).

 

Tabel 45. Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Doktor Ilmu Politik di Bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana.Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait Keuangan, Sarana dan Prasarana dapat

dipetakan dalam matriks SWOT Analisis sebagai berikut:

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Kemandirian pengelolaan Prodi DIP semakin baik 1. Sarana dan Prasarana competitor lebih baik
FAKTOR INTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar Keuangan, Sarana dan prasarana telah mencapai 85%

2. Persentasi keuangan bersumber dari mahasiswa berkurang

3. Alokasi dana untuk penelitian dan P2M semakin meningkat

4. Telah memanfaatkan teknologi berbasis internet untuk perkuliahan

1. Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma sehingga input mahasiswa secara kuantitas dan kualitas dapat ditingkatkan (S1, S2, S3, O1)

2. Meningkatkan kemampuan internet untuk mendukung seluruh kegiatan Tri Dharma PT (S4, O1)

1. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perkuliahan (S1, S4, T1)
KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
1. Pengelolaan keuangan SEKOLAH PASCASARJANA tidak otonom

2. Kemampuan penggunaan internet secara rata-rata untuk pemangku kepentingan internal masih terbatas

1. Meningkatkan penggunaan anggaran untuk Sekolah Pasca Sarjana (W1, O1)

2. Meningkatkan anggaran pembiayaan penambahan kapasitas internet (W2, O1)

1. Pemberian otonomi kepada SEKOLAH PASCASARJANA untuk pengelolaan internet (S1, W1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana direkomendasikan Rekomendasi Strategi: 1) Optimalisasi dari realisasi kegiatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma sehingga input mahasiswa secara kuantitas dan kualitas dapat ditingkatkan (S1, S2, S3, O1); 2) Meningkatkan kemampuan internet untuk mendukung seluruh kegiatan Tri Dharma PT (S4, O1); 3) Meningkatkan penggunaan anggaran untuk Sekolah Pasca Sarjana (W1, O1); 4) Meningkatkan anggaran pembiayaan penambahan kapasitas internet (W2, O1); 5) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana perkuliahan (S1, S4, T1); 6) Pemberian otonomi kepada SEKOLAH PASCASARJANA untuk pengelolaan internet (S1, W1).

Tabel 46.Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Studi Doktor Ilmu Politik di Bidang Pendidikan.

Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait Pendidikan dapat dipetakan dalam matriks SWOT Analisis sebagai berikut :

 

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Terbuka kesempatan membuka pembelajaran online

2. Minat masyarakat belajar di UPPS tinggi

1. Otomasi industry 4.0 memberikan kesempatan pembelajaran online secara penuh.
FAKTOR INTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar pendidikan telah mencapai 85% (S1)

2. Memiliki kurikulum yang selalu dimutahirkan (S2)

3. Terciptanya atmosfer akademik yang kondusif (S3)

4. Memiliki Standar Pendidikan yang lengkap

5. Telah menerapkan metode pembelajaran blanded learning. (S5)

1. Megoptimalkan tracer study untuk terus memantau out come PBM yang dilakukan (S1, S2, S3, O2)

2. Meningkatkan metode pembelajaran blanded learning dengan memperbesar kuliah online bagi masyarakat (S4, O1, O2)

1. Menyesuaikan kulikulum untuk menghadapi otomasi industry 4.0 (S1, S2, T1)
KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
1. Audit mutu internal  untuk pendidikan belum dilaksanakan dengan optimal (W1)

2. Dosen dan mahasiswa kurang berminat melakukan pembelajaran online

1. Meningkatkan kemampuan sebagai auditor penjaminan mutu internal (W1, O1)

2. Mengintensifkan sosialisasi system blanded learning bagi dosen dan mahasiswa (W1, W2, O1)

1. Meningkatkan kemampuan sebagai auditor penjaminan mutu internal untuk melakukan audit kurikulum (W1, T1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang pendidikan direkomendasikan Rekomendasi Strategi: 1) Megoptimalkan tracer study untuk terus memantau out come PBM yang dilakukan (S1, S2, S3, O2); 2) Meningkatkan metode pembelajaran blanded learning dengan memperbesar kuliah online bagi masyarakat (S4, O1, O2); 3) Meningkatkan kemampuan sebagai auditor penjaminan mutu internal (W1, O1); 4) Mengintensifkan sosialisasi system blanded learning bagi dosen dan mahasiswa (W1, W2, O1); 5) Menyesuaikan kulikulum untuk menghadapi otomasi industry 4.0 (S1, S2, T1); 6) Meningkatkan kemampuan sebagai auditor penjaminan mutu internal untuk melakukan audit kurikulum (W1, T1).

 

Tabel 47.  Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Studi Doktor Ilmu Politik di Bidang Penelitian.

Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait Penelitian dapat dipetakan dalam matriks SWOT Analisis

sebagai berikut :

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Alokasi dana untuk penelitian dari pemerintah semakin meningkat

2. Membangun kerjasama penelitian bersama dengan mitra kerjasama di dalam dan luar negeri

1. Dana penenelitian bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri kurang memadai.
FAKTOR INTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar Penelitian telah mencapai 85%

2. Memiliki kualitas penelitian yang memadai (S2)

3. Memiliki tenaga peneliti yang memadai dalam berbagai disiplin ilmu (S3)

4. Memiliki pusat-Pusat  penelitian yang sudah memiliki reputasi dalam penelitian

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian melalui kerjasama dengan mantra kerjasama di dalam dan di luar negeri (S1, S2, S3, O1, O2)

2. Meningkatkan kinerja Pusat-Pusat penelitian untuk memperoleh dana hibah penelitian dari pemerintah maupun pihak swasta (S2, S3, S4, O1, O2)

1. Meningkatkan dana penelitian lintas mitra kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan (S2, S3, T1)
KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
1. Sangat sulit mempublikasi hasil penelitian di tingkat internasional (W1)

2. Terbatasnya seminar penelitian  internasional (W2)

1. Meningkatkan anggaran publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks scopus (W1, O1, O2)

2. Meningkatkan kesempatan peneliti untuk dapat mempresentasikan hasil penelitiannya di tingkat internasional (W1, W2, O1)

1. Memfasilitasi penelitian bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri (W1, T1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang penelitian direkomendasikan Rekomendasi Strategi:  1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian melalui kerjasama dengan mantra kerjasama di dalam dan di luar negeri (S1, S2, S3, O1, O2); 2) Meningkatkan kinerja Pusat-Pusat penelitian untuk memperoleh dana hibah penelitian dari pemerintah maupun pihak swasta (S2, S3, S4, O1, O2); 3) Meningkatkan anggaran publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks scopus (W1, O1, O2); 4) Meningkatkan kesempatan peneliti untuk dapat mempresentasikan hasil penelitiannya di tingkat internasional (W1, W2, O1); 5) Meningkatkan dana penelitian lintas mitra kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan (S2, S3, T1); 6) Memfasilitasi penenelitian bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri (W1, T1).

Tabel 48. Analisis SWOT Capaian Kinerja Program Studi Doktor Ilmu Politik di Bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Berdasarkan analisis capaian kinerja terkait Pengabdian Pada Masyarakat dapat dipetakan dalam matriks SWOT Analisis sebagai berikut :

FAKTOR EKSTERNAL
PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Alokasi dana untuk Pengabdian pada masyarakat dari pemerintah semakin meningkat

2. Membangun kerjasama Pengabdian pada masyarakat bersama dengan mitra kerjasama di dalam dan luar negeri

1. Dana Pengabdian pada masyarakat bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri kurang memadai.
FAKTOR INTERNAL Kekuatan dan Peluang Kekuatan dan Ancaman
KEKUATAN (S)
1. Capaian kinerja untuk semua standar Pengabdian pada masyarakat telah mencapai 85%

2. Memiliki kualitas Pengabdian pada masyarakat yang memadai (S2)

3. Memiliki tenaga Pengabdian pada masyarakat yang memadai dalam berbagai disiplin ilmu (S3)

4. Memiliki pusat-Pusat  penelitian dan Pengabdian pada masyarakat yang sudah memiliki reputasi dalam penelitian (S4)

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Pengabdian pada masyarakat melalui kerjasama dengan mantra kerjasama di dalam dan di luar negeri (S1, S2, S3, O1, O2)

2. Meningkatkan kinerja Pusat-Pusat penelitian dan PkM  untuk memperoleh dana hibah penelitian dari pemerintah maupun pihak swasta (S2, S3, S4, O1, O2)

1. Meningkatkan dana Pengabdian pada masyarakat lintas mitra kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan (S2, S3, T1)
KELEMAHAN (W) Kelemahan dan Peluang Kelemahan dan Ancaman
3. Sangat sulit mempublikasi hasil Pengabdian pada masyarakat di tingkat internasional (W1)

4. Terbatasnya seminar Pengabdian pada masyarakat internasional (W2)

1. Meningkatkan anggaran publikasi ilmiah Pengabdian pada masyarakat di jurnal internasional terindeks scopus (W1, O1, O2)

2. Meningkatkan kesempatan peneliti untuk dapat mempresentasikan hasil Pengabdian pada masyarakat  di tingkat internasional (W1, W2, O1)

2. Memfasilitasi Pengabdian pada masyarakat bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri (W1, T1)

Untuk meningkatkan kinerja dalam bidang Pengabdian Pada Masyarakat direkomendasikan Rekomendasi Strategi: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian pada masyarakat melalui kerjasama dengan mantra kerjasama di dalam dan di luar negeri (S1, S2, S3, O1, O2); 2) Meningkatkan kinerja Pusat-Pusat pengabdian pada masyarakat untuk memperoleh dana hibah pengabdian pada masyarakat dari pemerintah maupun pihak swasta (S2, S3, S4, O1, O2); 3) Meningkatkan anggaran publikasi ilmiah pengabdian pada masyarakat di jurnal internasional terindeks scopus (W1, O1, O2); 4) Meningkatkan kesempatan kepada dosen untuk dapat mempresentasikan hasil pengabdian pada masyarakat di tingkat internasional (W1, W2, O1); 5) Meningkatkan dana pengabdian pada masyarakat lintas mitra kerjasama dengan prinsip saling menguntungkan (S2, S3, T1); 6) Memfasilitasi berbagai program pengabdian pada masyarakat bersama dengan mitra kerjasama dalam dan luar negeri (W1, T1).

 

D.3.Strategi Pengembangan

Strategi pengembangan Sekolah Pascasarjana tentu tidak terlepas dari visi, misi, dan tujuan yang telah dirumuskan dan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan Universitas Nasional secara keseluruhan.  Rencana Strategi Sekolah Pasasarjana berlangsung dari tahun 2018 – 2022.Rencana Strategi (Renstra) Sekolah Pascasarjana untuk 5 (lima) tahun ke depan berbasis kepada visi, misi, tujuan dan sasaran serta mengikuti berbagai potensi, kendala dan tantangan, serta kondisi lingkungan nasional dan global khususnya dalam dunia perguruan tinggi.  Rencana Strategi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ;

  1. Pada tahun 2018 Sekolah Pasasarjana mewujudkan tata kelola secara lebih konsisten dan berkelanjutan mengikuti kebijakan serta aturan yang berlaku di Universitas Nasional.  Antara lain perwujudan di bidang pendidikan mendukung dan melaksanakan kurikulum berbasis KKNI dan menerapkan pendidikan modus ganda/blended learning.  Dukungan dan implementasinya dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasaran, menetapkan visi, misi, dan tujuan dalam Renstra sekolah Pasasarjana sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, da kebudayaan.

Selain itu dalam bidang penelitian Sekolah Pasasarjana Universitas Nasional telah mendidikan Pusat Penelitian dan pengabdiasn kepada Masyarakat (P3M) yang disertai dengan konsolidasi untuk nerumuskan rencana pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menyiapkan e-journal guna mengakomodir kebutuhan  publikasi para mahasiswa dan dosen.  Dibidang pengabdian kepada masyarakat Sekolah Pasasarjana mendorong dan turut aktif melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan program magister dan doktor yang output dan outcomenya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas serta bagi kemajuan Sekolah Pascasarjana.  Peningkatan mutu pendidikan Sekolah Pascasarjana telah menerbitkan buku Pedoman Penulisan Tesis dan Disertasi sebagai panduan dalam menyusun karya tulis ilmiah yang memiliki standar dapat dimuat dalam jurnal bereputasi, pelaksanaannya dilakukan sacara berkala dan berkelanjutan dalam bentuk kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Terpublikasi dengan standar inetrnasional yang kemudian dapat dimuat dalam jurnal bereputasi.

Pada tahun 2108 Sekolah Pascasarjana menetapkan target bagi program studi di lingkungannnya.  Untuk magister Ilmu Politik dengan capaian dapat mempertahankan akreditasi A, Program Administrasi Publik dapat mempertahankan akreditasi A, kemudian Magister Biologi untuk pertama kalinya diakreditasi memperoleh peringkat B, kemudian mengingkatkan kualitas yang mendorong Program Magister Biologi, Magister hokum, dan Magister Manajemen untuk akreditasi yang akan datang memperoleh nilai A.

  1. Pada tahun 2019 berupaya melakukan peningkatan kualitas penelitian, Sumber Daya Manusia dan kelembagaan dengan mendukung kebijakan dan langkah yang telah digariskan oleh Universitas Nasional menjadikan Sekolah Pascasarjana dimasa yang akan datang menjadi bagian Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki keunggulan di Indonesia.  Langkah ini dilakukan dengan penyelenggaraan program bantuan beasiswa untuk jenjang studi lanjutan Program Doktor secara proporsional dan selektif bagi dosen tetap dan ini sudah berjalan.  Hal lain mendorong pembangunan Cyber Library, fasilitas laboratorium, melakukan riset dibidang ilmu pengetahuan , teknlologidan kebudayaan berbasis lintas disiplin ilmu dalam bentuk kolaborasi.  Terselenggaranya kerjasama dengan berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta, dunia industri serta pengembangan Chair Endowment Funds untuk jabatan Guru Besar yang relevan dengan kebutuhan.
  2. Tahun 2020 Sekolah Pascasarjana mengupayakan memiliki potensi dan keunggulan untuk menjadi salah satu program pascasarjana swasta di Indonesia yang unggul.  Sebagaimana diketahui Sekolah Pascasarjana telah memiliki 6 (enam) Program Studi di tingkat Magister dan Doktor yang ditergetkan mendapatkan peringkat akredsitasi A.
  3. Tahun 2021 mempertahankan Sekolah Pascasarjana untuk tetap masuk dalam peringkat besar dilingkungan Universitas swasta unggulan di Indonesia.
  4. Tahun 2022 meningkatkan pencapaian program studi dan sekolah pascasarjana menjadi sekolah pasasarjana swasta yang unggul di Indonesia serta berbasis IT.

Untuk pencapaian kualitas sekolah Pasasarjana tentu diperlukan pemahaman terhadap kondisi objektif.  Kondisi objektif tersebut meliputi : Perubahan pendidikan tinggi baik ditingkat nasional dan global yang semakin cepat, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta metode pendidikan yang memiliki dampak bagi kemajuanSekolah Pascasarjana; Kondisi akademik, untuk terus belajar dari pengalaman yang panjang, peningkatan kualitas Sekolah Pasasarjana antara melalui penetapan nilai kelulusan mata kuliah dari minimal kelulusan nilai B- menjadi nilai B, metode pembelajaran dengan menggunakan 2 (dua) pendekatan yakni perkuliahan onsite dan perkuliahan online (blended learning), mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik, memanfaatkan secara penuh IT untuk pelayanan akademik, keuangan, administrasi dan sumber daya manusia; penguatan kemampuan dan kinerja kelembagaan, dengan tetap mempertahankan reputasi Sekolah Pasasarjana yang sudah dikenal baik ditingkat nasional, regional, dan internasional; peningkatan kemampuan kelembagaan bagi unit-unit pelayanan akademik, perpustakaan, informasi sarana dan prasarana agar memenuhi standar yang diharapkan; pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi; ini dilakukan dengan menciptakan sistem informasi yang fully integratedserta pengadaan lab studi berbasis IT; sumber daya manusia.  Sumber daya manusia selain dilakukan peningkatan jenjang pendidikan dan keterampilan sesuai kebutuhan, juga dilakukan membangun paradigmaberbasis kultur akademik, membuat regulasi peraturan bagi peningkatan mutu akademik dan kemandirian pengelolaan; meningkatkan kultur berbasis IT dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi dengan peningkatan website universitas nasional.

Rencana staregis di atas yang diikuti dengan pemahaman kondisi objektif tersebut, makan diharapkan tercapainya tujuan dari Renstra 2018-2022 secara efisien dan produktif yang mampu ; a) Meningkatkan mutu jumlah sarana dan prasaran; b) Meningkaktak kuantitas dan kualitas sumber daya manusia; ) Meningkatkan kesejahteraan dosen dan keryawan; d) Sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment) berbasis kinerja (merit system); e) Meningkatkan apaian mutu tata kelola akademik berdasarkan standar mutu perguruan tinggi.

D.4. Program Keberlanjutan

Sekolah Pascasarjana didirikan  berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Nasional No. 70 Tahun  2009. Adapun prinsip dasar penyelenggaraan Sekolah Pascasarjana yakni: Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan akademik; Universalitas dan objektifitas   ilmu pengetahuan dalam   mencapai kenyataan dan kebenaran; kebebasan akademik yang dilaksanakan dengan hikmah dan bertanggungjawab; Keberadaban, kemanfaatan, kebahagiaan, kemanusiaan, dan kesejahteraan; pendidikan pascasarjana yang unggul dalam bidang tertentu (Ilmu Politik dan Biologi Konservasi dan Lingkungan Hidup).

Khusus untuk S3 Ilmu Politik, merupakan satu-satunya program Doktor dari perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta; Melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas; Mengedepankan karakter dan integritas; Efisiensi dalam pengelolaan; Berwawasan kebangsaan dan kemajuan global; Berjejaring secara nasional dan internasional guna menambah wawasan ilmu pengetahuan global yang didukung oleh pembelajaran selain on-site juga berbasis cyber; dan konsistensi  pencapaian  serta  peningkatan  standar  perguruan  tinggi  bermutu nasional.

Kondisi eksternal Sekolah Pascasarjana pada lingkungan makro baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional adalah hadirnya sejumlah isu penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berimplikasi kepada tantangan serta konsekuensi terhadap lingkungan makro yang mencakup aspek politik, ekonomi, kebijakan, sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah lingkungan hidup dan sumberdaya alam.

Dalam konteks kondisi eksternal pada lingkungan mikro, sebagai universitas unggulan, UNAS mencirikan bahwa lulusan UNAS memiliki tanggungjawab untuk ikut memecahkan berbagai persoalan dihadapi bangsa Indonesia, dengan kemampuan daya saing yang tinggi, mampu bekerjasama pada tingkat manapun.

Kondisi internal dalam pengembangan keunggulan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis budaya akademik, memberi warna pada kiprah pengembangan UNAS masa kini dan dimasa depan di tengah kehidupan  global. Pimpinan Sekolah Pascasarjana dalam perencanaan program jangka panjang, menyusun kegiatan yang merupakan penjabaran dari Renstra Universitas sesuai dengan visi dan misi Universitas.

Program yang disusun pada tingkat Program Studi harus berdampak kepada pembangunan masyarakat secara luas, sehingga program jangka panjang tersebut harus mengakomodasi tuntutan pemangku kepentingan seperti pemerintah, perusahaan swasta dan pusat-pusat kajian/studi kebijakan. Untuk itu, perencanaan tersebut meliputi: a) Meng-update penyusunan kurikulum dan RPS yang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi; b) Melakukan peningkatan kualitas pengajar dalam penelitian dan publikasi hasil penelitiannya melalui jurnal terakreditasi dan bereputasi nasional dan internasional serta menjadi visiting professor; c)Peningkatan jumlah guru besar dan kepangkatan akademik untuk pengajar; d) Merencanakan peningkatan sarana danprasarana perkuliahan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan proses belajar mengajar; e) Melaksanakan  peningkatan kualitas sumber daya staf administrasi, kepustakaan, laboratorium, dalam melayani mahasiswa dengan berorientasi pada kualitas layanan prima; f) Meningkatkan jalinan kerja sama dengan institusi pemerintah, perusahaan, lembaga profesi, dan alumni untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja atau dunia usaha; g) Meningkatkan kolaborasi di lingkungan sekolah pascasarjana dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat inter dan antar disiplin ilmu; h) Membentuk dan mngembangkan Studi Site, Desa Binaan dan Laboratorium Alam berbasis bidang ilmu dan pengabdian masyarakat yang ada dilingkungan Sekolah Pascasarjana secara berkelanjutan untuk jangka panjang; i) Penguatan peran alumni melalui pembentukan wadah alumni, baik dilingkungan sekolah pascasarjana maupun program studi.

Guna memonitoring pelaksanaan program maka dilakukan secara berkala melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM) ditingkat Sekolah Pascasarjana maupun Badan Penjaminan Mutu (BPM) di tingkat Universitas, melalui rapat koordinasi baik di tingkat Sekolah Pascasarjana maupun tingkat Program Studi.Mengenai mekanisme penjaminan mutu internal di Universitas Nasional  dimulai dari evaluasi  Program Studi setiap semester.Evaluasi Program Studi setiap akhir semester bertujuan untuk mengetahui capaian dari setiap Program Studi yang ada di Universitas Nasional. Hasil evaluasi ini akan dimanfaatkan bagi pimpinan dalam mengevaluasi setiap Program Studi,  menyusun kebijakan dalam meningkatkan mutu maupun mengembangkan/membuka Program Studi baru dan mengurus  perpanjangan ijin operasional Program Studi.  Setiap Program Studi menyiapkan data dan mengisi instrumenmonitoring dan evaluasi (monev) yang telah ditetapkan Badan Penjaminan Mutu Universitas. Badan Penjamin Mutu akan menugasi auditor melakukan visitasi dan melaporkan hasil serta rekomendasi perbaikan mutu.

Rancangan ke depan bagi  pengembangan dan keberlanjutan Sekolah Pascasarjana, khususnya Program Doktor adalah sebagai berikut: a. Penguatan konsentrasi studi Politik Bisnis dan Politik Keamanan, dimana potensi pasar mahasiswa bisa menampung para pengusaha dan kalangan aparat keamanan seperti Polri, TNI, BIN dll; b. Pemberian opsi untuk melakukan kombinasi model pembelajaran dari By Course ke By Course and Research untuk memudahkan para calon mahasiswa mendapatkan pengalaman akademis lebih banyak; c. Implementasi Jurnal Politik Online yang terakreditasi secara internasional yang bekerjasama dengan Universiti Utara Malaysia; d. Pembangunan Alumni Politik Corner yang akan mewadahi aspirasi dan pengembangan riset, pengabdian masyarakat dan post doctoral bagi para alumni; e. Membangun kemitraan strategis dengan Kementerian, Lembaga Negara, Perusahaan dan Lembaga Kemasyarakatan serta Non State Organization di Malaysia, Timur Tengah dan Ukraina.

 

  1. PENUTUP

Laporan Evaluasi Diri (LED ini merupakan amanah yang diberikan kepada Institusi kami dalam hal ini Unit Pengelola Program Studi (UPPS).  Ini tentu sesuatu yang bermanfaat dan memberikan makna yang berarti dalam upaya kita bersama untuk memiliki komitmen yang tinggi guna memajukan dunia pendidikan tinggi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya kampus yang mumpuni, modern, dan berintegritas khususnya di lingkungan masyarakat akademis.  Oleh karena itu melalui Bagian Penutup Laporan Evaluasi Diri (LED) ini kami jelaskan beberapa hal sebagai berikut : a) Laporan Evaluasi Diri (LED) isinya meliputi : Identitas Pengusul, Identitas Tim Penyusun Laporan  Evaluasi Diri (LED), Kata Pengantar, Ringkasan Eksekutif.  Kemudian Bab 1 Pendahuluan yang meliputi : 1. Dasar Penyusunan, 2. Tim Penyusun dan Tanggungjawabnya, 3. Mekanisme Kerja Penyusunan Evaluasi Diri; Bab 2. Laporan Evaluasi Diri, yang meliputi : 1. Kondisi Eksternal, 2. Profil Unit Pengelola Program Studi, 3. Kriteria yang meliputi Sembilan (9) kriteria terdiri dari : Visi, Misi, Tujuan dan Strategi; Tata Pamong; Tata Kelola dan Kerjasama; kemudian Mahasiswa; Sumber Daya Manusia; Keuangan; Sarana dan Prasarana; selanjutnya Pendidikan; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; Luaran dan Capaian Tri Dharma. Berikutnya dilanjutkan dengan Analisis dan Penetapan Program Pengembangan unit pengelola program studi dan program studi, serta Bab Penutup dan Lampiran.  Semua hal yang tertera di atas telah kami upayakan dipenuhi sesuai dengan  petunjuk dalam Buku Panduan Penyusunan Laporan Evaluasi Diri Akreditasi Program Studi 4.0 yang diterbitkan oleh Badan Akredtitasi Nasional Perguruan Tinggi Tahun 2019; b) Laporan Evaluasi Diri (LED) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional merupakan bentuk laporan yang kami susun untuk pertama kali dalam format terbaru yang dikenal dengan LED dan LKPS (sebelumnya dikenal dengan format Borang dan Evaluasi Diri).  Tentu format ini memiliki perbedaan dengan format sebelumnya, dapat dikatakan format Laporan Evaluasi Diri (LED) ini memberikan panduan kepada pihak kami selaku pengguna  memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan Laporan Evaluasi Diri (LED) secara lebih komprehensif, rinci, dan terbuka; c) Laporan Evaluasi Diri (LED) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional yang telah kami susun secara organisasi telah diterbitkan dalam bentuk Surat Keputusan Rektor No. No. 133 Tahun 2019 tentang Tim Penyusun laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Re-Akreditasi Program Studi S-3 Ilmu Politik, yang bersandar kepada Peraturan BAN PT dan Peraturan Perundangan lainnya yang lebih tinggi. d) Implementasi dari SK Rektor tersebut melahirkan Tim LED dan Tim LKPS yang anggota Timnya terdiri dari Pimpinan Universitas Nasional, Pimpinan Sekolah Pascasarjana dan Para Dosen sebagai PIC  dan Tenaga Kependidikan selaku Tim Teknis. Tim ini bekerja sesuai dengan Rencana yang telah disusun bersama melalui tahapan serta pembagian peran, fungsi, dan tugas masing-masing melalui target yang telah dirumuskan.

Demikianlah Laporan Evaluasi Diri (LED) Unit Pengelola Program Studi (UPPS) Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional ditahun 2019, instrumen ini kami susun berkaitan dengan pelaksanaan Re-Akreditasi Program Doktor Ilmu Politik.  Harapan kami luaran (output) dari apa yang telah kami persiapkan mendapatkan penilaian yang terbaik dan maksimal.  Tentu pula kami mangucapkan terima kasih kepada pihak pemangku kepentingan  khususnya BAN-PT serta Tim Pelaksana.  Demikianlah Laporan ini kami sampaikan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Jakarta, Agustus 2019

Tim Penyusun